
Sunderland Vs Crystal Palace: Jadwal 17 Januari 2026, Jam Tayang Indonesia, Form 5 Laga, H2H, dan Prediksi
Pusat Focus – Satu laga yang kelihatannya “biasa”, tapi datanya bilang ini potensi malam panjang. Sunderland Vs Crystal Palace digelar Sabtu, 17 Januari 2026 di Premier League (pekan 22), dan buat penonton Indonesia, kickoff-nya pas jam prime time: 22.00 WIB. Ini bukan sekadar duel papan tengah. Ini duel yang menguji kesabaran: dua tim sama-sama sedang mencari kemenangan lagi, sementara daftar absen dan isu rotasi bikin pertandingan makin sulit ditebak.
Kickoff resmi tercatat 15.00 GMT (15.00 UTC). Artinya: 22.00 WIB, 23.00 WITA, dan 00.00 WIT pada 18 Januari 2026. Laga dimainkan di Stadium of Light, Sunderland (kota Sunderland, Inggris).
Kenapa penting sekarang? Karena “angka kecil” di tabel bisa mengubah mood satu bulan ke depan. Di data pertandingan yang sama, Sunderland tercatat posisi 10 sementara Crystal Palace posisi 13. Selisihnya tipis, dan ini tipe laga yang sering disebut “6 poin” bukan karena nilainya dobel, tapi karena efek psikologinya: menang bikin napas lega, kalah bikin tekanan nempel sampai pekan berikutnya.
Dampak buat pembaca Indonesia jelas: jam tayang nyaman, dan akses resmi juga jelas. Untuk wilayah Indonesia, hak siar Premier League berada di grup EMTEK (resmi dari daftar broadcaster liga), dan untuk pertandingan ini Vidio sudah memasang listing laga Sunderland Vs Crystal Palace dengan jadwal 22.00 WIB. Jadwal harian siaran bola di Indonesia juga memuat laga ini sebagai tayangan Vidio.
Ada detail yang baru kebuka lebih terang di bagian tengah: bukan cuma soal siapa yang absen, tapi soal bagaimana rotasi Crystal Palace dan absennya beberapa pemain bisa mengubah struktur duel di sayap, area yang biasanya jadi “jalur cepat” Palace era Oliver Glasner.
Jadwal, venue, dan cara nonton di Indonesia
Kompetisi: Premier League 2025-2026, pekan 22.
Tanggal: Sabtu, 17 Januari 2026.
Kickoff: 15.00 GMT (15.00 UTC) = 22.00 WIB, 23.00 WITA, 00.00 WIT (18 Januari 2026).
Venue: Stadium of Light, Sunderland, Inggris.
Siaran/streaming Indonesia:
Pemegang hak siar wilayah Indonesia: EMTEK (daftar broadcaster resmi Premier League).
Platform yang sudah menayangkan listing laga: Vidio (tertulis “17 JAN – 22:00 WIB”).
Catatan redaksi: pembagian tayangan TV free-to-air bisa berubah per pekan. Untuk kepastian kanal TV, rujukan paling aman tetap halaman jadwal resmi di aplikasi/platform pemegang hak siar.
Klasemen sementara, tren gol, dan “ritme” yang mengkhawatirkan
Data “season so far” di match centre Crystal Palace menempatkan Sunderland di posisi 10 dan Crystal Palace di posisi 13 menjelang laga ini. Di halaman yang sama, rata-rata gol juga cenderung ketat: Sunderland 1,00 gol per pertandingan dan kebobolan 1,05 gol per pertandingan; Palace 1,05 gol per pertandingan dan kebobolan 1,10 gol per pertandingan. Angkanya seperti mengarahkan kita ke satu kesimpulan: margin tipis, satu momen bisa menentukan.
