Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

Presiden Rusia Vladimir Putin Tak Akan Hadiri Pertemuan Pertama Board Of Peace
Internasional

Pertemuan Pertama Board Of Peace 19 Februari, Kremlin Pastikan Putin Absen

By Agung Leonardo
February 12, 2026 5 Min Read

Indeks Berita

Toggle
  • Trump Jadwalkan Pertemuan Pertama Board Of Peace di Washington
  • Kremlin: Putin Absen di Pertemuan 19 Februari
    • Wajib Tahu:
  • PBB dan Gedung Putih Jelaskan Mandat Board Of Peace
  • Dampak ke Gaza dan Diplomasi Rusia-AS Setelahnya

Trump Jadwalkan Pertemuan Pertama Board Of Peace di Washington

Pertemuan Pertama Board Of Peace dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026 di Washington, Amerika Serikat. Reuters melaporkan pemerintah AS mengonfirmasi jadwal itu, dengan rencana lokasi di U.S. Institute of Peace, Washington, DC. Sumber AP dan PBS juga menyebut tanggal dan lokasi yang sama.

Pertemuan ini diproyeksikan menjadi forum tingkat pemimpin. Fokusnya disebut mengarah pada penggalangan dana dan pengaturan langkah lanjutan untuk rekonstruksi Gaza, sejalan dengan mandat yang dikaitkan dengan rencana perdamaian Gaza yang dipromosikan Presiden AS Donald Trump.

Bagi publik, konsekuensi terdekatnya adalah arah kebijakan dan pendanaan internasional untuk Gaza bisa ditentukan lewat pertemuan ini. Agenda dan daftar undangan juga menjadi indikator siapa saja negara yang bersedia mengikuti kerangka Trump, dan siapa yang menjauh.

Fakta kunci yang sudah dikonfirmasi lintas sumber: tanggal 19 Februari 2026 dan lokasi di Washington, DC disebut dalam laporan Reuters dan AP, sementara rujukan ke U.S. Institute of Peace muncul dalam laporan Reuters dan Axios.

Ada detail penting yang terlihat dari rilis resmi, daftar agenda, atau dokumen terkait. Dokumen PBB tentang Resolusi Dewan Keamanan 2803 (2025) dan rilis Gedung Putih menempatkan Board of Peace dalam kerangka pascaperang Gaza, termasuk kewenangan dan bentuk kerja sama yang diakui dalam dokumen.

Di titik ini, isu utama yang menyertai Pertemuan Pertama Board Of Peace bukan hanya siapa yang datang, tetapi juga siapa yang menolak hadir.

Kremlin: Putin Absen di Pertemuan 19 Februari

Kremlin menyatakan tidak akan mengirim perwakilan untuk menghadiri Pertemuan Pertama Board Of Peace pada 19 Februari 2026 di Washington. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada media Rusia RTVI, lalu dikutip kantor berita Rusia TASS dan Anadolu Agency.

“No one from the Kremlin is planning anything,” kata Peskov, menurut Anadolu Agency, saat ditanya soal rencana kehadiran pada pertemuan di Washington. TASS juga memuat pernyataan serupa: “No one from the Kremlin [plans to participate].”

Dengan formulasi itu, Putin secara praktis dipastikan tidak hadir karena Kremlin menyebut tidak ada agenda kehadiran dari pihak Kremlin. Namun, Peskov menambahkan bahwa topik Board of Peace masih dipelajari oleh Kementerian Luar Negeri Rusia.

Di sisi “kenapa”, itu berarti Moskow belum menutup pintu untuk membahas bentuk keterlibatan, tetapi memilih tidak muncul pada pertemuan perdana. Dalam kerangka 5W1H, “siapa” yang berbicara jelas, Peskov sebagai juru bicara presiden Rusia. “Apa” yang disampaikan adalah absen dari pertemuan perdana, dan “bagaimana” sikap itu disalurkan lewat wawancara ke RTVI dan pernyataan yang dikutip media.

