Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

IHSG Anjlok, Saham Tambang Dan Perbankan Rontok
Pasar Modal & Crypto

IHSG Anjlok 4,57% Ditutup 7.577, Rupiah Dekat Rp17.000

By Agung Leonardo
March 4, 2026 4 Min Read

IHSG Anjlok pada penutupan perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, setelah jualan meluas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Indeks ditutup turun 362,702 poin atau 4,57% ke level 7.577,064, kembali ke kisaran 7.500-an.

Tekanan ikut menyeret indeks LQ45 yang turun 33,147 poin atau 4,11% ke 772,448.

Nilai transaksi yang dilaporkan mencapai Rp29,6 triliun, dengan volume 49,8 miliar saham dan frekuensi 3,2 juta kali.

Pada hari yang sama, rupiah terpantau bergerak di Rp16.902 per dolar AS pada pukul 11.00 WIB, mendekati Rp17.000 per dolar AS.

Ada detail penting yang terlihat dari rilis resmi, daftar agenda, atau dokumen terkait.

Indeks Berita

Toggle
  • IHSG Anjlok 4,57%, Ditutup di 7.577
    • Wajib Tahu:
  • Tekanan Sejak Pagi, Terendah 7.584,85
  • OJK Pantau Pasar saat IHSG Anjlok
  • Rupiah Dekat Rp17.000, Risiko Geopolitik

IHSG Anjlok 4,57%, Ditutup di 7.577

Penurunan hari ini menambah tekanan setelah sesi sebelumnya juga berakhir di zona merah.

Pada Selasa, 3 Maret 2026, IHSG ditutup di sekitar 7.939 dan melemah 77,06 poin atau 0,96%, menurut laporan CNN Indonesia.

Artinya, koreksi 4 Maret 2026 terjadi dari basis penutupan hari sebelumnya yang sudah melemah.

Angka penutupan 4 Maret 2026 yang sama juga dilaporkan investor.id: IHSG ditutup melemah 362,7 poin (4,57%) ke level 7.577.

Namun, sejumlah sumber menampilkan angka yang sedikit berbeda untuk level penutupan. Investing.com menampilkan pergerakan indeks dengan penurunan harian lebih dari 5% pada tampilan tertentu, sementara sebagian media domestik merinci penutupan di 7.577,064. Perbedaan ini muncul pada level indeks, bukan pada arah pergerakan yang sama-sama turun tajam. Untuk artikel ini, angka penutupan mengacu pada laporan kumparan dan investor.id yang konsisten di kisaran 7.577.

Wajib Tahu:

  1. Penutupan: IHSG turun 362,702 poin (4,57%) ke 7.577,064 pada 4 Maret 2026.

  2. LQ45 ikut turun 4,11% ke 772,448 pada penutupan hari yang sama.

  3. Intraday: IHSG sempat menyentuh level terendah 7.584,85 dan tertinggi 7.897,81 pada perdagangan 4 Maret 2026 (Sesi I).

  4. Rupiah terpantau Rp16.902 per dolar AS pada pukul 11.00 WIB, mendekati Rp17.000 per dolar AS.

  5. Aturan bursa: ambang trading halt 8% dan ARB 15% diberlakukan sejak perubahan ketentuan pada 8 April 2025 (dilaporkan kumparan).

Tekanan Sejak Pagi, Terendah 7.584,85

Pelemahan terjadi sejak awal sesi.

Bloomberg Technoz melaporkan IHSG berada di posisi 7.596,57 pada penutupan perdagangan Sesi I, melemah 4,32% dibanding penutupan hari sebelumnya.

Pada paruh hari itu, posisi terendah IHSG disebut sempat menyentuh 7.584,85, sedangkan tertinggi 7.897,81.

Kumparan juga melaporkan tekanan sudah terasa sejak perdagangan berjalan, dengan IHSG seharian di zona merah hingga penutupan.

