Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

Pihak Rusia Setuju Pembatasan Pembatasan Senjata Nuklir Asalkan AS Melakukan Hal Yang Sama
Internasional

Pembatasan Senjata Nuklir: Rusia Patuh Jika AS Juga

By Agung Leonardo
February 11, 2026 4 Min Read

Rusia menyatakan akan tetap mematuhi Pembatasan Senjata Nuklir berikut rudal dan hulu ledak strategis yang dulu diatur Perjanjian New START, dengan satu syarat: Amerika Serikat juga tidak melampaui batas yang sama.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada 11 Februari 2026 di State Duma, Moskow.

Ini penting sekarang karena New START kedaluwarsa pada 5 Februari 2026, membuat Rusia dan Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad tidak lagi terikat perjanjian pembatasan strategis yang mengikat secara hukum.

Konsekuensi paling dekat: tanpa perjanjian aktif, transparansi dan verifikasi formal makin terbatas, sementara kedua negara tetap punya ruang teknis untuk menambah pengerahan dari persediaan yang ada.

Fakta kunci yang ditegaskan Lavrov: Rusia menyebut “moratorium” pembatasan di pihaknya masih berlaku, tetapi hanya selama Amerika Serikat tidak melebihi batas yang disebutkan. Ada detail penting yang terlihat dari pernyataan resmi dan dokumen terkait: pergeseran dari pembatasan traktat menjadi pembatasan sukarela yang bersyarat.

Indeks Berita

Toggle
  • Lavrov: Pembatasan Senjata Nuklir tergantung sikap AS
  • New START berakhir 5 Februari 2026, verifikasi hilang
    • Wajib Tahu:
  • Trump tolak perpanjangan 1 tahun, PBB beri peringatan
  • Pembatasan nuklir baru dan risiko lomba senjata

Lavrov: Pembatasan Senjata Nuklir tergantung sikap AS

Dalam pernyataannya di parlemen, Lavrov menyebut Rusia akan “tetap mengamati” batas rudal dan hulu ledak sebagaimana New START, asalkan Washington melakukan hal yang sama.

Kutipan langsung Lavrov yang dikutip Reuters berbunyi: “Our position is that this moratorium on our side that was declared by the president is still in place, but only as long as the United States doesn’t exceed the said limits.”

Reuters menulis, Lavrov merujuk pada moratorium yang diumumkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Reuters tidak merinci dokumen moratorium itu dalam laporan 11 Februari 2026.

Sampai Rabu malam, belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih atau Departemen Luar Negeri Amerika Serikat tentang apakah Washington akan mengikuti pembatasan sukarela yang sama pasca-kedaluwarsa New START.

Pernyataan Lavrov muncul di tengah kekhawatiran internasional soal potensi perlombaan senjata strategis, termasuk dinamika tiga arah dengan China yang sedang memperluas arsenal nuklirnya.

New START berakhir 5 Februari 2026, verifikasi hilang

New START, perjanjian yang ditandatangani pada 2010, adalah pagar terakhir pembatasan strategis bilateral antara Washington dan Moskow. Batas utamanya dikenal luas: 1.550 hulu ledak strategis yang dikerahkan dan 700 peluncur strategis yang dikerahkan.

Perjanjian itu berakhir pada 5 Februari 2026. Reuters menyebut kedaluwarsa ini membuat dua kekuatan nuklir terbesar tidak lagi memiliki “binding constraints” untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad.

Kondisi lapangan juga sudah lama menggerus mekanisme pengawasan. Arms Control Association mencatat Rusia mengumumkan penangguhan implementasi pada 21 Februari 2023, yang berdampak pada inspeksi dan prosedur terkait.

Sejumlah lembaga analisis menilai berakhirnya perjanjian mengurangi prediktabilitas, meningkatkan risiko salah hitung, dan memperkuat dorongan “worst-case assumptions” di kedua pihak.

Ini yang berubah: sebelum 5 Februari 2026, pembatasan strategis berada dalam traktat yang mengikat dan didukung rezim verifikasi. Setelah tanggal itu, yang tersisa adalah sinyal politik dan pembatasan sukarela, termasuk moratorium bersyarat yang kini ditegaskan Lavrov.

Ada perbedaan penekanan dalam laporan media beberapa hari terakhir. France 24 melaporkan pada 4 Februari 2026 Rusia menyatakan tidak lagi terikat pembatasan saat perjanjian berakhir. Pada 11 Februari 2026, Lavrov mengatakan Rusia tetap akan menahan diri di bawah batas itu, tetapi bersyarat pada sikap Amerika Serikat. Versi yang paling otoritatif untuk posisi terbaru Rusia adalah pernyataan Lavrov di parlemen yang dikutip Reuters karena memuat kondisi “hanya selama AS tidak melebihi batas”.

