Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

Geger Reformasi Gila China
EkonomiInternasional

Reformasi Gila China Viral, Benarkah Pangkas 300.000 BUMN?

By Agung Leonardo
February 12, 2026 5 Min Read

Isu “Reformasi Gila China” kembali ramai pada Kamis, 12 Februari 2026, setelah muncul narasi bahwa China “memangkas 300.000 BUMN” dan laba BUMN melonjak menjadi “Rp 9.000 triliun”. Klaim itu menyentuh dua hal sensitif: skala restrukturisasi badan usaha milik negara dan besarnya keuntungan yang disebut setara ribuan triliun rupiah.

Dokumen resmi terbaru yang bisa diverifikasi per hari ini datang dari Kementerian Keuangan China (Ministry of Finance). Laporan 29 Desember 2025 untuk periode Januari sampai November 2025 mencatat laba total BUMN nasional (definisi: “state-owned and state-controlled enterprises”) sebesar 37.194,5 miliar yuan. Itu setara sekitar 3,72 triliun yuan.

Jika angka 3,72 triliun yuan itu dikonversi dengan kurs transaksi Bank Indonesia (BI) yang tersedia publik, hasilnya mendekati Rp 9.000 triliun. BI mencantumkan kurs jual 1 yuan sekitar Rp 2.440,33 dan kurs beli sekitar Rp 2.415,77 pada pembaruan 11 Februari 2026.

Konsekuensi paling dekat untuk publik, terutama pembaca di Indonesia, ada pada satu titik: angka “Rp 9.000 triliun” bukan angka resmi China. Itu hasil konversi dari yuan dengan kurs tertentu, dan sumbernya harus jelas.

Ada detail penting yang terlihat dari rilis resmi, daftar agenda, atau dokumen terkait.

Indeks Berita

Toggle
  • Reformasi Gila China: angka 300.000 BUMN dipersoalkan
  • Kemenkeu China: laba 3,72 triliun yuan menuju “Rp 9.000 T”
    • Wajib Tahu:
  • SASAC dorong konsolidasi, R&D tembus 1,1 triliun yuan
  • Rasio utang 65,1% dan implikasi untuk publik

Reformasi Gila China: angka 300.000 BUMN dipersoalkan

Klaim “pangkas 300.000 BUMN” belum punya konfirmasi resmi dalam dokumen pemerintah China yang dapat diakses publik hari ini.

Yang bisa diverifikasi, justru angka “300.000” kerap muncul sebagai perkiraan jumlah BUMN China, bukan jumlah yang dipangkas. Analisis Rhodium Group yang merujuk data Kementerian Keuangan China pernah menyebut China memiliki sekitar 300.000 BUMN pada 2022.

Sumber lain yang lebih lama juga menunjukkan besaran “ratusan ribu” sebagai konteks jumlah, bukan angka pemangkasan. IMF dalam kajian tentang reformasi BUMN China pada era 1990-an menyebut bahwa pada akhir 1995 terdapat lebih dari 300.000 BUMN.

Perbedaan besar muncul karena definisi. Ada lembaga yang menghitung BUMN berdasarkan kepemilikan mayoritas negara, ada yang memasukkan “state-controlled”, ada yang hanya menghitung BUMN industri, atau BUMN yang masuk sistem pengawasan tertentu.

Contohnya, World Bank pernah menulis bahwa berdasarkan “enterprise number” ada 154.000 BUMN pada akhir 2008, tetapi itu hanya sekitar 3,1% dari total perusahaan menurut definisi yang digunakan saat itu.

Ini yang perlu dicermati: ketika sebuah unggahan menyebut “pangkas 300.000 BUMN”, angka itu berpotensi mencampuradukkan “jumlah BUMN yang ada” dengan “jumlah BUMN yang direstrukturisasi atau ditutup”, lalu dipadatkan menjadi satu kalimat.

Sampai hari ini, rilis resmi yang bisa diakses publik dari pemerintah China yang menyatakan “memangkas 300.000 BUMN” belum ditemukan dalam dokumen primer yang terverifikasi.

Kemenkeu China: laba 3,72 triliun yuan menuju “Rp 9.000 T”

Angka “Rp 9.000 triliun” paling dekat dengan data resmi periode Januari sampai November 2025.

Kementerian Keuangan China melaporkan laba total BUMN nasional Januari sampai November 2025 sebesar 37.194,5 miliar yuan, turun 3,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Di rilis yang sama, pendapatan operasional tercatat 75,62576 triliun yuan dan rasio aset terhadap liabilitas 65,2% pada akhir November 2025.

Jika laba 3,71945 triliun yuan itu dikonversi memakai kurs BI yang tersedia publik, kisarannya sekitar Rp 8.985 triliun sampai Rp 9.077 triliun, tergantung kurs jual atau kurs beli. Kurs BI yang tercantum publik pada pembaruan 11 Februari 2026 menunjukkan rentang 1 yuan sekitar Rp 2.415,77 sampai Rp 2.440,33.

Namun data terbaru untuk setahun penuh 2025 juga sudah ada.

