Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

PusatFocus - Rekor Emas dan Perak
Ekonomi

Rekor Emas Pecah Lagi! Harga Tembus Level Tertinggi Sepanjang Masa, Perak Ikut “Ngamuk” hingga Sentuh US$78, Ini Prediksi Lanjutannya

By Agung Leonardo
December 27, 2025 5 Min Read

PusatFocus – Di ujung tahun, pasar biasanya bergerak pelan. Likuiditas menipis, sebagian pelaku pasar sudah “tutup buku”, dan harga cenderung berjalan rapi. Tapi 2025 memilih jalan lain. Pekan terakhir Desember justru menghadirkan adegan yang membuat banyak orang menoleh dua kali: Rekor Emas tercetak lagi, dan perak menyusul dengan lonjakan yang jarang terlihat dalam satu tarikan napas.

Pada Jumat, 26 Desember 2025, Reuters melaporkan emas spot mencapai rekor tertinggi sepanjang masa US$4.549,71 per troy ounce. Di saat yang sama, perak melesat tajam, bahkan menyentuh rekor US$78,53 per ounce dalam perdagangan yang sama.
Sinyalnya jelas: ini bukan lagi reli “pelan tapi pasti”. Ini reli yang sudah berubah menjadi cerita besar.

Yang membuat fenomena ini makin menarik adalah timing. Saat investor global mulai membicarakan 2026, pasar logam mulia justru seperti memberi pesan: ketidakpastian belum pergi, dan permintaan lindung nilai tetap hidup. Lebih dari itu, ada faktor industri yang membuat perak ikut naik agresif, bukan sekadar “mengekor” emas.

Lalu pertanyaan yang paling sering muncul di Indonesia: setelah Rekor Emas ini, apakah harga masih bisa naik? Dan apakah lonjakan perak akan bertahan, atau sekadar euforia akhir tahun?

Indeks Berita

Toggle
  • Rekor Emas dan perak melonjak: apa yang terjadi di pasar
  • Kenapa reli ini terjadi: suku bunga, dolar, bank sentral, dan “efek industri”
    • Wajib Tahu:
  • Prediksi ke depan: apakah Rekor Emas masih berlanjut pada 2026?
  • Risiko yang bisa membalikkan arah dan strategi membaca pasar

Rekor Emas dan perak melonjak: apa yang terjadi di pasar

Untuk emas, ceritanya sudah dikenal tetapi belum basi: ketika suku bunga diperkirakan turun dan dolar melemah, aset tanpa imbal hasil seperti emas jadi lebih menarik. Reuters menyebut reli emas didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, ditambah dukungan dari pembelian bank sentral serta arus masuk ETF, serta narasi “de-dollarisation” yang terus jadi latar belakang di pasar.

Sementara untuk perak, ceritanya lebih “berisik”. Reuters menulis perak menembus US$75 untuk pertama kali, didorong defisit pasokan yang persisten, statusnya sebagai mineral kritis di AS, serta permintaan industri yang kuat.
Bahkan dalam laporan terpisah, Reuters menyebut perak sempat naik 9% dan menyentuh US$78,53, menegaskan betapa ganasnya pergerakan logam ini.

Ada satu faktor tambahan yang sering luput: “pasar perak itu kecil”. Ketika aliran dana masuk, pergerakan bisa terlihat lebih dramatis dibanding emas. Reuters menyinggung rotasi investor ke pasar logam mulia yang lebih kecil serta kondisi suplai yang mengetat, sehingga kenaikan terasa makin ekstrem.

Jadi, Rekor Emas bukan berdiri sendiri. Ia datang bersamaan dengan perak yang bergerak seperti sprinter, dan keduanya sama-sama memotret satu hal: permintaan atas aset lindung nilai dan kebutuhan industri sedang bertemu di waktu yang sama.

Kenapa reli ini terjadi: suku bunga, dolar, bank sentral, dan “efek industri”

Ada empat pendorong yang paling sering disebut analis dan lembaga riset ketika membedah Rekor Emas 2025.

Pertama, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS. Ketika pasar percaya suku bunga akan turun, biaya peluang memegang emas ikut turun. Ini menjadi alasan klasik tapi masih relevan, apalagi saat volatilitas geopolitik dan ekonomi global tetap tinggi. Reuters menempatkan “Fed rate-cut bets” sebagai salah satu motor utama kenaikan emas dan perak.

Kedua, pembelian bank sentral dan arus ETF. Reuters menyebut bank sentral buying dan ETF inflows sebagai faktor penopang emas.
World Gold Council juga menulis 2025 dipenuhi lebih dari 50 rekor all-time high, dengan dukungan kombinasi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, dolar yang lebih lemah, serta meningkatnya alokasi investor dan bank sentral untuk diversifikasi.

Ketiga, dolar AS yang melemah. Reuters menulis dolar berada di jalur penurunan tahunan terdalam sejak 2003, faktor yang biasanya memberi angin segar bagi komoditas berdenominasi dolar, termasuk emas.
Jika dolar melemah, emas sering terlihat “lebih murah” bagi pembeli non-dolar, sehingga permintaan bisa ikut menguat.

Keempat, efek industri yang mengangkat perak. Reuters menekankan perak didorong permintaan industri dan defisit pasokan.
Beda dengan emas yang lebih dominan sebagai safe haven, perak punya dua kaki: lindung nilai dan bahan baku industri. Ketika keduanya sama-sama kuat, perak bisa bergerak lebih liar.

