Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

Dana IPO Bukalapak Nyisa
Pasar Modal & Crypto

Dana IPO Bukalapak Masih Sisa Rp4,3 Triliun, Target Mundur

By Agung Leonardo
February 12, 2026 5 Min Read

Dana IPO Bukalapak belum habis terpakai hingga akhir 2025.

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melaporkan realisasi penggunaan dana IPO baru Rp17,04 triliun atau 79,91% dari dana bersih IPO Rp21,32 triliun. Artinya, masih ada sisa sekitar Rp4,28 triliun sampai Rp4,3 triliun yang belum direalisasikan.

Informasi itu muncul dalam keterbukaan yang dikutip media pada 11 Februari 2026 dan diberitakan pada 12 Februari 2026 di Jakarta.

Kenapa ini penting sekarang. Target waktu penyelesaian pemakaian sisa dana IPO diubah, dari sebelumnya 31 Desember 2025 menjadi 31 Desember 2026.

Konsekuensi terdekat untuk publik investor: dana yang belum dipakai disebut ditempatkan di instrumen berisiko rendah, sehingga arah pemakaiannya bergantung pada peluang bisnis yang dinilai memenuhi kriteria perusahaan.

Ada detail penting yang terlihat dari rilis resmi, daftar agenda, atau dokumen terkait.

Indeks Berita

Toggle
  • Sisa Dana IPO Bukalapak Rp4,3 Triliun di akhir 2025
  • Rute Dana IPO Bukalapak sejak 6 Agustus 2021
  • Cut Fika bicara soal penundaan, OJK atur pelaporan
    • Wajib Tahu:
  • Dana IPO Bukalapak diparkir di deposito dan SBN

Sisa Dana IPO Bukalapak Rp4,3 Triliun di akhir 2025

Bukalapak menyatakan masih mengejar pemanfaatan penuh dana IPO pada 2026, dengan syarat ada peluang kemitraan strategis yang memenuhi kriteria.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi, lewat keterbukaan informasi yang dikutip media pada Rabu, 11 Februari 2026.

“After evaluating the schedule and target for completing the utilisation of the remaining IPO funds, the company has set an adjusted deadline for completing the utilisation of the remaining IPO funds to 31 December 2026,” kata Cut Fika Lutfi, dikutip IDNFinancials.

Cut Fika juga menjelaskan alasan penundaan realisasi sisa dana IPO.

“However, until the end of the reporting period, these opportunities have not fully met the company’s strategic, financial and risk profile criteria, and therefore the utilisation of the IPO funds has been postponed until opportunities meeting those criteria arise,” kata dia, masih dikutip IDNFinancials.

Media lain, IDXChannel, menulis Bukalapak menyesuaikan tenggat waktu penyerapan dana IPO setelah realisasi baru Rp17,04 triliun dan masih tersisa sekitar Rp4,3 triliun.

Catatan penting. Ada perbedaan angka sisa yang beredar di pemberitaan, yakni Rp4,28 triliun dan Rp4,3 triliun. Perbedaan ini biasanya berasal dari pembulatan dan titik waktu pelaporan yang dirujuk media.

Ada juga perbedaan rujukan “total dana IPO” di sejumlah laporan: sebagian menyebut Rp21,9 triliun (angka dana terkumpul), sementara dokumen penggunaan dana dan laporan terbaru menekankan “dana bersih setelah biaya emisi” sekitar Rp21,32 triliun. Perbedaan ini perlu dibaca hati-hati karena basis perhitungannya tidak sama.

Rute Dana IPO Bukalapak sejak 6 Agustus 2021

Bukalapak melantai di Bursa Efek Indonesia pada 6 Agustus 2021.

Pada hari pencatatan itu, BEI menyebut Bukalapak menghimpun Rp21,9 triliun, dengan harga penawaran Rp850 per saham. Pernyataan ini dikutip IDNFinancials dalam arsip pemberitaan 6 Agustus 2021.