Pada 30 Januari 2026, Kementerian Keuangan China merilis laporan Januari sampai Desember 2025: laba total 40.380,5 miliar yuan, atau sekitar 4,04 triliun yuan.

Dengan kurs BI yang sama, laba setahun penuh itu setara sekitar Rp 9.755 triliun sampai Rp 9.854 triliun.

Ini yang berubah: sebagian judul memakai data Januari sampai November 2025, sehingga konversinya “mendarat” di sekitar Rp 9.000 triliun. Begitu memakai data setahun penuh 2025, nilai konversinya bergerak ke kisaran Rp 9.800 triliun.

Wajib Tahu:

  1. Data “Rp 9.000 triliun” bukan angka resmi China, melainkan konversi dari 3,72 triliun yuan (Januari sampai November 2025).

  2. Data setahun penuh 2025 menyebut laba 4,04 triliun yuan, lebih tinggi dari angka Januari sampai November.

  3. Rasio aset terhadap liabilitas BUMN nasional China tercatat 65,1% pada akhir Desember 2025.

  4. Laporan Kemenkeu China yang dihitung tidak memasukkan lembaga keuangan tingkat pertama milik negara dan afiliasinya, sesuai catatan metodologi rilis.

SASAC dorong konsolidasi, R&D tembus 1,1 triliun yuan

Pembahasan Reformasi Gila China juga sering dikaitkan dengan strategi pemerintah untuk menata ulang BUMN, bukan semata menutup perusahaan.

Di level kebijakan dan pengawasan aset negara, peran lembaga kunci adalah SASAC (State-owned Assets Supervision and Administration Commission).

Untuk BUMN pusat (central SOEs), pemerintah China melaporkan belanja riset dan pengembangan pada 2025 mencapai 1,1 triliun yuan.

Pernyataan langsung muncul dari pejabat SASAC di kanal pemerintah China. Pang Xiaogang, wakil kepala SASAC, menyebut, “The R&D spending has remained above 1 trillion yuan for four consecutive years.”

Di dokumen yang sama, data juga menyebut total laba gabungan BUMN pusat pada 2025 sebesar 2,5 triliun yuan dan total aset melampaui 95 triliun yuan.

Narasi “reformasi” yang lebih luas biasanya merujuk pada restrukturisasi, merger, perbaikan tata kelola, serta dorongan ke sektor strategis dan teknologi. Banyak istilah yang muncul di literatur dan ringkasan kebijakan seperti “mixed-ownership reform” dan penguatan daya saing, tetapi rincian program berbeda-beda per periode dan sektor.

Belum ada pernyataan dari otoritas resmi China yang menyebut “pangkas 300.000 BUMN” sebagai satu kebijakan tunggal dalam periode 2025.

Rasio utang 65,1% dan implikasi untuk publik

Data resmi terbaru dari Kementerian Keuangan China mencatat rasio aset terhadap liabilitas BUMN nasional 65,1% pada akhir Desember 2025.

Angka itu penting karena “utang BUMN” sering dipakai untuk menilai risiko keuangan, daya ekspansi, dan beban pembiayaan proyek.

Apa artinya atau dampaknya untuk audiens: ketika BUMN China mencatat laba triliunan yuan, dampaknya bisa terasa lewat rantai pasok dan harga komoditas, termasuk energi, logam industri, dan produk manufaktur yang masuk perdagangan kawasan. Dampak tidak otomatis positif atau negatif, tetapi data laba dan rasio utang memberi sinyal apakah BUMN sedang agresif berekspansi atau cenderung menahan investasi.

Di sisi lain, data laba BUMN China pada 2025 setahun penuh dilaporkan turun 6,3% secara tahunan. Ini menunjukkan laba besar tidak selalu berarti tren naik terus-menerus.

Jika pembahasan Reformasi Gila China diarahkan ke “pemangkasan besar-besaran”, publik perlu membedakan antara:

  1. penutupan atau privatisasi perusahaan,

  2. merger dan restrukturisasi kepemilikan,

  3. pemangkasan tenaga kerja,

  4. perubahan definisi statistik.

Tanpa pembedaan itu, angka “300.000” mudah berubah menjadi kesimpulan yang menyesatkan.

Untuk saat ini, data paling kuat yang bisa dipegang adalah rilis Kementerian Keuangan China tentang laba, pendapatan, pajak, dan rasio utang, serta data pemerintah China tentang belanja R&D dan profit BUMN pusat.

Tags:

BUMNChinaKemenkeu Chinakurs yuan rupiahlaba BUMNreformasi BUMNSASACSOE
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
Bahlil Ultimatum Inpex, Gas Blok Masela Wajib Produksi Di 2029
Previous

Bahlil Ultimatum Inpex: Blok Masela Wajib Produksi 2029

Roy Suryo Cs Memamerkan Salinan Ijazah Mantan Presiden Jokowi Di Polda Metro
Next

Roy Suryo Cs Tunjukkan Salinan Ijazah Jokowi di Polda Metro

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.