Ini yang perlu dicermati: sebagian narasi publik memakai frasa “Putin menolak hadir” sebagai putusan final. Sementara versi Peskov, seperti termuat di TASS dan Anadolu Agency, menekankan “tidak ada rencana dari Kremlin” dan “masih dipelajari” oleh Kemenlu Rusia. Secara makna, hasilnya sama untuk 19 Februari 2026, Rusia tidak hadir. Tetapi status keputusan jangka panjang tentang keanggotaan atau bentuk keterlibatan tetap belum jelas karena belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Rusia soal keputusan final.

Perbedaan lain muncul sebelumnya, pada Januari 2026, ketika Reuters melaporkan Trump mengatakan Putin “sudah menerima” undangan. “He was invited. He’s accepted,” kata Trump kepada wartawan di Davos, menurut Reuters. Reuters juga melaporkan Putin merespons cepat dan menyatakan undangan itu “masih dipertimbangkan” dan sedang dipelajari oleh Kementerian Luar Negeri Rusia.

Rangkaian pernyataan ini menjelaskan konteks “bagaimana” isu undangan Rusia bergerak. Ada klaim Trump tentang “accepted”, lalu bantahan fungsional dari pihak Rusia yang menyebut “under consideration”, lalu penegasan terbaru bahwa Kremlin tidak datang pada pertemuan perdana.

Wajib Tahu:

  • Pertemuan Pertama Board Of Peace dijadwalkan 19 Februari 2026 di Washington, DC (Reuters, AP).

  • Kremlin menyatakan tidak ada rencana kehadiran dari pihak Kremlin, termasuk tidak mengirim perwakilan (TASS, Anadolu Agency).

  • Peskov menegaskan topik Board of Peace masih dipelajari oleh Kementerian Luar Negeri Rusia (TASS, Anadolu Agency).

  • Trump sempat menyatakan Putin “accepted” undangan, tetapi Reuters melaporkan Putin menyebut undangan masih dipertimbangkan.

  • Board of Peace disebut terkait mandat PBB melalui Resolusi DK PBB 2803 (2025) dan rilis Gedung Putih yang mengaitkannya dengan rencana Gaza.

PBB dan Gedung Putih Jelaskan Mandat Board Of Peace

Pertemuan Pertama Board Of Peace tidak berdiri sendiri. Ada landasan dokumen yang kerap dirujuk, yaitu Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025) yang diadopsi pada 17 November 2025.

Dokumen resolusi itu tersedia di portal dokumen PBB (docs.un.org) dan Perpustakaan Digital PBB. Ringkasan PBB melalui siaran pers juga menyebut resolusi tersebut mengesahkan kerangka pembentukan badan dan pengaturan stabilisasi internasional di Gaza.

Dari sisi AS, rilis Gedung Putih pada Januari 2026 menyebut Board of Peace sebagai bagian dari implementasi rencana pemerintahan Trump untuk mengakhiri konflik Gaza. Rilis Gedung Putih juga menyebut keselarasan rencana itu dengan Resolusi DK PBB 2803 (2025).

Dalam artikel resmi Gedung Putih tentang ratifikasi piagam Board of Peace di Davos, Trump menyatakan: “This Board has the chance to be one of the most consequential bodies ever created.” Kutipan itu muncul dalam materi resmi Gedung Putih yang merangkum pidato di seremoni ratifikasi.

Sementara itu Reuters melaporkan pertemuan 19 Februari 2026 akan berfungsi juga sebagai ajang penggalangan dana untuk rekonstruksi Gaza. Reuters juga menulis adanya keraguan sejumlah negara sekutu Barat terhadap struktur Board of Peace dan kekhawatiran soal potensi tumpang tindih dengan PBB.

Data pendukung lain datang dari laporan Reuters hari ini yang menyebut Israel bergabung ke Board of Peace, disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Laporan Reuters itu sekaligus menegaskan kembali bahwa Pertemuan Pertama Board Of Peace dijadwalkan di Washington dan fokus pertemuan terkait Gaza.