Setelah itu, pelaporan penggunaan dana mengikuti format laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum.

Dalam Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum per 31 Desember 2024 yang ditandatangani Direktur Bukalapak Natalia Firmansyah, tertulis dana bersih hasil penawaran umum sebesar Rp21.325.831.441.351.

Pada dokumen per 31 Desember 2024 itu, Bukalapak juga memerinci realisasi pemakaian dana yang sudah berjalan dan sisa dana yang masih belum direalisasikan. Angka sisa pada akhir 2024 masih jauh lebih besar dibanding posisi akhir 2025, sejalan dengan narasi bahwa pemakaian dipercepat menjelang penutupan 2025.

Kronologi perubahan tempo juga tampak dari korespondensi dengan bursa.

Pada 7 Februari 2024, Bukalapak mengirim tanggapan atas permintaan penjelasan bursa. Dalam dokumen itu, Bukalapak menyebut rencana penggunaan dana untuk modal kerja entitas anak akan dieksekusi “selambat-lambatnya pada 31 Desember 2025”, merujuk Prospektus IPO yang diterbitkan di Jakarta pada 27 Juli 2021.

Di 2025, bursa kembali menyoroti besarnya dana yang belum dipakai.

IDXChannel pada 18 Oktober 2025 menulis, dari total dana IPO Rp21,9 triliun, Bukalapak baru merealisasikan Rp12,74 triliun atau sekitar 58,19% pada periode yang mereka rujuk. Angka ini juga sejalan dengan data posisi pertengahan 2025 yang kemudian dibandingkan dengan lonjakan realisasi pada akhir 2025.

Lalu pada kuartal terakhir 2025, IDXChannel menulis Bukalapak mempercepat penyerapan dana hingga Rp3,19 triliun. Sisa dana yang disebut masih ada pada 30 September 2025 sebesar Rp7,47 triliun, dan menyusut menjadi sekitar Rp4,3 triliun pada posisi akhir 2025 yang dirujuk media.

Cut Fika bicara soal penundaan, OJK atur pelaporan

Alasan utama yang disampaikan manajemen mengarah pada kehati-hatian dan selektivitas.

IDXChannel menuliskan, Bukalapak menyatakan pendekatan itu mempertimbangkan kondisi usaha, prioritas pengembangan, serta dinamika ekonomi dan industri. Dalam pemberitaan yang sama, disebutkan perusahaan aktif menjajaki peluang pertumbuhan dan kerja sama, tetapi peluang tersebut belum memenuhi kriteria strategis, finansial, dan profil risiko yang ditetapkan sampai akhir periode pelaporan.

Ini yang berubah: target pemanfaatan penuh sisa Dana IPO Bukalapak yang sebelumnya diarahkan selesai 31 Desember 2025 kini bergeser menjadi 31 Desember 2026, sesuai kutipan pernyataan Sekretaris Perusahaan di pemberitaan 11 Februari 2026.

Perubahan target waktu ini juga terkait kewajiban keterbukaan.

Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum memuat ketentuan bahwa emiten wajib mengungkap target waktu realisasi penggunaan dana dalam prospektus. Jika target waktu berubah, emiten wajib mengungkap perubahan itu melalui keterbukaan informasi dan menyampaikan kepada OJK paling lambat 2 hari kerja setelah keputusan ditetapkan.

Dokumen OJK yang sama juga mengatur pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum dalam RUPS tahunan sampai seluruh dana terealisasi, berikut kewajiban mengungkap sisa dana dan alasan belum terealisasi.

Belum ada konfirmasi resmi tambahan dari OJK atau BEI yang memuat penilaian spesifik terhadap perubahan target Bukalapak pada 11 sampai 12 Februari 2026, selain yang tercermin dalam pemberitaan yang mengutip keterbukaan perusahaan.

Wajib Tahu:

  1. Dana bersih IPO Bukalapak dalam laporan penggunaan dana per 31 Desember 2024 tercatat Rp21.325.831.441.351 (angka resmi dokumen laporan).

