Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

Kim Jong Un Pamer Kapal Perang Rudal Jelajah
InternasionalMiliter

Perang Iran Memanas, Korut Uji Kapal Perang Rudal Jelajah

By Agung Leonardo
March 5, 2026 5 Min Read

Korea Utara menampilkan Kapal Perang Rudal Jelajah terbaru, kapal perusak 5.000 ton bernama Choe Hyon, sekaligus menguji tembak rudal jelajah dari kapal itu.

Aksi dipimpin Kim Jong Un selama dua hari, 3 Maret 2026 dan 4 Maret 2026, di Galangan Nampo, kota pelabuhan di pantai barat Korea Utara.

Uji tembak disebut “strategic cruise missile” oleh media pemerintah Korea Utara. Istilah “strategic” dalam pelaporan Pyongyang kerap merujuk sistem yang diklaim berkemampuan nuklir, namun klaim kemampuan tersebut sulit diverifikasi dari luar.

Kim juga menyampaikan target produksi armada permukaan baru: dua kapal perang kelas ini atau yang lebih tinggi setiap tahun selama periode rencana lima tahun.

Peristiwa ini muncul saat konflik Timur Tengah melonjak cepat, setelah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu serangan balasan lintas negara dan gangguan pelayaran energi.

Ada detail penting yang terlihat dari kutipan Kim di laporan Reuters dan dari pernyataan lembaga PBB di Jenewa yang menilai serangan di konflik Iran bertentangan dengan Piagam PBB.

Indeks Berita

Toggle
  • Kim Jong Un pamer Kapal Perang Rudal Jelajah Choe Hyon
  • Uji tembak rudal jelajah di Galangan Nampo
    • Wajib Tahu:
  • PBB dan AS-Israel sorot eskalasi perang Iran
  • Dampak Selat Hormuz dan sanksi PBB

Kim Jong Un pamer Kapal Perang Rudal Jelajah Choe Hyon

Yang terjadi: Kim Jong Un memeriksa Choe Hyon, kapal perusak 5.000 ton yang disebut sebagai bagian dari kelas “Choe Hyon-class” yang sedang dibangun Korea Utara.

Lokasi inspeksi disebut berada di Nampho Shipyard atau Galangan Nampo, area pelabuhan Nampo di pantai barat Korea Utara. Waktu inspeksi dilaporkan berlangsung pada 3 Maret 2026 dan 4 Maret 2026.

Siapa yang melaporkan: kantor berita resmi Korea Utara (KCNA) menjadi sumber awal, sementara Reuters dan Associated Press memuat laporan lanjutan berbasis materi KCNA dan penilaian pihak luar.

Kenapa penting sekarang: pamer Kapal Perang Rudal Jelajah ini terjadi ketika perhatian global tersedot pada perang Iran, yang memengaruhi keamanan regional dan rantai pasok energi. Di saat yang sama, Korea Utara menegaskan program militernya tetap berjalan, termasuk dimensi maritim.

Kim menyampaikan pesan kemampuan ofensif angkatan laut. Reuters mengutip pernyataan Kim bahwa angkatan laut akan memiliki “powerful offensive capability”.

Belum ada konfirmasi resmi independen dari pihak luar Korea Utara mengenai kesiapan tempur Choe Hyon, jumlah peluncur, atau detail teknis sistem Kapal Perang Rudal Jelajah itu.

Uji tembak rudal jelajah di Galangan Nampo

Kronologi kunci dimulai dari kunjungan dua hari Kim ke fasilitas galangan di Nampo. Pada hari pertama, Kim dilaporkan naik dan mengecek performa kapal, termasuk aspek operasional menjelang komisioning.

Pada hari kedua, Kim mengawasi peluncuran rudal jelajah dari kapal. Reuters menyebut uji tembak itu adalah “strategic cruise missile” yang diluncurkan dari kapal perusak.

AP menyebut Kim melihat “test launchings of cruise missiles” dari kapal sebelum kapal dikomisikan. AP juga mencatat istilah “strategic” biasanya dipakai Korea Utara untuk sistem yang diklaim berkapabilitas nuklir.

Kim menyebut rencana produksi berkelanjutan. Reuters mengutip Kim: “Every year during the new five-year plan period, we must build two surface warships of this class or of a higher class.”

AP menambahkan konteks bahwa Kim juga memeriksa pembangunan kapal perusak ketiga dari kelas yang sama, dengan target selesai pada Oktober (tahun tidak disebutkan dalam ringkasan AP, namun konteksnya merujuk periode setelah kunjungan Maret 2026).

Wajib Tahu:

  1. Choe Hyon disebut kapal perusak 5.000 ton, dan uji tembak dilakukan menjelang komisioning di Nampo.

  2. Korea Utara menyebut uji tembak sebagai “strategic cruise missile”, istilah yang kerap dipakai untuk sistem yang diklaim berkemampuan nuklir.

  3. Kim memasang target produksi: dua kapal permukaan kelas ini per tahun selama rencana lima tahun.

  4. Konflik Iran yang meletus sejak akhir Februari 2026 memicu serangan balasan lintas wilayah, korban jiwa, serta gangguan energi dan pelayaran.

  5. Misi PBB di Jenewa menyatakan serangan dan balasan di perang Iran “run counter to the UN Charter” dan menyebut laporan korban sipil, termasuk insiden sekolah di Minab.