Di luar mandat formal, sejumlah media internasional dan analis menyoroti perdebatan politiknya. The Guardian menulis banyak demokrasi Barat enggan bergabung karena struktur dan tata kelola yang dipersepsikan memberi kontrol besar pada Trump.

Untuk “di mana” dan “bagaimana” Pertemuan Pertama Board Of Peace berlangsung, Reuters menyebut lokasi di Washington, DC, dan Axios lebih spesifik mengarah ke U.S. Institute of Peace. AP dan PBS juga menulis agenda pertemuan difokuskan pada pembahasan Gaza dan penggalangan dana.

Dampak ke Gaza dan Diplomasi Rusia-AS Setelahnya

Absennya Rusia pada Pertemuan Pertama Board Of Peace berpotensi memengaruhi dua jalur sekaligus. Jalur pertama adalah jalur kerja Board of Peace yang ingin mengunci komitmen pendanaan, rekonstruksi, dan tata kelola pascaperang Gaza. Jalur kedua adalah jalur diplomasi Rusia-AS yang belakangan berjalan di beberapa meja isu, dari keamanan strategis hingga dinamika konflik kawasan.

Apa artinya atau dampaknya untuk audiens: jika Board of Peace benar-benar menjadi kanal pendanaan dan penentuan proyek rekonstruksi, keputusan siapa yang hadir akan memengaruhi aliran uang, kontrak, dan prioritas bantuan di Gaza. Bagi komunitas internasional, komposisi peserta juga menjadi sinyal apakah skema ini akan diperlakukan sebagai instrumen PBB yang “dibantu” negara anggota, atau sebagai forum politik yang dipimpin AS.

Untuk Rusia, pesan yang muncul dari pernyataan Peskov adalah “tahan dulu”. Kremlin tidak datang pada pertemuan perdana, sambil mengatakan Kemenlu masih mempelajari topik. Itu membuka dua kemungkinan yang sama-sama belum terkonfirmasi resmi: Rusia bisa tetap di luar, atau Rusia masuk dengan format berbeda, misalnya hanya melalui jalur diplomatik Kemenlu, bukan tingkat Kremlin.

Soal “apa berikutnya”, indikator paling konkret ada pada dua hal. Pertama, agenda resmi 19 Februari 2026, termasuk daftar peserta dan level perwakilan, apakah kepala negara, menteri, atau utusan khusus. Kedua, apakah ada pernyataan tertulis dari Kementerian Luar Negeri Rusia setelah pertemuan perdana yang menjelaskan posisi final.

Sampai Kamis, 12 Februari 2026, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Rusia yang memutuskan status keanggotaan Rusia di Board of Peace. Yang tersedia baru pernyataan Peskov bahwa Kremlin tidak berencana hadir pada pertemuan perdana dan topik masih dipelajari.

Dalam waktu dekat, dinamika Board of Peace juga dipengaruhi oleh keputusan negara lain. Reuters melaporkan Polandia dan Italia menyatakan tidak akan bergabung, sementara Reuters juga melaporkan Israel menyatakan bergabung. Perubahan daftar dukungan ini kemungkinan menjadi bahan pembicaraan utama menjelang Pertemuan Pertama Board Of Peace.

Tags:

Donald TrumpGazaKremlinPBBPertemuan Pertama Board Of PeaceUNSC Resolution 2803Vladimir PutinWashington DC
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
Toko Emas Terbakar Di Duga Akibat Molotov
Previous

Toko Emas Terbakar di Somba Opu Makassar, Perempuan Diduga Lempar Molotov Diamankan

Kapolri Ungkap Pemain Judi Online Kebanyakan Kalangan Pelajar Dan Mahasiswa
Next

Kapolri: Pemain Judi Online Didominasi Pelajar dan Mahasiswa

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.