Wajib Tahu:

  1. New START berakhir pada 5 Februari 2026 dan tidak bisa diperpanjang lagi melalui klausul ekstensi yang sama.

  2. Batas utama New START: 1.550 hulu ledak strategis yang dikerahkan dan 700 peluncur strategis yang dikerahkan.

  3. Rusia menangguhkan implementasi New START pada 21 Februari 2023, menurut Arms Control Association.

  4. PBB menyebut berakhirnya New START sebagai “grave moment” untuk perdamaian dan keamanan internasional, dan mendesak negosiasi kembali.

  5. Sejumlah analisis kebijakan menilai tanpa perjanjian, risiko salah persepsi dan dorongan perlombaan senjata bisa meningkat, meski skalanya bergantung pada keputusan politik masing-masing pihak.

Trump tolak perpanjangan 1 tahun, PBB beri peringatan

Sepekan sebelum kedaluwarsa, Reuters melaporkan Presiden Donald Trump menolak tawaran Rusia untuk memperpanjang pembatasan pengerahan selama satu tahun secara sukarela.

Kutipan langsung Trump yang dikutip Reuters: “Rather than extend ‘New START … we should have our Nuclear Experts work on a new, improved and modernized Treaty that can last long into the future,” tulis Trump di Truth Social.

Dalam laporan yang sama, Reuters menyebut juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Amerika Serikat akan melanjutkan pembicaraan dengan Rusia. Namun Reuters tidak menyebut ada komitmen publik Washington untuk tetap berada di bawah batas New START setelah 5 Februari 2026.

Dari pihak Rusia, Kremlin melalui Dmitry Peskov pada 5 Februari 2026 menyatakan penyesalan atas berakhirnya perjanjian dan mengatakan Rusia akan menjaga pendekatan “bertanggung jawab” terhadap stabilitas nuklir strategis.

Di tingkat multilateral, United Nations menilai momen ini serius. Reuters melaporkan Sekjen PBB António Guterres menyebut berakhirnya New START sebagai “grave moment” dan meminta Rusia serta Amerika Serikat segera kembali bernegosiasi untuk kerangka baru yang dapat diverifikasi.

Di sinilah letak unsur “pembatasan” yang dipertaruhkan. Bila pembatasan tidak lagi didukung inspeksi dan pertukaran data yang formal, pihak lain cenderung membaca setiap langkah sebagai ancaman, meski langkah itu belum tentu berarti penambahan persenjataan secara nyata.

Pembatasan nuklir baru dan risiko lomba senjata

Pernyataan Lavrov membuka skenario “pembatasan senjata nuklir” de facto yang sifatnya sukarela, tetapi rapuh karena bergantung pada tindakan timbal balik Amerika Serikat.

Jika Washington tidak menyatakan posisi dan tidak ada mekanisme verifikasi, klaim “patuh” akan sulit diuji publik. Ini memperbesar kebutuhan kanal komunikasi strategis untuk mencegah salah tafsir, terutama saat hubungan Rusia-AS tegang.

Apa artinya atau dampaknya bagi audiens: peningkatan risiko strategis global biasanya merembet ke kebijakan pertahanan, belanja militer, dan stabilitas keamanan internasional yang memengaruhi harga komoditas, pasar, serta perhitungan diplomasi banyak negara. Pada level praktis, berakhirnya kerangka verifikasi membuat informasi publik tentang pengerahan strategis dua negara cenderung makin bergantung pada intelijen, pernyataan politik, dan analisis pihak ketiga.

Langkah berikutnya masih kabur. Reuters mencatat kedua pihak menyatakan keterbukaan untuk perjanjian baru, tetapi perbedaan desain perjanjian, termasuk dorongan Washington agar China ikut, menjadi ganjalan klasik.

Untuk saat ini, indikator yang paling menentukan adalah apakah Amerika Serikat menyatakan secara terbuka akan menahan diri pada batas yang sama, atau setidaknya menegaskan kebijakan pengerahan strategisnya pasca-5 Februari 2026. Jika tidak, posisi Lavrov menyiratkan Rusia dapat mengakhiri moratorium sepihak tersebut kapan saja dengan alasan “AS melampaui batas”.

Tags:

Amerika SerikatDonald Trumpkontrol senjataNew STARTPBBPembatasan Senjata NuklirRusiaSergei Lavrov
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
Kemenkes Ungkap 70 Juta Warga Yang Ikut Cek Kesehatan Gratis Mayoritas Mengidap Hipertensi
Previous

Cek Kesehatan Gratis Tembus 70 Juta, Hipertensi Terbanyak

Satpol PP Bersihkan PKL Hingga Parkir Liar Trotoar Pancoran Glodok
Next

Trotoar Pancoran Glodok Ditertibkan, 85 Motor Kena OCP

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.