Konteks tambahan yang relevan: Reuters mencatat kapal kedua di kelas yang sama pernah mengalami kegagalan peluncuran pada Mei 2025 dan kemudian dilaporkan diperbaiki dan diluncurkan ulang pada Juni 2025 menurut KCNA.

Di titik ini, informasi yang benar-benar dapat dipastikan dari sumber terbuka adalah: lokasi kunjungan (Nampo), durasi (dua hari), jenis uji yang disebut (rudal jelajah strategis), dan target produksi yang diucapkan Kim. Detail teknis Kapal Perang Rudal Jelajah itu belum bisa diverifikasi independen.

PBB dan AS-Israel sorot eskalasi perang Iran

Eskalasi Timur Tengah yang menjadi latar terjadi setelah perang AS dan Israel melawan Iran memicu serangan balasan Iran dan operasi militer lanjutan di beberapa titik kawasan.

Associated Press melaporkan Iran meluncurkan rudal ke Israel dan ke pangkalan AS di kawasan, serta menyebut korban dan dampak yang meluas ke jalur energi dan pelayaran. AP menulis korban tewas di Iran melampaui 1.000 orang, dengan korban tambahan di Lebanon dan Israel, serta korban personel militer AS.

Reuters, dari sisi PBB, mengutip pernyataan Misi Pencari Fakta Independen Internasional PBB untuk Iran yang menyatakan: “These attacks, which were followed by Iran’s retaliatory strikes across the region, run counter to the UN Charter.”

Dalam laporan Reuters itu pula, misi PBB menyebut terkejut atas serangan yang menghantam Shajareh Tayyebeh girls school di Minab, Iran selatan, pada hari pertama serangan, serta menyatakan korban tampak mayoritas anak perempuan usia 7 tahun sampai 12 tahun. Reuters mencatat panel PBB lain menyebut “more than 160 children” tewas, dengan rujukan “citing reports”.

Perbedaan angka dan rincian korban muncul di sejumlah laporan. AP menyajikan estimasi korban tewas total lintas negara, sementara Reuters mengutip pernyataan misi PBB dan menyebut angka “lebih dari 160 anak” sebagai rujukan berbasis laporan yang dikutip panel PBB. Hingga 5 Maret 2026, belum ada satu angka tunggal yang dapat diverifikasi independen untuk seluruh korban di semua lokasi pertempuran.

Ini yang perlu dicermati: Reuters menulis misi PBB menilai perang melanggar Piagam PBB, sementara di saat bersamaan Korea Utara menonjolkan Kapal Perang Rudal Jelajah dan uji tembaknya. Kombinasi dua krisis ini memperbesar ruang salah hitung, karena fokus diplomasi global terbagi.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Dewan Keamanan PBB yang secara langsung mengaitkan eskalasi Iran dengan aksi Korea Utara di Nampo. Belum ada konfirmasi resmi pula tentang adanya respons militer langsung dari negara lain terhadap uji tembak Kapal Perang Rudal Jelajah Korea Utara pada 3 Maret 2026 sampai 4 Maret 2026.

Dampak Selat Hormuz dan sanksi PBB

Konsekuensi terdekat dari perang Iran, menurut laporan AP dan Reuters, adalah tekanan pada pasar energi dan pelayaran, termasuk risiko gangguan rute kapal dan biaya logistik yang meningkat.

Untuk publik, dampak praktisnya biasanya muncul lewat harga energi, ketidakpastian pengiriman, dan pembatasan perjalanan atau evakuasi warga negara asing dari titik konflik. AP melaporkan adanya evakuasi dan pergerakan warga sipil di kawasan terdampak.

Di Asia Timur, uji Kapal Perang Rudal Jelajah Korea Utara menambah daftar isu keamanan yang harus dipantau bersamaan, terutama bagi negara tetangga yang rutin mengawasi uji senjata Pyongyang. Namun rincian teknis Kapal Perang Rudal Jelajah yang diuji, termasuk jarak tembak, jumlah rudal, dan konfigurasi peluncuran, belum ada konfirmasi resmi yang bisa diverifikasi independen dari luar Korea Utara.

Apa artinya atau dampaknya: bila perang Iran berkepanjangan, agenda diplomasi dan pengawasan sanksi internasional berpotensi tersedot, sementara Korea Utara menekan program modernisasi militernya, termasuk lewat platform laut. Dampaknya paling konkret adalah bertambahnya beban pemantauan intelijen dan patroli maritim di dua kawasan berbeda, Timur Tengah dan Asia Timur, dalam waktu bersamaan.

Langkah berikutnya yang paling mungkin adalah rangkaian uji lanjutan sebelum komisioning resmi Choe Hyon. AP menyebut kapal diuji menjelang pengoperasian, dan Reuters menyebut Kim turut membahas kapal ketiga di galangan yang sama. Publik menunggu apakah akan ada pengumuman komisioning, jadwal uji tambahan, atau respons resmi dari negara-negara yang biasanya menanggapi uji senjata Korea Utara.

Tags:

Choe HyonKapal Perang Rudal JelajahKim Jong UnKorea UtaraNampoPBBperang IranRudal Jelajah
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
Harga Bitcoin Mulai Naik Di Tengah Konflik Panas Timur Tengah
Previous

Harga Bitcoin Naik Lagi di Tengah Konflik Timur Tengah, Pulihkah Sentimen?

Iran Masih Simpan Senjata Rahasia Ampuh Buat Lumpuhkan AS
Next

Senjata Rahasia Iran Disorot AS: Siber dan Selat Hormuz

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.