
IHSG Naik 1,26% di Sesi I ke 8.132, Sempat Singgah 8.115, Ini Penopangnya
IHSG Naik, rebound cepat dan tembus 8.100
IHSG naik pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026 di Jakarta, melanjutkan rebound setelah pembukaan sempat melemah tipis. Pada penutupan sesi I, IHSG menguat 1,26% atau naik 100,879 poin ke level 8.132,753.
Pergerakan pagi juga menunjukkan IHSG sempat berada di area 8.115. Pada pukul 09.30 WIB, IHSG tercatat menguat 1,04% ke 8.115,76.
Data waktu membuat angka persentase terlihat berbeda di beberapa laporan. Level 8.115 muncul pada fase awal sesi, sementara kenaikan 1,26% tercatat saat jeda siang (penutupan sesi I).
Yang jadi perhatian, IHSG naik ketika pasar masih membaca isu kepercayaan investor dan penilaian lembaga indeks global. Sentimen itu tidak hilang, tetapi pergerakan intraday menunjukkan pembeli kembali masuk lebih cepat.
Ada detail penting yang terlihat dari rilis media kredibel dan laporan global hari ini. Salah satunya, pembahasan soal transparansi pasar dan free float yang kembali mengemuka seiring agenda lembaga indeks internasional.
Dari sisi penopang yang terlihat jelas di data perdagangan pagi, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disorot karena memimpin transaksi dan menguat 6,67% ke level 256 per saham pada fase pagi.
Penguatan IHSG juga terlihat lewat menguatnya sektor-sektor tertentu. Dalam catatan perdagangan awal sesi, sektor basic disebut menguat 2,10%, sektor energi naik 1,55%, dan sektor properti menguat 1,30%.
Kronologi gerak IHSG dan data pendukung
IHSG membuka perdagangan Selasa, 10 Februari 2026 di kisaran 8.031. Sejumlah laporan menyebut indeks sempat bergerak di zona merah pada menit awal, lalu berbalik menguat.
Pada pukul 09.15 WIB, IHSG berada di level 8.070 atau menguat 38 poin (0,48%). Nilai transaksi saat itu tercatat Rp 2,73 triliun dengan volume 5,47 miliar lembar saham dan 341.252 kali transaksi.
Sekitar pukul 09.22 WIB, laporan lain mencatat IHSG naik 0,54% ke 8.070,87. Nilai transaksi harian disebut Rp 3,6 triliun dengan volume 8,3 miliar saham dan frekuensi 456.375 kali.
Pada pukul 09.30 WIB, IHSG bergerak lebih tinggi. Indeks naik 1,04% atau bertambah sekitar 83,89 poin ke 8.115,76. Nilai transaksi disebut Rp 4,54 triliun dan kapitalisasi pasar Rp 14.692 triliun.
Menjelang jeda siang, penguatan berlanjut. Pada penutupan sesi I (pukul 12.12 WIB), IHSG menguat 1,26% ke 8.132,753. Rentang pergerakan disebut dari 8.011 hingga 8.140 setelah dibuka di 8.031.
Sejumlah indeks lain ikut menguat pada penutupan sesi I. LQ45 naik 0,89% ke 828,234 dan JII menguat 1,73% ke 555,302.
Penguatan sesi I juga dibarengi mayoritas saham yang naik. Satu laporan mencatat 572 saham naik, 126 saham turun, dan 118 stagnan.
Wajib Tahu:
IHSG naik 1,26% di sesi I ke 8.132,753 pada Selasa, 10 Februari 2026 (pukul 12.12 WIB).
Level 8.115 muncul pada fase pagi. Pada pukul 09.30 WIB, IHSG tercatat 8.115,76 atau naik 1,04%.
BUMI disorot dan menguat 6,67% ke 256 per saham pada fase pagi, disebut memimpin transaksi dengan volume besar.
Transaksi pagi sempat Rp 4,54 triliun dan kapitalisasi pasar Rp 14.692 triliun (berdasarkan ringkasan data pagi).
Rentang sesi I: 8.011 sampai 8.140 setelah pembukaan sekitar 8.031. Ini penting untuk membaca volatilitas intraday.
