Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

PusatFocus - Separatis Yaman Memanas Dengan Arab Saudi
Internasional

Panas Membara! Separatis Yaman Bentrok Kepentingan dengan Arab Saudi, Pakar Ingatkan Risiko Pecahnya “Kubu Anti-Houthi”

By Agung Leonardo
December 27, 2025 5 Min Read

PusatFocus – Di atas kertas, kubu anti-Houthi di Yaman mestinya kompak. Mereka punya musuh yang sama, punya tujuan yang sama di mulut, dan sama-sama bicara tentang stabilitas. Tetapi menjelang akhir 2025, retakan itu terdengar semakin nyaring, bahkan sampai memancing ancaman terbuka dari Riyadh.

Kelompok Separatis Yaman yang dimaksud adalah Southern Transitional Council (STC), kekuatan politik dan militer yang mendorong agenda pemisahan Yaman Selatan. Dalam beberapa pekan terakhir, STC bergerak cepat di timur Yaman, menguasai wilayah yang dianggap strategis, sekaligus sensitif bagi Arab Saudi: Hadramout dan al-Mahra.

Arab Saudi bereaksi keras. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan akan “menangani” setiap langkah militer STC di Hadramout yang dinilai mengganggu upaya de-eskalasi dan mengancam warga sipil. Pernyataan itu disampaikan lewat kantor berita negara Saudi, merujuk pada pernyataan juru bicara koalisi Jenderal Turki al-Malki.

Di sisi lain, STC menolak mundur. Mereka bersikukuh operasi di Hadramout dan Mahra dilakukan demi keamanan, termasuk memutus pasokan ke Houthi yang menguasai wilayah utara Yaman.

Ketegangan ini jadi sorotan karena memunculkan satu pertanyaan besar: apakah Saudi kini berhadapan bukan hanya dengan Houthi, tetapi juga dengan Separatis Yaman yang dulu ikut berada dalam orbit koalisi?

Indeks Berita

Toggle
  • Mengapa Hadramout dan Mahra bikin Saudi “naik darah”
  • Kronologi memanas: ultimatum, tuduhan serangan udara, sampai ancaman balasan
    • Wajib Tahu:
  • Dampaknya untuk perang Yaman dan stabilitas kawasan
  • Skenario ke depan: mundur lewat mediasi, atau konflik terbuka?

Mengapa Hadramout dan Mahra bikin Saudi “naik darah”

Kalau kita cari akar masalahnya, Hadramout dan al-Mahra bukan sekadar nama provinsi di peta. Hadramout dikenal kaya sumber daya dan punya posisi penting di jalur energi serta akses ke pelabuhan. Al Jazeera menyebut Saudi menganggap Hadramout vital bagi keamanan nasionalnya, termasuk karena berbatasan langsung dengan Saudi, sementara al-Mahra juga sensitif karena berbatasan dengan Oman.

Bagi STC, dua provinsi itu bukan sekadar target militer, tetapi “aset negara masa depan”. Mereka ingin Yaman kembali menjadi dua negara seperti sebelum 1990, dan wilayah timur yang kaya sumber daya menjadi bagian dari fondasi ekonomi.

Konfliknya makin tajam karena STC bukan pemain kecil. Reuters mencatat kelompok ini, yang didukung Uni Emirat Arab, berhasil mendorong pemerintah Yaman yang diakui internasional keluar dari markasnya di Aden, lalu mengklaim kontrol luas di wilayah selatan bulan ini.

Dari perspektif Saudi, ini bukan sekadar manuver politik, melainkan ancaman stabilitas yang terjadi persis di “halaman rumah” mereka. Ketika STC bergerak di Hadramout dan Mahra, Saudi membaca risikonya sebagai dua lapis: risiko keamanan perbatasan dan risiko runtuhnya format pemerintahan anti-Houthi yang selama ini coba dipertahankan lewat Presidential Leadership Council (PLC).

Kronologi memanas: ultimatum, tuduhan serangan udara, sampai ancaman balasan

Cerita ini memanas dalam tempo cepat.

Awalnya, Saudi secara terbuka meminta STC menarik pasukannya dari wilayah yang direbut di Hadramout dan al-Mahra. Namun pada 26 Desember 2025, STC menolak. Mereka menegaskan akan tetap “mengamankan” dua provinsi tersebut dan menyebut operasi dilakukan untuk melawan ancaman keamanan, termasuk memutus suplai ke Houthi.

Di lapangan, situasi ikut bergejolak. Reuters melaporkan terjadi peningkatan pertempuran di Hadramout yang menewaskan dua anggota Hadhrami Elite Forces, unit yang berafiliasi dengan STC. Setelah itu, menurut sumber di pihak STC, terjadi serangan udara yang dituding dilakukan Saudi dan menyasar pasukan STC, meski Saudi tidak mengonfirmasi serangan tersebut. STC menilai serangan itu “mengejutkan” dan tidak membantu jalur pemahaman.

Eskalasi ini mendorong tekanan politik dari tingkat tertinggi. Pada 27 Desember 2025, koalisi pimpinan Saudi memperingatkan akan menindak langkah militer STC yang mengganggu de-eskalasi di Hadramout. Pernyataan itu muncul setelah Rashad al-Alimi, ketua PLC, meminta koalisi mengambil langkah segera untuk melindungi warga sipil dari dugaan pelanggaran oleh kelompok bersenjata yang terkait STC.

Masih di hari yang sama, Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman menulis di X, meminta STC mengakhiri eskalasi, menarik pasukan dari kamp di Hadramout dan Mahra, serta menyerahkan lokasi secara damai kepada otoritas lokal. Ia juga menegaskan isu “selatan” harus diselesaikan lewat konsensus, bukan “adventurisme” yang hanya menguntungkan musuh.

