WASHINGTON – Pemasok senjata canggih AS Anthropic resmi menerima surat dari Pentagon pada 4 Maret 2026. Surat itu menetapkan perusahaan sebagai risiko rantai pasok efektif segera.
Keputusan ini menyusul perintah Presiden Donald Trump pada 27 Februari 2026 yang menghentikan penggunaan teknologi AI Claude di semua lembaga federal.
Pemasok senjata canggih ini menolak melonggarkan aturan penggunaan AI untuk senjata otonom penuh dan pengawasan massal warga AS.
Kontrak senilai hingga 200 juta dolar AS dengan Departemen Pertahanan langsung dibatalkan.
Anthropic menyatakan siap gugat keputusan tersebut di pengadilan.
Perusahaan menganggap penetapan itu tidak sesuai hukum.
Dario Amodei Tolak Senjata Otonom AI Militer AS
CEO Anthropic Dario Amodei bertemu Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Selasa pekan lalu.
Hegseth memberi batas waktu Jumat 28 Februari 2026 untuk mencabut guardrails AI.
Amodei menolak. Ia menyatakan perusahaan tidak bisa menyetujui penggunaan yang membahayakan prajurit dan warga sipil.
Dalam pernyataan resmi 26 Februari 2026, Amodei menulis: “Kami tidak akan secara sadar menyediakan produk yang menempatkan prajurit Amerika dan warga sipil dalam risiko.”
Ia menambahkan perusahaan siap mendukung pertahanan AS tapi tidak dengan cara yang melanggar nilai demokrasi.
Penolakan ini langsung memicu pemutusan kontrak.
Trump Perintahkan Stop Penggunaan Claude Federal
Trump mengumumkan perintah melalui Truth Social pada 27 Februari 2026.
Semua agen federal harus menghentikan penggunaan teknologi Anthropic.
Departemen Pertahanan mendapat waktu enam bulan untuk fase keluar.
Trump menyebut kebijakan Anthropic membahayakan keamanan nasional.
Ia menyatakan tidak membutuhkan dan tidak akan berbisnis lagi dengan perusahaan itu.
Keputusan ini dikeluarkan hanya beberapa jam sebelum operasi militer AS ke Iran.
Pentagon Labeli Anthropic Risiko Rantai Pasok
Pentagon mengirim surat resmi pada 4 Maret 2026.
Surat itu menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasok.
Penetapan ini biasanya digunakan untuk perusahaan asing yang mengancam keamanan.
Ini pertama kali diterapkan pada perusahaan AS.
Akibatnya, kontraktor pertahanan dilarang menggunakan Claude dalam pekerjaan kontrak Pentagon.
Dampaknya sempit, hanya untuk kontrak langsung dengan Departemen Pertahanan.
Penggunaan di luar itu tidak terpengaruh.
Pemasok Senjata Canggih AS Anthropic Siap Gugat Penetapan Risiko di Pengadilan
Pada 5 Maret 2026 Anthropic merilis update resmi.
Perusahaan menerima surat Pentagon dan langsung bereaksi.
Dario Amodei menyatakan: “Seperti yang kami tulis Jumat lalu, kami tidak percaya tindakan ini sah secara hukum, dan kami tak punya pilihan selain melawannya di pengadilan.”
Perusahaan menekankan undang-undang yang digunakan mengharuskan langkah paling tidak restriktif.
Negosiasi masih berlangsung untuk transisi lancar.
Anthropic menawarkan menyediakan model dengan biaya nominal selama diizinkan.
Tujuannya agar operasi militer tidak terganggu.
Ini yang perlu dicermati: penetapan risiko rantai pasok ini berbeda dari kasus OpenAI. OpenAI menerima kesepakatan serupa dengan batasan tetap, sementara Anthropic menolak pencabutan guardrails.
Perbedaan ini tercatat dalam pernyataan Anthropic dan laporan media kredibel.
Pihak OpenAI menegaskan kesepakatan mereka tetap melarang pengawasan domestik ilegal dan senjata otonom tanpa pengawasan manusia.
Apa artinya atau dampaknya: kontraktor pertahanan besar seperti Lockheed Martin harus mencari alternatif AI dalam waktu enam bulan.
Ini bisa memperlambat adopsi teknologi canggih di militer AS dan memicu ketidakpastian bagi investor AI.
Publik mulai beralih ke Claude, dengan unduhan aplikasi naik signifikan setelah berita ini.
Wajib Tahu:
• Kontrak Anthropic dengan Pentagon bernilai hingga 200 juta dolar AS sebelum dibatalkan.
• Penetapan risiko rantai pasok pertama kali diterapkan pada perusahaan Amerika, bukan asing.
• Anthropic sudah deploy Claude di jaringan rahasia militer AS sejak akhir 2024 untuk analisis intelijen dan perencanaan operasi.
• Perusahaan pernah menolak bisnis dengan perusahaan terkait Partai Komunis China meski kehilangan pendapatan.
• OpenAI mengambil alih kesepakatan AI militer pasca-pemutusan ini.
Pemasok senjata canggih ini menegaskan komitmennya mendukung keamanan nasional AS.
Namun mereka tetap pada prinsip manusia harus tetap dalam kendali keputusan penting.
Belum ada konfirmasi resmi apakah gugatan sudah diajukan ke pengadilan.
Perusahaan hanya menyatakan “siap melawan” melalui jalur hukum.
Sementara itu, pembicaraan produktif dengan Pentagon masih terus dilakukan.
Ini memastikan prajurit tidak kehilangan akses alat selama operasi besar.
Pemasok senjata canggih Anthropic juga meminta maaf atas memo internal yang bocor.
Memo itu ditulis enam hari lalu dan tidak mencerminkan pandangan akhir CEO.
Situasi ini masih berkembang.
Belum ada pernyataan langsung dari Gedung Putih setelah surat 4 Maret 2026.
