Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

PusatFocus - Hidden Gem
Travel

Rahasia Liburan Anti-Ramai: Hidden Gem Indonesia Ini Bikin Malas Pulang

By Agung Leonardo
December 19, 2025 6 Min Read

PusatFocus – Jakarta, 19 Desember 2025. Ada satu pola yang makin terasa di dunia liburan: orang Indonesia mulai “kabur” dari tempat yang itu-itu saja. Bukan karena destinasi populer tidak cantik, justru karena terlalu banyak yang mengejar “cantik” pada jam dan titik yang sama. Akibatnya, antrean panjang jadi menu, foto bagus jadi rebutan sudut, dan yang paling mahal adalah rasa. Liburan terasa seperti tugas.

Di tengah gelombang itulah pencarian hidden gem indonesia meledak. Dan ini bukan asumsi kosong. Data resmi BPS menunjukkan pergerakan wisata tetap tinggi: pada Oktober 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 96,00 juta perjalanan dan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 1,33 juta kunjungan (rilis 1 Desember 2025). Ketika arus orang sebesar itu bergerak, pilihan cerdas adalah mencari tempat yang belum “penuh” oleh algoritma.

Kabar baiknya, Indonesia punya terlalu banyak kejutan untuk habis dalam satu generasi. Kabar “sedikit tidak enaknya”, banyak orang masih menatap peta yang sama, padahal di halaman sebelahnya ada lanskap yang membuat Anda bertanya: “Kok saya baru tahu sekarang?” Artikel ini mengajak Anda ke hidden gem indonesia yang belum sepopuler destinasi arus utama, tetapi punya bukti kuat: pengakuan, pengelolaan, dan daya tarik yang tidak dibuat-buat.

Indeks Berita

Toggle
  • Kenapa hidden gem indonesia makin diburu 2025
  • Tiga geopark UNESCO yang masih sepi: Meratus, Kebumen, Merangin
    • Wajib Tahu:
  • Hidden gem indonesia versi desa wisata berprestasi: Bilebante dan Prai Ijing
  • Cara berkunjung tanpa merusak: rute, biaya, etika

Kenapa hidden gem indonesia makin diburu 2025

Alasan utamanya sederhana: orang ingin kembali merasa “menemukan”. Bukan sekadar datang, lalu pulang dengan file foto. Ada kebutuhan untuk mengalami tempat yang masih punya ruang untuk sunyi, ruang untuk ngobrol dengan warga, ruang untuk melihat alam tanpa terdorong-didorong. Dan secara psikologis, tempat yang tidak terlalu ramai memberi sensasi eksklusif tanpa harus membayar harga “eksklusif” seperti di kota besar.

Di 2025, pencarian hidden gem indonesia juga dipengaruhi satu hal yang semakin kuat: wisata berbasis cerita. Orang tidak lagi puas hanya dengan “pantainya bagus”. Mereka ingin tahu apa yang membuat lokasi itu unik, kenapa batuannya berbeda, kenapa rumah adatnya bertahan, kenapa jalur sawahnya bisa jadi pengalaman, bukan sekadar pemandangan. Itu sebabnya geopark dan desa wisata yang dikelola baik mulai naik kelas.

Ada juga faktor yang jarang dibahas: orang mulai menghitung biaya sosial dari destinasi yang terlalu padat. Waktu habis di antrean, stres di jalan, dan rasa “kok begini amat” yang diam-diam menghapus kenangan baik. Maka, targetnya bergeser: bukan destinasi paling terkenal, melainkan destinasi paling “worth it”. Itulah pintu masuk menuju daftar hidden gem indonesia yang lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, dan jauh lebih memuaskan.

Tiga geopark UNESCO yang masih sepi: Meratus, Kebumen, Merangin

Kalau Anda ingin liburan yang terasa seperti menemukan bab baru dari buku besar bernama Indonesia, mulai dari geopark. UNESCO Global Geopark bukan sekadar label keren. Ia menandakan kawasan dengan warisan geologi penting yang dikelola dengan prinsip edukasi, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan, lalu diakui dalam jaringan global UNESCO.