Soal sebaran penguatan dan pelemahan saham, angka yang dipublikasikan berbeda antar media.

Investor.id melaporkan 61 saham menguat, 767 saham turun, dan 130 saham stagnan.

Detail jumlah saham naik-turun versi media lain tidak selalu identik, dan hingga berita ini ditulis belum ada rekap resmi yang dikutip langsung dari BEI dalam sumber-sumber tersebut.

Dari sisi sentimen, kumparan menulis pasar dibayangi eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk saling balas serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai salah satu faktor yang disebut memengaruhi pergerakan IHSG pada hari itu.

Di sisi nilai tukar, BI menyatakan pelemahan rupiah masih sejalan dengan mata uang regional, di tengah rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS.

OJK Pantau Pasar saat IHSG Anjlok

OJK menyampaikan pemantauan terhadap dinamika pasar di tengah tekanan indeks.

Dalam keterangan yang dikutip SWA, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan: “OJK terus memantau pergerakan pasar.”

Ia juga menyatakan: “terus melakukan koordinasi dengan SRO (BEI, KSEI, dan KPEI) … dalam mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan.”

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Februari 2026 di Menara Radius Prawiro, Jakarta, pada Selasa, 3 Maret 2026, menurut SWA.

Pada hari penurunan 4 Maret 2026, Investing.com juga memuat laporan bahwa OJK menilai volatilitas IHSG sebagai respons awal dari ketidakpastian global.

Di sisi aturan bursa, mekanisme penghentian sementara perdagangan (trading halt) menjadi perhatian publik saat indeks bergerak tajam.

Mengacu laporan kumparan pada perubahan ketentuan 8 April 2025, ambang trading halt pertama berada di 8% dan auto rejection bawah (ARB) di 15%.

Dengan penurunan penutupan 4 Maret 2026 sebesar 4,57%, level ini berada di bawah ambang trading halt 8% yang dilaporkan tersebut.

Ini yang perlu dicermati: koreksi IHSG Anjlok 4,57% tidak menembus ambang 8%, sehingga perhatian pasar lebih tertuju pada tekanan jual yang berlangsung sepanjang sesi, bukan pada penghentian perdagangan otomatis.

Rupiah Dekat Rp17.000, Risiko Geopolitik

Pergerakan rupiah menjadi salah satu konteks yang ikut diawasi pasar pada 4 Maret 2026.

Republika melaporkan rupiah pada pukul 11.00 WIB bergerak di Rp16.902 per dolar AS, mendekati Rp17.000 per dolar AS.

Pada saat yang sama, eskalasi geopolitik disebut sebagai sentimen yang membebani pasar. Kumparan menulis konflik di Timur Tengah, termasuk rangkaian serangan yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran, dinilai memengaruhi pergerakan indeks.

Apa artinya atau dampaknya: saat IHSG Anjlok dan kembali ke 7.500-an, investor ritel yang memegang reksa dana saham atau produk yang mengikuti indeks berpotensi melihat nilai portofolio turun sejalan pergerakan pasar hari itu. Dampak aktual di tingkat investor bergantung komposisi aset masing-masing.

Untuk agenda berikutnya, perhatian pasar umumnya mengarah ke lanjutan perkembangan geopolitik, dinamika rupiah, serta komunikasi regulator terkait stabilitas pasar. Sejauh penelusuran sumber-sumber di atas, belum ada pernyataan resmi BEI yang merinci pemicu tunggal penurunan penutupan 4 Maret 2026.

Tags:

BEIGeopolitikIHSGLQ45OJKrupiahsahamtrading halt
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
Massa Pro Iran Serbu Konsulat AS Di Tembaki Marinir Hingga Ada Korban Jiwa
Previous

Massa Pro Iran Serbu Konsulat AS Karachi, Marinir Lepas Tembakan

Pidato Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman Terkait Bisnis Sosok - Sumber CNBC Indonesia
Next

Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Gas Beras SPHP Besar-Besaran

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.