Wajib Tahu:

  • Lonjakan perak sering lebih ekstrem daripada emas. Alasannya bukan “lebih hebat”, tetapi karena pasar perak lebih kecil sehingga aliran dana bisa membuat harga melompat lebih cepat. Reuters menyinggung rotasi investor ke logam mulia dengan pasar lebih kecil sebagai salah satu pemicu.

  • Rekor Emas 2025 bukan peristiwa tunggal. World Gold Council mencatat emas mencetak puluhan rekor all-time high sepanjang 2025, didorong kombinasi ketidakpastian, dolar melemah, dan momentum harga.

  • Rekor tertinggi tidak berarti permintaan ritel selalu kuat. Reuters melaporkan reli emas yang menembus rekor bisa mendinginkan pembelian fisik di India, sementara di China diskon menyempit, menandakan respons pasar fisik bisa berbeda-beda.

Prediksi ke depan: apakah Rekor Emas masih berlanjut pada 2026?

Prediksi harga adalah wilayah yang paling rawan disalahpahami. Tidak ada ramalan yang “pasti benar”. Namun, kita bisa melihat konsensus dan proyeksi bank besar sebagai peta skenario.

Dari sisi konsensus analis, Reuters pada Oktober 2025 melaporkan survei tahunan yang memperkirakan harga emas rata-rata 2026 di US$4.275 per ounce, untuk pertama kalinya menembus US$4.000 dalam proyeksi tahunan. Dalam survei yang sama, perak diproyeksikan rata-rata US$50 per ounce pada 2026.
Angka ini penting karena menunjukkan prediksi arus utama sudah menganggap level tinggi sebagai “normal baru”, bukan kejutan sementara.

Dari sisi proyeksi agresif, Reuters pada Desember 2025 melaporkan Goldman Sachs memperkirakan emas bisa mencapai US$4.900 pada Desember 2026.
Proyeksi semacam ini biasanya lahir dari kombinasi: keyakinan terhadap permintaan investasi yang kuat, pembelian bank sentral, serta asumsi suku bunga global yang lebih ramah bagi emas.

World Gold Council, dalam “Gold Outlook 2026”, menggambarkan dua jalur besar: emas bisa “push ahead” atau “pull back”. Mereka menekankan performa 2025 ditopang ketidakpastian, dolar yang lemah, dan momentum, tetapi 2026 bisa bergantung pada arah kebijakan moneter, kondisi geopolitik, serta apakah arus investasi tetap kuat.

Kesimpulan praktisnya: peluang kenaikan masih terbuka, tetapi jalannya kemungkinan lebih berliku. Setelah Rekor Emas dan lonjakan perak setinggi ini, pasar sangat sensitif terhadap data suku bunga, inflasi, dan pernyataan bank sentral.

Risiko yang bisa membalikkan arah dan strategi membaca pasar

Setiap reli besar selalu punya “harga” berupa risiko koreksi. Ada tiga pemicu utama yang dapat membalikkan arah emas dan perak, terutama setelah Rekor Emas tercetak.

  1. Jika suku bunga AS ternyata bertahan tinggi lebih lama dari ekspektasi. Narasi pemangkasan suku bunga adalah bensin bagi reli. Jika bensinnya berkurang, pasar bisa menahan laju atau bahkan berbalik.

  2. Jika dolar menguat kembali. Emas sering bergerak berlawanan dengan dolar, meski tidak selalu. Reuters menyoroti konteks dolar yang melemah pada 2025 sebagai latar kenaikan aset berdenominasi dolar.

  3. Jika pasar masuk mode “risk-on” ekstrem dan investor meninggalkan safe haven. Ini bisa terjadi saat pertumbuhan ekonomi terlihat aman dan volatilitas mereda. Namun, 2025 menunjukkan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi masih sulit hilang total, sehingga permintaan lindung nilai tetap ada.

Untuk investor Indonesia, strategi paling masuk akal bukan mengejar puncak, tetapi memahami skenario: jika Anda membeli karena lindung nilai, fokus pada tujuan dan horizon waktu. Jika Anda membeli untuk trading, ingat bahwa perak bisa bergerak sangat liar dan sering “mengguncang” portofolio lebih keras daripada emas. Reuters mencatat perak naik tajam dalam sehari, menguat 9% pada satu sesi.

Akhirnya, Rekor Emas dan lonjakan perak di akhir 2025 adalah sinyal bahwa pasar sedang menilai dunia masih penuh ketidakpastian, sekaligus mengakui permintaan industri terhadap logam tertentu semakin kuat. Jika 2026 benar-benar menjadi tahun pemangkasan suku bunga dan dolar tetap lemah, reli bisa berlanjut. Tetapi bila arah kebijakan berbalik, koreksi juga bisa cepat. Yang paling penting: jangan hanya terpukau oleh rekor, pahami mesin yang menggerakkannya.

Hobi Games ?

Top Up Game Murah Disini

Tags:

central bank buyingHarga Emas Hari Iniharga perakinflasiprediksi emas 2026rekor emasSafe Haven.The Fed
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
PusatFocus - Kapal Perang Raksasa Trump
Previous

Kontroversial! Trump Umumkan Kapal Perang Raksasa “Trump Class”, Pakar Menyentil: Ketinggalan Zaman dan Rawan Jadi Proyek Bakar Uang

PusatFocus - Separatis Yaman Memanas Dengan Arab Saudi
Next

Panas Membara! Separatis Yaman Bentrok Kepentingan dengan Arab Saudi, Pakar Ingatkan Risiko Pecahnya “Kubu Anti-Houthi”

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.