Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

PusatFocus - Kolam Renang Citraland
Berita

Tragis dan Viral! Dua Bocah Kembar Meninggal di Kolam Renang Citraland, Polisi Beberkan Kronologi Awal

By Agung Leonardo
December 29, 2025 4 Min Read

Pusat Focus – Sore itu seharusnya menjadi momen sederhana: anak-anak bermain air, keluarga melepas penat, dan kolam renang dipenuhi tawa kecil yang bersahut-sahutan. Namun, Jumat (26/12/2025) berubah menjadi hari yang tak akan dilupakan banyak orang, setelah dua bocah kembar perempuan berusia 7 tahun dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tenggelam di Kolam Renang Citraland kawasan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Peristiwa ini menyita perhatian publik bukan hanya karena videonya sempat beredar luas di media sosial, tetapi juga karena mengingatkan satu hal yang kerap luput: tenggelam bisa terjadi cepat, sunyi, dan nyaris tanpa tanda. Polisi telah turun tangan, olah TKP dilakukan, dan keterangan awal dari petugas di lokasi mulai disusun untuk menyusun potongan kronologi.

Di tengah ramainya percakapan warganet, fakta yang terverifikasi tetap harus jadi pegangan. Hingga Senin (29/12/2025), keterangan aparat dan hasil pemeriksaan awal inafis menjadi rujukan utama untuk memahami apa yang terjadi di Kolam Renang Citraland.

Indeks Berita

Toggle
  • Kronologi Tragedi di Kompleks CitraLand: Dari Sore Berenang ke Darurat
  • Keterangan Polisi dan Pihak Keluarga: Hasil Pemeriksaan Awal
  • Mengapa Tenggelam Sering Terjadi Tanpa Suara
    • Wajib Tahu:
  • Pelajaran dan Langkah Pencegahan di Kolam Umum

Kronologi Tragedi di Kompleks CitraLand: Dari Sore Berenang ke Darurat

Menurut keterangan Kapolsek Medan Tembung AKP Ras Maju Tarigan, peristiwa terjadi pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 15.45 WIB di komplek CitraLand, Percut Sei Tuan. Dua bocah perempuan berinisial CST (7) dan CAT (7) ditemukan dalam kondisi terapung di kolam.

Dari penuturan saksi yang dihimpun polisi, petugas penjaga kolam menerima informasi adanya dua anak yang terapung di tengah kolam. Petugas kemudian masuk ke air dan membawa keduanya ke pinggir kolam untuk memberikan pertolongan pertama.

Upaya pertolongan sempat dilakukan di lokasi. Video yang beredar memperlihatkan situasi panik dan kerumunan di sekitar kolam, dengan sejumlah orang berupaya membantu. Namun, polisi menegaskan, setelah pertolongan awal, kedua korban tidak menunjukkan respons.

Keduanya lalu dibawa ke Rumah Sakit Haji untuk mendapatkan penanganan medis. Sayangnya, setiba di rumah sakit, dokter menyatakan keduanya meninggal dunia.

Bagi banyak orang, detail waktu dan rangkaian penyelamatan itu terdengar singkat. Tetapi dalam situasi tenggelam, hitungan detik bisa menjadi garis tipis antara selamat dan terlambat. Dan itulah yang membuat kasus di Kolam Renang Citraland ini terasa menyesakkan.

Keterangan Polisi dan Pihak Keluarga: Hasil Pemeriksaan Awal

Polisi menyebut Tim Inafis Polrestabes Medan telah melakukan pemeriksaan dan menyimpulkan penyebab kematian korban berkaitan dengan tenggelam saat berenang.

Di saat yang sama, keluarga korban memutuskan tidak dilakukan autopsi. Pihak keluarga, menurut keterangan polisi, menyatakan ikhlas dan bersedia membuat surat penolakan autopsi.

Soal ada atau tidaknya unsur kelalaian, publik memang ramai berspekulasi. Namun hingga kini, yang tercatat dalam pemberitaan berbasis konfirmasi adalah: polisi sudah olah TKP, sementara ketika ditanya apakah ada unsur kelalaian, Kapolsek Medan Tembung disebut belum memberikan jawaban kepada wartawan. Dengan kata lain, kesimpulan soal aspek kelalaian belum bisa dipastikan dari informasi resmi yang tersedia saat ini.

Di titik ini, kasus Kolam Renang Citraland mengajarkan dua hal sekaligus. Pertama, fakta harus berdiri di atas keterangan yang terverifikasi. Kedua, diskusi publik soal keselamatan tetap penting, selama tidak berubah menjadi tuduhan tanpa dasar.