Pertama, Meratus UNESCO Global Geopark di Kalimantan Selatan. UNESCO mencatat Meratus menyimpan rekam jejak evolusi tektonik kompleks sejak periode Jurassic (sekitar 201 sampai 145 juta tahun lalu), memiliki seri ofiolit tua, dan bahkan disebut punya keberadaan berlian yang signifikan, plus kekayaan biodiversitas termasuk beragam anggrek. Ini tipe hidden gem indonesia yang tidak menjerit minta difoto, tetapi pelan-pelan membuat Anda menghormati lanskap. Bayangkan perjalanan yang fokusnya bukan “spot instan”, melainkan menyerap kontur pegunungan, sungai, dan kampung, sambil paham kenapa tempat ini terbentuk seperti ini.

Kedua, Kebumen UNESCO Global Geopark di Jawa Tengah. UNESCO menekankan Kebumen menyajikan rekam masa lalu geologi Bumi dan menampilkan formasi batuan tertua di Pulau Jawa, dengan Karangsambung sebagai “laboratorium alam” batuan samudra dan tepian benua yang terangkat ke permukaan. Buat Anda yang biasanya hanya memburu pantai, Kebumen menawarkan versi “pantai plus pengetahuan”: Anda pulang bukan cuma bawa foto, tapi juga cerita yang membuat teman Anda berhenti scrolling dan mulai nanya rute.

Ketiga, Merangin Jambi UNESCO Global Geopark. UNESCO menyebut salah satu daya tarik utamanya adalah endapan fosil flora Permian yang berusia kira-kira 252 sampai 299 juta tahun. Ini hidden gem indonesia yang cocok untuk pelancong yang bosan dengan wisata yang terlalu “dihias”. Karena di Merangin, keajaibannya ada pada fakta: jejak purba yang nyata, lanskap sungai, dan narasi geologi yang membuat Anda sadar betapa panjangnya perjalanan Bumi sebelum manusia sempat menyebutnya “destinasi”.

Wajib Tahu:

UNESCO Global Geopark bukan tempat “dipajang lalu selesai”. Konsepnya menekankan perlindungan warisan geologi sekaligus edukasi dan ekonomi lokal yang berkelanjutan, sehingga wisatawan datang untuk belajar dan menghargai, bukan sekadar menghabiskan tempat.

Kalau Anda mencari hidden gem indonesia yang berkelas, tiga geopark ini adalah jawaban elegan: tidak perlu heboh, tidak perlu gimmick, tetapi kuat karena punya legitimasi ilmiah dan arah pengelolaan.

Hidden gem indonesia versi desa wisata berprestasi: Bilebante dan Prai Ijing

Ada jenis hidden gem indonesia yang bukan hanya soal alam, tapi soal cara hidup. Ia terasa karena Anda berinteraksi dengan ritme desa, bukan karena Anda mengejar “10 spot dalam sehari”.

Contoh yang sedang naik kelas di level nasional adalah Desa Wisata Hijau Bilebante di Lombok Tengah, NTB. Situs resmi Jejaring Desa Wisata (Jadesta) mencatat desa ini menawarkan suasana perdesaan dengan persawahan dan fasilitas seperti homestay. Bilebante juga jadi sorotan karena meraih Juara Umum kategori Desa Wisata pada Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025, berdasarkan siaran pers resmi BCA. Artinya, ini bukan desa yang sekadar “lucu untuk konten”, tetapi punya pengakuan dan konsistensi pengelolaan.

Yang membuat Bilebante terasa mahal (dalam arti pengalaman, bukan harga) adalah kesederhanaannya: jalur sepeda di tengah sawah, udara yang tidak terburu-buru, dan pengalaman yang mengembalikan fungsi liburan sebagai jeda. Banyak orang tidak sadar, liburan terbaik sering kali bukan yang paling jauh, tapi yang paling sanggup memulihkan kepala.