  2. Realisasi penggunaan dana per akhir Desember 2025 disebut Rp17,04 triliun atau 79,91% dari dana bersih IPO Rp21,32 triliun (kutipan keterbukaan yang diberitakan 11 sampai 12 Februari 2026).

  3. Sisa dana per akhir 2025 masih sekitar Rp4,28 triliun sampai Rp4,3 triliun (angka pemberitaan yang merujuk dokumen perusahaan).

  4. Penempatan sisa dana disebut berada di deposito, giro, dan SBN, dengan kisaran bunga atau bagi hasil 2,25% sampai 6,75% di luar giro yang ditulis berbunga 0% (rincian yang diberitakan IDXChannel).

  5. Bukalapak sebelumnya menyebut target realisasi modal kerja entitas anak “selambat-lambatnya 31 Desember 2025” dalam tanggapan ke bursa tertanggal 7 Februari 2024, sebelum kini berubah menjadi 31 Desember 2026 dalam kutipan keterbukaan terbaru.

Dana IPO Bukalapak diparkir di deposito dan SBN

Sisa dana yang belum direalisasikan tidak disebut dibiarkan menganggur.

IDXChannel menuliskan sisa dana disimpan di deposito hingga SBN, dengan rentang bunga atau bagi hasil 2,25% sampai 6,75%, di luar giro yang disebut berbunga 0%.

IDXChannel juga memberi contoh penempatan, antara lain deposito Rp1,17 triliun di Bank BRI dengan bunga 5,25%. Ada juga giro di Bank CIMB Niaga senilai Rp453,8 miliar dengan bunga 5%. Untuk Surat Berharga Negara, IDXChannel menulis portofolio SBN rupiah sebesar Rp900 miliar dengan bunga 2%.

Pola penempatan dana di instrumen berisiko rendah ini konsisten dengan pemberitaan sebelumnya.

Pada 15 Juli 2024, IDNFinancials menulis sebagian besar sisa dana IPO Bukalapak ditempatkan pada obligasi pemerintah, disertai alokasi deposito dan giro. Pada 16 Januari 2025, Bloomberg Technoz juga menulis sisa dana IPO ditempatkan di instrumen seperti giro hingga obligasi RI, merujuk keterbukaan informasi.

Ini yang perlu dicermati. Penempatan dana di deposito atau SBN menunjukkan perusahaan menjaga likuiditas sambil menunggu penggunaan. Tetapi publik investor tetap perlu menilai apakah pemakaian sisa dana ini akan berdampak pada ekspansi, akuisisi, atau strategi lain, karena manajemen menegaskan realisasi bergantung pada peluang yang memenuhi kriteria internal.

Apa artinya atau dampaknya untuk audiens. Bagi investor ritel, perubahan target ke 31 Desember 2026 berarti agenda penggunaan sisa Dana IPO Bukalapak berpotensi berlanjut sepanjang 2026. Dampaknya bisa terlihat di keterbukaan berikutnya, terutama jika ada transaksi investasi, kemitraan strategis, atau perubahan rencana yang memerlukan persetujuan pemegang saham.

Pada titik ini, manajemen menyatakan tetap mengacu pada peruntukan dana yang sudah diungkapkan sebelumnya. Publik menunggu pembaruan resmi pada laporan realisasi berikutnya dan agenda RUPS tahunan yang akan memuat pertanggungjawaban penggunaan dana, sesuai ketentuan OJK.

Tags:

BEIBUKABukalapakCut Fika LutfiDana IPOKeterbukaan InformasiOJKPasar Modal
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
Harga Emas Volatil
Previous

Harga Emas Naik Turun Tajam, Antam Rp2,947 Juta dan Spot US$5.066

Bank Raya Umumkan Pemenang Program Pesta Raya
Next

Program Pesta Raya: Bank Raya Umumkan Pemenang, Hadiah BYD Seal

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.