Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

PusatFocus - Badai Musim Dingin Landa AS, 14.000 Penerbangan Batal
Internasional

Badai Musim Dingin Lumpuhkan AS, Lebih dari 14.000 Penerbangan Dibatalkan

By Agung Leonardo
January 25, 2026 5 Min Read

Pusat Focus – Papan informasi di bandara berubah jadi deretan kata yang paling dibenci pelancong: cancelled. Di sebagian terminal, antrean mengular bukan di konter check-in, melainkan di meja layanan pelanggan. Telepon maskapai penuh. Aplikasi perjalanan terus memunculkan notifikasi.

Amerika Serikat sedang diguncang Badai Musim Dingin yang membuat sistem penerbangan nasional seperti tersedak. Hingga akhir pekan ini, pembatalan penerbangan menembus angka belasan ribu. Data yang dikutip sejumlah media dari FlightAware menunjukkan pembatalan mendekati 15.000 penerbangan sampai Senin (26 Januari 2026 waktu setempat). Angka konservatif yang beredar luas menyebut “lebih dari 14.000 penerbangan” batal.

Mengapa penting sekarang? Karena gangguan bukan cuma soal orang yang tertahan di bandara. Ketika penerbangan rontok di hub besar, dampaknya merembet ke jaringan nasional, lalu menular ke pengiriman kargo, jadwal bisnis, hingga biaya logistik yang pada akhirnya bisa ikut terasa di luar Amerika.

Bagi pembaca Indonesia, dampak paling dekat ada pada dua hal. Pertama, penumpang yang terhubung ke rute Amerika, termasuk mahasiswa, pekerja, atau transit panjang lewat hub AS. Kedua, rantai pasok, terutama kiriman cepat bernilai tinggi yang biasa ikut pesawat penumpang. Di bagian tengah tulisan ini, ada detail yang kerap luput: badai dingin kali ini juga menekan sektor energi, dan itu bisa mengubah sentimen harga bahan bakar secara global.

Indeks Berita

Toggle
  • Bandara Lumpuh, Angka Pembatalan Menembus 14.000
  • Kronologi Singkat dan Peta Wilayah yang Paling Terpukul
    • Wajib Tahu:
  • Energi dan Infrastruktur Ikut Terpukul, Bukan Sekadar Urusan Tiket
  • Apa Artinya untuk Indonesia: Penumpang, Kargo, dan Sentimen Harga Energi

Bandara Lumpuh, Angka Pembatalan Menembus 14.000

Sumber angka pembatalan yang paling sering dipakai dalam laporan media internasional datang dari FlightAware, pelacak penerbangan yang memantau pembatalan dan keterlambatan secara real time. Dalam rangkuman MarketWatch, FlightAware mencatat perkiraan pola pembatalan yang tajam: sekitar 700 penerbangan batal pada Jumat (23 Januari 2026), sekitar 3.800 penerbangan pada Sabtu (24 Januari 2026), lebih dari 8.500 penerbangan pada Minggu (25 Januari 2026), dan hampir 1.500 penerbangan pada Senin (26 Januari 2026). Jika dijumlah, skalanya masuk kategori “lebih dari 14.000” dan mendekati 15.000 penerbangan.

Reuters pada Sabtu (24 Januari 2026) juga melaporkan lebih dari 4.000 penerbangan batal untuk jadwal Sabtu, dengan lebih dari 9.400 penerbangan yang semula dijadwalkan Minggu ikut dibatalkan. Itu menggambarkan betapa cepatnya operasi maskapai berubah ketika prakiraan cuaca memburuk dan bandara mulai membatasi kapasitas.

Di sisi lain, angka “hari ini” bisa terlihat berbeda, tergantung jam pembaruan dan definisi (pembatalan untuk jadwal hari itu saja, atau akumulasi hingga beberapa hari ke depan). Di laman statistik FlightAware, pembatalan “hari ini” tercatat ribuan penerbangan, dan angka tersebut bergerak dinamis. Itulah sebabnya beberapa media menulis “lebih dari 14.000” sebagai angka aman, sementara yang lain menulis “hampir 15.000”.

Maskapai besar melakukan langkah berlapis. Delta, misalnya, membatalkan tambahan penerbangan di Atlanta dan sejumlah hub Pantai Timur, sambil mendorong penumpang mengubah jadwal lebih awal. Reuters mencatat langkah serupa dilakukan maskapai lain yang mengeluarkan travel waiver demi mengurai penumpukan.

Kronologi Singkat dan Peta Wilayah yang Paling Terpukul

Yang membuat Badai Musim Dingin ini berbahaya adalah kombinasi. Salju, hujan beku, dan angin kencang bertemu suhu yang jatuh tajam. Reuters menggambarkan badai membentang dari wilayah Rockies hingga Pantai Atlantik, dengan udara Arktik mendorong suhu ekstrem dan ancaman wind chill yang membahayakan.

Laporan The Guardian menyebut puluhan juta penduduk berada dalam peringatan cuaca musim dingin, dengan risiko es yang dapat mematahkan dahan, merobohkan jaringan listrik, dan membuat jalan menjadi perangkap licin. Dalam kondisi seperti itu, penutupan jalan atau pembatasan operasi bandara bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Ini yang berubah dan ini yang perlu dicermati: badai besar sering tidak “selesai” ketika saljunya berhenti. Setelah presipitasi lewat, suhu rendah membuat es bertahan lebih lama. Bandara butuh waktu untuk de-icing, memulihkan jadwal kru, dan menormalkan arus pesawat yang sudah terlanjur keluar posisi. Dampak paling melelahkan biasanya justru muncul pada fase pemulihan, ketika penumpang berebut kursi dan sistem reservasi penuh.