Tren paling “keras” datang dari konteks form: listing Vidio bahkan menulis dua tim “mencari kemenangan setelah tidak meraihnya dalam 5 laga terakhir”. Untuk konteks liga, data hasil memang memperlihatkan laju yang seret: Sunderland menahan Manchester City 0-0, seri dengan Tottenham 1-1, seri dengan Leeds 1-1, lalu kalah 0-3 dari Brentford; Palace seri 0-0 lawan Aston Villa, kalah 0-2 dari Newcastle, seri 1-1 lawan Fulham, kalah 0-1 dari Tottenham.
Wajib Tahu:
Kickoff Indonesia di prime time: 22.00 WIB (23.00 WITA, 00.00 WIT 18 Januari 2026).
Venue dan kapasitas besar: Stadium of Light tercatat berkapasitas 49.000 kursi di data pertandingan FotMob.
H2H terbaru sudah terjadi musim ini: pertemuan 13 September 2025 berakhir 0-0 di Selhurst Park.
Palace membuka opsi rotasi besar: Glasner pernah menyebut timnya bisa menurunkan dua starting XI berbeda pada periode padat, konteks yang relevan jelang jadwal beruntun.
Daftar absen bisa mengubah peta sayap Palace: update klub menyinggung solusi wing-back kanan plus status Nathaniel Clyne.
Rekam 5 laga terakhir dan head-to-head
Berikut ringkasan 5 pertandingan terakhir (semua kompetisi) berdasarkan halaman results ESPN:
Sunderland (5 laga terakhir):
| Tanggal | Kompetisi | Laga | Skor |
|---|---|---|---|
| 10 Januari 2026 | FA Cup | Everton vs Sunderland | 1-1 (Sunderland menang adu penalti) |
| 4 Januari 2026 | Premier League | Brentford vs Sunderland | 3-0 |
| 29 Desember 2025 | Premier League | Tottenham vs Sunderland | 1-1 |
| 1 Januari 2026 | Premier League | Sunderland vs Man City | 0-0 |
| 28 Desember 2025 | Premier League | Sunderland vs Leeds | 1-1 |
Crystal Palace (5 laga terakhir):
| Tanggal | Kompetisi | Laga | Skor |
|---|---|---|---|
| 10 Januari 2026 | FA Cup | Macclesfield vs Crystal Palace | 2-1 |
| 7 Januari 2026 | Premier League | Crystal Palace vs Aston Villa | 0-0 |
| 4 Januari 2026 | Premier League | Newcastle vs Crystal Palace | 2-0 |
| 28 Desember 2025 | Premier League | Crystal Palace vs Fulham | 1-1 |
| 26 Desember 2025 | Premier League | Crystal Palace vs Tottenham | 0-1 |
Catatan konteks: Palace baru saja mengalami kejutan di FA Cup. Reuters menuliskan Macclesfield menyingkirkan Palace 2-1 sebagai giant-killing besar, yang bisa berdampak ke mental sekaligus cara Glasner memilih rotasi untuk kembali stabil di liga.
Head-to-head terakhir (maksimal 3 pertemuan):
13 September 2025: Crystal Palace 0-0 Sunderland (Premier League).
4 Februari 2017: Crystal Palace 0-4 Sunderland (Premier League).
24 September 2016: Sunderland 2-3 Crystal Palace (Premier League).
Kabar skuad terbaru, absensi, dan arah taktik
Bagian ini yang paling rawan “bias preview”, jadi redaksi pegang aturan: hanya yang ada sumbernya.
Sunderland: daftar cedera resmi Premier League mencantumkan Ajibola Alese (bahu) dan Bertrand Traore (knock) dalam status cedera.
Di sisi lain, FotMob menandai Habib Diarra dan Chemsdine Talbi sebagai absen karena tugas internasional, serta Alese karena cedera.
Artinya, skenario Sunderland bisa berubah di dua area: kedalaman lini belakang (kalau Alese belum siap) dan energi lini tengah bila ada pemain pergi karena agenda internasional.
