
Rupiah Lanjut Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.790 pada 10 Februari 2026
Rupiah Lanjut Menguat pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026. Dolar Amerika Serikat bergerak turun ke Rp16.790 per dolar AS di pasar spot, menurut laporan yang merujuk data Refinitiv.
Pergerakan ini jadi penting karena terjadi setelah fase tekanan rupiah pada Januari hingga awal Februari 2026. Penguatan rupiah langsung berdampak ke harga barang impor, biaya produksi pelaku usaha, dan sentimen pasar keuangan harian.
Di sisi rujukan resmi bank sentral, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia untuk 10 Februari 2026 tercatat Rp16.799,00 per dolar AS.
Ada detail penting yang terlihat dari rilis resmi, daftar agenda, atau dokumen terkait.
Inti kejadian dan konteks ringkas
Rupiah Lanjut Menguat dengan dua angka kunci yang muncul bersamaan pada 10 Februari 2026. Pertama, nilai Rp16.790 per dolar AS disebut sebagai posisi penutupan pasar spot menurut laporan yang mengutip Refinitiv.
Kedua, BI menampilkan JISDOR Rp16.799,00 per dolar AS untuk tanggal yang sama.
Konteksnya, rupiah bergerak di rentang yang masih tinggi secara historis, setelah sempat tertekan dan mendekati Rp17.000 per dolar AS pada Januari 2026. Dalam periode tekanan itu, Reuters melaporkan rupiah sempat menyentuh rekor terlemah intraday Rp16.985 per dolar AS pada 20 Januari 2026.
Bank Indonesia juga sebelumnya menyatakan akan tetap melakukan intervensi untuk memastikan pergerakan rupiah sejalan fundamental. Pernyataan ini dilaporkan Reuters pada 14 Januari 2026, saat rupiah berada di sekitar Rp16.865 per dolar AS.
Pada 10 Februari 2026, narasi pemerintah dan BI yang muncul ke publik ikut menekankan aspek stabilisasi dan komunikasi pasar. Di luar data kurs, rangkaian pernyataan pejabat dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan koordinasi fiskal dan moneter sebagai tema utama.
Kronologi dan data pendukung
Pagi hari, pembukaan perdagangan di Jakarta dilaporkan menguat tipis. Kantor Berita ANTARA mencatat rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa, 10 Februari 2026 naik 6 poin atau 0,04% menjadi Rp16.799 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.805 per dolar AS.
Pada sisi referensi bank sentral, BI menampilkan JISDOR 10 Februari 2026 di Rp16.799,00 per dolar AS. Sehari sebelumnya, 9 Februari 2026, JISDOR tercatat Rp16.838,00 per dolar AS. Artinya ada penguatan 39 poin pada kurs acuan harian BI dari 9 ke 10 Februari 2026.
Menjelang sore, laporan media menyebut Rupiah Lanjut Menguat hingga dolar AS turun ke Rp16.790 per dolar AS pada penutupan pasar spot. Angka ini disampaikan sebagai data Refinitiv.
Perbedaan angka Rp16.790 (spot menurut laporan) versus Rp16.799 (JISDOR BI) perlu dibaca sebagai perbedaan sumber dan metodologi. Spot mengacu transaksi pasar pada waktu tertentu termasuk penutupan, sedangkan JISDOR adalah kurs acuan yang dipublikasikan BI untuk tanggal tersebut. BI menampilkan JISDOR harian di laman statistiknya.
Dari sisi sentimen, beberapa pemberitaan menyebut faktor eksternal seperti pelemahan dolar AS dan sikap pelaku pasar global yang menunggu data ekonomi. Infobanknews, misalnya, menulis pelaku pasar menanti rilis data penjualan ritel Indonesia dan menyebut rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS.
Ada juga konteks geopolitik yang sempat meredakan risk-off di awal pekan. Sebuah laporan iNews menyebut pembicaraan nuklir Washington dan Teheran berlanjut setelah diskusi yang digambarkan positif di Oman. Oman adalah negara Arab yang disebut dalam laporan tersebut.
Jika pembaca mencari rilis resmi yang khusus menjelaskan penyebab pergerakan rupiah pada 10 Februari 2026, belum ada konfirmasi resmi berupa pernyataan tunggal BI yang diterbitkan sebagai rilis pers khusus “penutupan rupiah hari ini” di sumber resmi yang tersedia. Data kurs acuan dan pernyataan pejabat lebih banyak muncul melalui liputan acara dan rapat koordinasi.
Respons pihak terkait, aturan, atau langkah yang diambil
Respons pertama datang dari pejabat Bank Indonesia melalui pernyataan di acara publik. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, dalam Indonesia Economic Outlook 2026 pada Selasa, 10 Februari 2026, menyatakan BI akan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah. Kutipan yang dimuat Kontan: “Bank Indonesia akan tetap berada di pasar, Bank Indonesia akan tetap menjaga stabilitas dari rupiah itu sendiri.”