Wajib Tahu:

  1. Pembatalan masif terjadi karena hub-hub besar terdampak bersamaan. Ketika Dallas-Fort Worth, Atlanta, Charlotte, dan koridor Pantai Timur terganggu, efek domino menjalar ke seluruh jaringan.

  2. Angka pembatalan berbeda antar laporan karena ada yang menghitung “hingga Senin”, ada yang hanya menghitung “hari ini”. Rujukan yang paling sering dipakai adalah FlightAware.

  3. Gangguan cuaca membuat maskapai mengeluarkan travel waiver. Penumpang disarankan mengubah jadwal sebelum berangkat ke bandara untuk menghindari antrean panjang.

  4. Jika penerbangan dibatalkan dan penumpang memilih tidak berangkat, aturan DOT Amerika menyebut penumpang berhak atas refund dalam kondisi tertentu. Detailnya bergantung apakah menerima rebooking atau kompensasi lain.

Energi dan Infrastruktur Ikut Terpukul, Bukan Sekadar Urusan Tiket

Badai ini tidak berhenti di landasan pacu. Reuters melaporkan lebih dari 230.000 pelanggan sempat kehilangan listrik di beberapa negara bagian, termasuk Louisiana, Mississippi, dan Texas. Ini tipe gangguan yang cepat memukul layanan publik, toko, pemanas rumah, dan tentu saja operasi bandara.

Yang lebih penting untuk ekonomi global: sektor energi ikut terguncang. Reuters menyebut output minyak mentah Amerika berpotensi turun sekitar 300.000 barel per hari, dengan Permian Basin diperkirakan kehilangan sekitar 200.000 barel per hari. Di sisi gas alam, produksi disebut bisa turun dalam skala puluhan miliar kaki kubik dalam hitungan pekan.

Dalam pasar bahan bakar, Reuters juga menyoroti kenaikan harga diesel (ULSD futures) sekitar 3 persen ke kisaran 2,44 dolar AS per galon, seiring kebutuhan pemanas meningkat dan distribusi bisa terganggu di beberapa titik logistik.

Dua kalimat yang perlu diingat: badai cuaca ekstrem sering mengerek “premi risiko”, dan energi adalah saluran penularannya yang paling cepat.

Apa Artinya untuk Indonesia: Penumpang, Kargo, dan Sentimen Harga Energi

Untuk Indonesia, Badai Musim Dingin di AS tidak otomatis berarti gangguan langsung di Tanah Air. Namun ada dampak yang realistis.

Pertama, perjalanan lintas Pasifik. WNI yang terbang ke AS, atau transit melalui bandara-bandara Amerika, berisiko terkena pembatalan beruntun karena pesawat dan kru berpindah jadwal. Efeknya kadang terasa bahkan bagi penumpang yang berangkat dari kota yang cuacanya cerah, karena pesawat yang seharusnya menjemput mereka tertahan di lokasi lain.

Kedua, kargo udara. Banyak komoditas bernilai tinggi dan berdimensi kecil bergerak lewat belly cargo pesawat penumpang. Ketika ribuan penerbangan batal, kapasitas kargo mengempis dan barang harus antre atau dialihkan. Dampak di Indonesia bisa muncul dalam bentuk keterlambatan komponen tertentu, dokumen, atau pengiriman cepat yang waktunya ketat. Ini tidak selalu terlihat di headline, tetapi pelaku logistik biasanya merasakannya lebih dulu.

Ketiga, sentimen energi. Indonesia masih sensitif terhadap pergerakan harga minyak dan bahan bakar jadi. Ketika pasar membaca gangguan produksi minyak dan gas di AS akibat cuaca ekstrem, harga bisa bergerak bukan hanya karena suplai fisik, tetapi juga karena persepsi risiko. Reuters sudah memberi sinyal gangguan produksi dan tekanan harga diesel.

Bagi publik, ada satu hal praktis yang bisa dijadikan pegangan jika punya perjalanan yang terdampak cuaca: aturan Departemen Perhubungan AS menjelaskan skema refund ketika penerbangan dibatalkan atau berubah signifikan, terutama jika penumpang tidak menerima rebooking atau kompensasi alternatif. Ini relevan untuk WNI yang membeli tiket rute ke atau dari AS.

Ke depan, perhatian tertuju pada dua hal. Pertama, fase pemulihan bandara, karena di sanalah pembatalan lanjutan sering muncul. Kedua, dampak lanjutan ke energi dan jaringan listrik di negara bagian yang tidak terbiasa menghadapi es tebal. Angka pembatalan boleh turun saat cuaca membaik, tetapi ekor dampaknya bisa lebih panjang dari yang dibayangkan.

Hobi Games ? 

Top Up Game Murah Disini

Tags:

Amerika SerikatBadai Musim Dinginbandaracuaca ekstremFlightAwareharga energilistrik padampembatalan penerbangan
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
PusatFocus - Kasus Kematian Lula Lahfah
Previous

Lula Lahfah Meninggal, Polisi Masih Tunggu Hasil Uji Lab dan Visum RS Fatmawati

IHSG Lanjut Ngegas, Ditutup Posisi Hijau
Next

IHSG Bangkit Mendadak 1,57% Setelah Dibuka Merah, Rebound Ini Tahan Uji atau Sekadar Tarikan Napas?

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.