Ini yang perlu dicermati: angka persen yang beredar di publik hari ini bergantung pada timestamp. Data pukul 09.15 WIB, 09.22 WIB, 09.30 WIB, dan penutupan sesi I menunjukkan IHSG naik bertahap, sehingga perbedaan 1,04% versus 1,26% bukan kontradiksi, melainkan beda waktu pengukuran.
Respons analis dan sentimen global yang ikut mengangkat
Analis teknikal menilai ruang penguatan masih ada, tetapi risiko koreksi tetap melekat.
Dari riset harian yang dikutip media, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut: “Namun, waspadai akan ada peluang koreksi ke 7.785-7.904.”
Laporan lain mengutip riset CGS International Sekuritas Indonesia: “IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.870-7.950 dan resistance 8.110-8.190.”
Dari faktor pendorong yang disebut media, ada kombinasi sentimen global dan domestik. Laporan pagi menyebut penguatan Wall Street dan naiknya harga komoditas sebagai sentimen positif.
Pasar global hari ini juga ramai oleh berita penundaan review indeks Indonesia oleh FTSE Russell, yang ikut menambah fokus investor pada isu transparansi dan free float.
Reuters melaporkan penundaan itu berkaitan dengan kekhawatiran soal keterlacakan kepemilikan saham dan kualitas data free float, serta menyebut pemerintah menjanjikan reformasi aturan, termasuk memperketat disclosure dan menaikkan persyaratan free float.
Dalam laporan pasar global hari yang sama, saham Indonesia disebut tetap naik sekitar 1% meski kabar penundaan review keluar.
Sementara itu, masih ada arus jual asing yang dicatat media. Salah satu laporan menyebut investor asing membukukan penjualan bersih Rp 599,51 miliar, dengan saham yang disebut antara lain BBCA, BBRI, BUMI, HRTA, dan NCKL.
Belum ada pernyataan resmi dari otoritas bursa dalam sumber yang terbuka di publik hari ini untuk menjelaskan satu narasi tunggal soal “saham penopang” versi otoritas. Karena itu, daftar yang muncul di media harus dibaca sebagai sorotan perdagangan, bukan keputusan resmi bursa.
Apa artinya bagi investor dan apa berikutnya
IHSG naik di atas 8.100 memberi sinyal risk appetite kembali muncul, setidaknya intraday. Ini paling terasa bagi investor ritel yang memantau indeks sebagai barometer sentimen.
Dampak paling dekat untuk publik: pergerakan indeks mempengaruhi psikologi pasar, harga reksa dana saham, dan strategi average down atau take profit pada saham-saham likuid. Kenaikan bertahap dari 8.070 menuju 8.115 lalu 8.132 menunjukkan pembeli merespons cepat ketika indeks kembali menembus level psikologis 8.100.
Ini yang berubah: narasi pasar hari ini tidak hanya soal angka IHSG naik, tetapi juga soal kualitas pasar. Penundaan review oleh FTSE Russell dan sorotan lembaga indeks lain membuat isu free float dan transparansi kembali jadi agenda, sehingga pergerakan naik belum otomatis berarti volatilitas hilang.
Untuk pelaku pasar, fokus berikutnya ada pada dua hal.
Pertama, apakah penguatan bertahan sampai penutupan sesi II. Data yang tersedia pada saat artikel ini disusun baru sampai penutupan sesi I dan ringkasan pagi dari beberapa media.
Kedua, bagaimana tindak lanjut reformasi aturan yang disebut dalam laporan global. Reuters menyebut reformasi disclosure dan free float akan disampaikan ke penyedia indeks, yang akan mempengaruhi persepsi investor institusi dan aliran dana pasif.
Di level teknikal, analis menempatkan area support dan resistance yang jelas, sekaligus mengingatkan potensi koreksi jangka pendek. Itu artinya, IHSG naik hari ini tidak otomatis menghapus risiko swing yang masih tinggi.
Penutupnya tegas: IHSG naik dengan ritme cepat dari pagi hingga sesi I, dan level 8.115 sempat terlihat sebelum indeks menutup jeda siang di 8.132. Saham BUMI menonjol di fase pagi, sementara sentimen global dan agenda lembaga indeks ikut membentuk konteks. Arah sesi II akan menentukan apakah penguatan ini sekadar rebound intraday atau berlanjut menjadi reli harian.