Crystal Palace: di sini ada poin penting: update resmi klub pada 6 Januari 2026 menyebut Jefferson Lerma telah melewati protokol gegar otak dan “available” untuk laga melawan Sunderland, sementara Nathaniel Clyne “may miss Sunderland game” karena cedera.
Namun, FotMob masih menandai Lerma sebagai “injury” dan memasukkan sejumlah nama lain sebagai absen (cedera atau tugas internasional). Karena ada potensi perbedaan antar agregator, redaksi memprioritaskan rilis klub sebagai yang lebih otoritatif untuk status Lerma dan Clyne.
Arah taktik yang paling mungkin: FotMob memproyeksikan Sunderland dengan 4-2-3-1 dan Palace dengan 3-4-2-1, selaras dengan identitas Glasner yang menonjolkan wing-back dan dua gelandang serang di belakang striker.
Crystal Palace juga pernah membahas “solusi wing-back kanan” di kanal resmi, memberi sinyal betapa krusialnya sektor sayap bagi struktur mereka.
Ini yang perlu dicermati:
Pertama, duel sayap. Palace hidup dari lebar lapangan, tapi kalau wing-back kanan tidak ideal (atau harus improvisasi), Sunderland bisa menarget area itu dengan transisi cepat. Kedua, ritme gol yang tipis: rata-rata gol kedua tim berkisar 1 gol per pertandingan, jadi gol pertama bisa mengubah total game plan dari menit 20 sampai 90.
Ketiga, risiko kartu dan set piece: laga dengan margin kecil sering diputuskan bola mati, dan ini juga tipe pertandingan yang membuat satu tekel terlambat jadi mahal karena ritme menegang ketika skor masih “hidup”.
Prediksi/Analisis: formasi, line up, dan skor
Label ini analisis, bukan fakta. Semua pijakan datanya jelas: jadwal, tren hasil, rata-rata gol, dan daftar absen yang tersumber.
Prediksi formasi:
Sunderland: 4-2-3-1 (sesuai proyeksi FotMob).
Crystal Palace: 3-4-2-1 (sesuai proyeksi FotMob dan konteks wing-back Palace).
Prediksi line up (Skenario 1, jika mayoritas pemain kunci fit sesuai proyeksi FotMob):
Sunderland: Roefs; Hume, Mukiele, Ballard, Alderete; Xhaka, Geertruida; Rigg, Le Fee, Adingra; Brobbey.
Crystal Palace: Henderson; Canvot, Lacroix, Guéhi; Devenny, Wharton, Hughes, Mitchell; Johnson, Pino; Mateta.
Prediksi line up (Skenario 2, jika Lerma benar-benar siap bermain):
Palace berpotensi memasukkan Lerma untuk menambah kontrol duel kedua dan menstabilkan build-up, terutama jika laga berjalan ketat dan butuh “pengunci” di tengah. Dasarnya: status Lerma dinyatakan tersedia oleh klub.
Prediksi skor: Sunderland 1-1 Crystal Palace.
Alasannya:
Dua tim sama-sama sedang seret kemenangan di liga, dan hasil-hasil terbaru banyak berakhir seri atau skor rendah.
Rata-rata gol “season so far” keduanya juga mengarah ke margin tipis, bukan pesta gol.
Head-to-head terbaru musim ini berakhir 0-0, memberi konteks bahwa matchup ini bisa saling mematikan.
Apa artinya buat klasemen dan laga berikutnya? Jika Sunderland menang, mereka bisa menjauh dari Palace dan mengunci posisi papan tengah lebih nyaman. Jika Palace menang, tekanan pasca kejutan FA Cup bisa diredam cepat dan momentum balik ke liga. Yang paling berbahaya justru kalah: karena dengan jadwal Premier League yang padat, satu hasil buruk sering “merembet” ke dua pekan berikutnya, terutama bila daftar absen masih panjang.
Sumber : Premier League