Destry juga menyebut rupiah dalam tiga hari terakhir mulai menunjukkan penguatan dan berada di kisaran level 16.700 per dolar AS pada hari itu, menurut laporan yang sama.
Respons kedua datang dari pemerintah. Dalam publikasi InfoPublik yang dimuat di situs Kementerian PANRB, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan koordinasi fiskal dan moneter usai pertemuan dengan Gubernur BI. Kutipan yang dimuat: “Saya akan membenahi sisi fiskal dan perekonomian, sementara Pak Gubernur BI akan memastikan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga nilai tukar.”
Di materi yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo disebut menjelaskan pelemahan rupiah yang hampir menyentuh Rp17.000 per dolar AS dipengaruhi faktor global dan domestik, dan cadangan devisa disebut masih cukup untuk stabilisasi ke depan menurut narasi publikasi tersebut.
Di level kerangka kebijakan, Reuters pada Januari 2026 melaporkan BI menyatakan akan terus melakukan intervensi di pasar valas, termasuk instrumen offshore dan domestik, untuk menjaga rupiah bergerak sejalan fundamental.
Ini yang berubah: pada 10 Februari 2026, arus informasi yang dominan bukan lagi soal rupiah mendekati rekor lemah, melainkan soal pemulihan tipis dan konsistensi stabilisasi. Data JISDOR juga menunjukkan penguatan harian dibanding 9 Februari 2026.
Wajib Tahu:
BI mencatat JISDOR 10 Februari 2026 di Rp16.799,00 per dolar AS, naik dari Rp16.838,00 pada 9 Februari 2026.
ANTARA melaporkan rupiah dibuka di Rp16.799 per dolar AS pada pagi 10 Februari 2026, dari Rp16.805 sebelumnya.
Laporan yang mengutip Refinitiv menyebut dolar AS turun ke Rp16.790 per dolar AS di pasar spot pada 10 Februari 2026.
BI menegaskan akan “tetap berada di pasar” untuk menjaga stabilitas rupiah, menurut kutipan pernyataan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti.
Pemerintah menyatakan sinkronisasi kebijakan fiskal dengan BI untuk menjaga stabilitas rupiah, menurut publikasi InfoPublik di situs Kementerian PANRB.
Konsekuensi, lanjutan perkara, dan apa berikutnya
Apa artinya atau dampaknya untuk publik: Rupiah Lanjut Menguat biasanya membuat tekanan harga impor sedikit mereda. Importir bahan baku, pelaku ritel barang impor, dan industri dengan komponen dolar berpotensi mendapat ruang napas, walau dampaknya tidak instan dan bergantung pada kontrak pembelian serta stok.
Untuk rumah tangga, efek cepat biasanya muncul pada harga barang yang sensitif kurs, termasuk gawai impor dan sebagian komoditas yang mengikuti harga global. Namun, perubahan Rp10 sampai Rp50 per dolar AS belum otomatis mengubah label harga, karena rantai distribusi dan penetapan harga memakai rata-rata periode tertentu.
Untuk pelaku pasar, indikator yang ditunggu adalah apakah penguatan ini berlanjut atau hanya pantulan jangka pendek. Infobanknews menulis pasar menunggu data penjualan ritel Indonesia, sementara faktor eksternal seperti pergerakan dolar AS dan sentimen global masih jadi penggerak harian.
Perkembangan yang ditunggu dan indikatornya jelas. Pertama, rilis data ekonomi yang menjadi fokus pasar, termasuk data domestik seperti penjualan ritel yang disebut dalam proyeksi harian di beberapa laporan media.
Kedua, konsistensi BI menjaga stabilisasi melalui intervensi bila volatilitas kembali naik, sesuai pola kebijakan yang sebelumnya dikutip Reuters.
Ketiga, respons pasar terhadap risiko kebijakan dan sentimen lembaga pemeringkat. Reuters pada 6 Februari 2026 melaporkan tekanan pasar setelah Moody’s mengubah outlook, termasuk pelemahan rupiah dan penurunan indeks saham. Jika sentimen ini mereda, ruang penguatan rupiah bisa lebih terbuka.
Ini yang perlu dicermati: angka kurs yang beredar di publik bisa berbeda antara spot, JISDOR, dan kurs bank. Untuk rujukan resmi BI, pembaca bisa mengacu ke JISDOR harian. Untuk spot, media biasanya mengutip Bloomberg atau Refinitiv. Pada 10 Februari 2026, perbedaan Rp16.790 dan Rp16.799 menunjukkan pembaca perlu melihat sumber data sebelum menarik kesimpulan.
Negara Arab yang disebut dalam konteks sentimen geopolitik pada sumber yang tersedia adalah Oman. Jika pembaca mencari negara Arab lain terkait faktor rupiah hari ini, negara Arab belum disebutkan jelas dalam rilis resmi yang tersedia di sumber utama kurs BI.