Mengapa Tenggelam Sering Terjadi Tanpa Suara

Ada satu gambaran keliru yang masih melekat di kepala banyak orang: korban tenggelam pasti berteriak, memercikkan air, dan melambaikan tangan minta tolong. Faktanya, banyak kejadian tenggelam justru berlangsung senyap.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut tenggelam dapat terjadi secara abrupt, mengejutkan, dan sering kali terjadi tanpa suara, bahkan dalam hitungan detik.

Secara global, WHO juga mencatat ada sekitar 300.000 kematian akibat tenggelam setiap tahun. Drowning berdampak besar pada anak dan remaja, dan menjadi salah satu penyebab kematian utama pada kelompok usia anak sekolah.

Dalam konteks itu, sorotan terhadap Kolam Renang Citraland bukan semata soal “viral”, melainkan alarm keras bahwa ruang rekreasi air tetap menyimpan risiko tinggi, terutama untuk anak-anak.

Wajib Tahu:

  1. Tenggelam itu cepat dan sering tidak dramatis. WHO menegaskan situasi menuju tenggelam bisa terjadi “dalam beberapa detik”, dan kerap sunyi. Jadi, “terlihat aman” bukan jaminan aman.

  2. Nomor darurat yang bisa disimpan di ponsel. Pemerintah mendorong nomor tunggal darurat 112 yang mengintegrasikan layanan seperti 110 (polisi), 113 (damkar), dan 119 (ambulans). Untuk darurat medis, PSC 119 adalah rujukan nasional layanan kegawatdaruratan kesehatan.

  3. Jika terjadi insiden di air, minta bantuan profesional secepatnya. Pertolongan pertama penting, tetapi penanganan medis tetap krusial. WHO mendorong pencegahan lewat pengawasan ketat dan kesiapan respons.

Pelajaran dan Langkah Pencegahan di Kolam Umum

Tragedi di Kolam Renang Citraland menyisakan duka, dan dalam waktu yang sama, membuka ruang evaluasi bersama. Bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Beberapa langkah pencegahan yang konsisten direkomendasikan lembaga kesehatan dan keselamatan air antara lain:

Pertama, pengawasan aktif. WHO menekankan pentingnya supervisi anak di dekat air. Pengawasan bukan sekadar “ada di lokasi”, tetapi benar-benar fokus memantau anak, tanpa distraksi.

Kedua, membekali keluarga dengan pengetahuan keselamatan air. Mengajari anak berenang memang penting, tetapi WHO mengingatkan program berenang juga harus disertai manajemen risiko dan area latihan yang aman.

Ketiga, kesiapan respons darurat. Di fasilitas umum, prosedur dan kesiapan pertolongan pertama menentukan cepat atau lambatnya penanganan. Sementara untuk pengunjung, menyimpan nomor darurat seperti 112 dan 119 bisa membantu saat panik melanda.

Keempat, budaya saling mengingatkan. Kolam renang sering ramai, dan justru di keramaian itu bahaya bisa “menghilang” dari pengamatan. Di sinilah perlunya kebiasaan sederhana: menetapkan satu orang dewasa sebagai pengawas utama saat anak berada di air, bergantian bila lelah, bukan bergantian fokus.

Kasus Kolam Renang Citraland masih menyisakan banyak pertanyaan yang hanya bisa dijawab lewat proses penelusuran aparat dan informasi resmi lanjutan. Namun untuk publik, pelajaran terpentingnya sudah jelas: kolam renang bukan sekadar tempat bermain, tetapi ruang yang menuntut disiplin keselamatan.

Dan pada akhirnya, ketika dua nyawa kecil hilang, yang paling pantas kita jaga adalah empati, ketelitian pada fakta, dan keberanian untuk memperbaiki sistem keselamatan, dari rumah hingga ruang publik.

Hobi Games ? 

Top Up Game Murah Disini

Tags:

anak kembaranak tenggelamCitraland MedanDeli Serdangkeselamatan berenangKolam Renang CitralandPercut Sei TuanPolrestabes Medan
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
PusatFocus - Norwich Vs Watford
Previous

Misi Selamat vs Misi Playoff! Norwich Vs Watford Panas di Carrow Road: Prediksi Line Up, Formasi, dan Skor

PusatFocus - Rudal Jelajah Korea Utara
Next

Alarm Perang Menguat! Korut Tembakkan Rudal Jelajah Jarak Jauh, Kim Jong Un Pamer “Serangan Balasan” Siap Pakai

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.