Sementara itu, Uni Emirat Arab mencoba menjaga nada tetap rapi. Reuters mencatat UEA menyambut upaya Saudi untuk mendukung keamanan dan stabilitas Yaman, menegaskan komitmennya pada stabilitas dan pembangunan damai.

Wajib Tahu:

  1. STC bukan aktor pinggiran. Mereka punya posisi formal karena pemimpinnya duduk di PLC, tetapi di lapangan sering bertindak independen dan mengejar agenda pemisahan Yaman Selatan.

  2. Saudi tidak selalu mengonfirmasi serangan, tetapi STC menyebut ada airstrike. Reuters mencatat sumber STC menyatakan serangan udara terjadi, sementara Saudi tidak mengonfirmasi. Ini membuat informasi lapangan kerap bergerak lebih cepat daripada pernyataan resmi.

  3. Pernyataan “akan menindak” dari koalisi Saudi adalah sinyal keras. Itu bukan sekadar komentar diplomatik, melainkan pesan bahwa Riyadh menyiapkan respons jika eskalasi berlanjut.

Dampaknya untuk perang Yaman dan stabilitas kawasan

Yang dipertaruhkan bukan hanya siapa menguasai pos atau kamp di Hadramout. Ketegangan Saudi versus Separatis Yaman mengancam membelah kubu yang selama ini menahan Houthi di utara.

Reuters mengingatkan bahwa STC sebelumnya adalah bagian penting dari koalisi yang bertempur bersama pemerintah yang diakui internasional melawan Houthi. Tetapi dinamika berubah: STC kini berbalik menekan pemerintah dan mendorong pemerintahan sendiri di selatan.

Dalam kondisi seperti ini, “pihak yang diuntungkan” sering bukan yang terlihat sedang bertengkar. Al Jazeera menulis analis memperingatkan eskalasi bisa merusak gencatan rapuh dan justru menguntungkan Houthi yang menguasai Sana’a dan wilayah padat penduduk sejak 2014.
The Guardian juga menyoroti risiko serupa: ketika kubu selatan pecah dan proksi saling dorong, Houthi menjadi penerima manfaat terbesar dari fragmentasi.

Peringatan internasional pun keluar. Pada 17 Desember 2025, Sekjen PBB António Guterres menyerukan semua pihak di Yaman menahan diri, menurunkan ketegangan, dan menyelesaikan perbedaan lewat dialog, termasuk menyerukan keterlibatan konstruktif para pemangku kepentingan regional untuk mendukung mediasi PBB.

Bagi Saudi, situasi ini juga memperumit agenda yang lebih luas: keluar dari perang Yaman tanpa meninggalkan kekacauan di perbatasan. Ketika Separatis Yaman memperluas kontrol dan menolak mundur, Saudi dipaksa memilih: menahan diri demi de-eskalasi, atau melakukan tindakan yang berisiko memicu babak konflik baru.

Skenario ke depan: mundur lewat mediasi, atau konflik terbuka?

Ada beberapa skenario yang paling masuk akal jika melihat pernyataan para pihak.

Skenario pertama adalah mediasi berjalan, STC mundur sebagian, lalu ada “formula pembagian keamanan” di Hadramout dan Mahra. Ini sesuai dengan pesan Saudi yang mendorong penyerahan damai kepada otoritas lokal dan menyelesaikan isu selatan lewat konsensus.
STC sendiri mengatakan terbuka untuk koordinasi atau pengaturan yang menjamin keamanan selatan dan mencegah ancaman berulang, meski mereka menekankan aspirasi warga selatan.

Skenario kedua adalah “status quo panas”: STC tetap bertahan, Saudi menekan lewat ultimatum, pengerahan pasukan, atau langkah terbatas, tetapi tidak sampai bentrokan frontal berkepanjangan. Dalam model ini, ketegangan bisa meletup sewaktu-waktu, terutama jika ada insiden di lapangan.

Skenario ketiga, yang paling ditakuti, adalah eskalasi militer lebih serius. Reuters sudah memuat sinyal keras bahwa koalisi Saudi siap menindak langkah militer STC yang mengganggu de-eskalasi, dan STC sudah menunjukkan penolakan untuk mundur.
Jika jalur ini terjadi, konflik Yaman yang selama ini lebih “terbagi dua” berpotensi berubah menjadi lebih kompleks: Houthi di utara, pemerintah dan faksi-faksi di selatan, plus ketegangan Saudi versus proksi UEA.

Apa pun hasilnya, satu hal semakin jelas: cerita Separatis Yaman tidak lagi hanya urusan internal Yaman. Ia sudah menjadi ujian bagi hubungan dan pengaruh negara-negara Teluk, sekaligus ujian bagi peluang damai yang selama ini rapuh. Ketika Riyadh bicara “akan menindak” dan STC menjawab “tidak akan mundur”, dunia sedang menyaksikan babak baru yang bisa membentuk peta Yaman, dan keamanan Laut Merah serta Teluk Aden, untuk waktu yang lama.

Hobi Games ?

Top Up Game Murah Disini

Tags:

Adenal-MahraArab SaudiHadramoutHouthikonflik YamanSeparatis YamanSTC
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
PusatFocus - Rekor Emas dan Perak
Previous

Rekor Emas Pecah Lagi! Harga Tembus Level Tertinggi Sepanjang Masa, Perak Ikut “Ngamuk” hingga Sentuh US$78, Ini Prediksi Lanjutannya

PusatFocus - Tahun Baru 2026
Next

Biar Chat Makin Berkelas! 60+ Contoh Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 dalam Berbagai Bahasa, Siap Copy-Paste

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.