Lalu ada Kampung Prai Ijing, Tebara di Sumba Barat, NTT. Jadesta menggambarkan kampung ini sebagai kampung adat dengan rumah menara khas Sumba yang berdiri di perbukitan, bagian dari budaya megalitik yang masih terasa. Di WIA 2025, Pokdarwis Prai Ijing Tebara meraih Juara 2 kategori Kelompok Sadar Wisata. Ini hidden gem indonesia yang membuat Anda paham: Indonesia bukan cuma lanskap, tapi juga kearifan yang hidup dan dikelola oleh komunitas.

Sebagai bonus, bila Anda ingin “hidden” yang benar-benar terasa meski berada di Bali, lihat Pemuteran di Buleleng. Pemerintah Kabupaten Buleleng menulis bahwa Desa Wisata Pemuteran meraih predikat Best Tourism Village 2025 dari UN Tourism, terpilih dalam daftar 52 desa terbaik dari ratusan kandidat, dan penghargaan diterima oleh Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto. Pemuteran mengingatkan kita: di destinasi paling terkenal pun, masih ada sudut yang belum semua orang datang dengan niat benar.

Cara berkunjung tanpa merusak: rute, biaya, etika

Mengejar hidden gem indonesia tanpa etika adalah cara tercepat membuatnya tidak “hidden” lagi, atau lebih buruk, rusak sebelum sempat berkembang. Jadi, sebelum Anda berangkat, pegang tiga prinsip: rencanakan pelan, belanja lokal, dan patuhi aturan.

Untuk rute, biasakan mulai dari “hub transportasi” terdekat. Meratus paling masuk akal lewat Banjarmasin lalu lanjut ke wilayah Hulu Sungai Selatan dan sekitarnya sesuai tujuan geosite. Kebumen mudah diakses dari koridor selatan Jawa, sehingga cocok untuk trip 2 sampai 3 hari tanpa drama. Merangin Jambi paling nyaman bila Anda sudah menyusun titik mana yang ingin didatangi, karena karakter geopark biasanya tersebar, bukan satu gerbang seperti taman hiburan. Prinsipnya, cari informasi pengelola dan titik kunjungan resmi, bukan hanya pin viral.

Untuk biaya, jangan terjebak angka yang “terlalu pasti” dari internet. Harga transportasi, homestay, dan tiket bisa berubah cepat. Strateginya: susun tiga versi anggaran (hemat, nyaman, fleksibel), lalu cek ulang di kanal resmi pengelola destinasi atau pemerintah daerah. Cara ini membuat Anda tetap waras ketika harga naik menjelang musim liburan.

Etika paling penting untuk hidden gem indonesia adalah mengurangi jejak. Bawa botol minum sendiri, batasi plastik sekali pakai, jangan ambil batu, fosil, atau “oleh-oleh alam” karena itu merusak warisan geologi yang justru menjadi alasan tempat itu istimewa. Untuk desa adat, ingat bahwa Anda sedang bertamu, bukan sedang “mengoleksi budaya”. Minta izin sebelum memotret, hormati area sakral, gunakan pemandu lokal bila tersedia, dan beli produk UMKM setempat sebagai bentuk kontribusi nyata.

Kalau Anda ingin satu kalimat pengunci: kejar tempat yang sepi, tetapi datang dengan sikap yang dewasa. Itulah cara menikmati hidden gem indonesia tanpa ikut mempercepat kerusakannya.

Hobi Games ? Top Up Di Link Rekomendasi 👉VINANSTORE

Tags:

desa wisataeco tourismgeopark UNESCOhidden gem indonesiaitinerary Indonesialiburan 2026wisata alamwisata budayawisata Indonesiawisata sepi
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
PusatFocus - Penyakit Serius
Previous

Mengejutkan dan Berbahaya: Kebiasaan Sepele Ini Bisa Menyeret Anda ke Penyakit Serius

PusatFocus - Newcastle vs Chelsea
Next

Badai Cedera Menggila! Newcastle vs Chelsea Bisa Berakhir Brutal?

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.