Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

Arus Balik Jalan Alternatif Cibubur Mulai Padat
Berita

Arus Balik Mulai Menggeliat, Jalan Alternatif Cibubur Padat Sore Ini

By Agung Leonardo
March 23, 2026 5 Min Read

Arus Balik mulai terasa di jalan alternatif Cibubur pada Senin sore, 23 Maret 2026. Menurut pantauan kepolisian yang dikutip detikcom, arus kendaraan dari arah Cianjur dan Sukamakmur memadati jalur arteri Jalan Raya Jonggol-Cileungsi sejak sekitar pukul 15.00 WIB, dengan kendaraan yang banyak bergerak ke arah Cileungsi dan Jakarta.

Pergerakan ini penting karena koridor Cibubur menjadi salah satu pintu masuk kendaraan ke Jabodetabek di luar jalur tol utama. Dampak paling dekat bagi publik adalah perlambatan di simpang, waktu tempuh yang lebih panjang, dan potensi antrean menuju koridor Cibubur-Jagorawi ketika puncak Arus Balik diprediksi jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026.

Ada detail penting yang terlihat dari rilis resmi dan laporan lapangan. Pemerintah sudah menyiapkan one way, contraflow, dan ganjil-genap untuk fase Arus Balik, tetapi jadwal normatif di dokumen Ditjen Perhubungan Darat berbeda dengan pernyataan Korlantas sehari sebelumnya soal waktu mulai one way nasional.

Indeks Berita

Toggle
  • Arus Balik merayap di Jonggol-Cileungsi
  • Pukul 15.00 WIB, Simpang Jonggol mulai padat
    • Wajib Tahu:
  • Korlantas dan Hubdat atur balik ke Jakarta
  • Cibubur, Jagorawi, dan puncak 24 Maret

Arus Balik merayap di Jonggol-Cileungsi

Menurut pantauan kepolisian yang dikutip detikcom, kenaikan volume kendaraan di jalan alternatif Cibubur mulai terlihat jelas pada Senin sore. Kapolsek Jonggol Kompol Hida Tjahjono menyatakan arus dari Cianjur dan Sukamakmur memadati Jalan Raya Jonggol-Cileungsi mulai pukul 15.00 WIB.

“Pada pukul 15.00 WIB sampai dengan sore ini, pantauan arus lalu lintas dari arah Cianjur maupun Sukamakmur memadati jalur arteri Jalan Raya Jonggol-Cileungsi,” kata Hida. Dalam pantauan yang sama, kendaraan disebut didominasi mobil berpelat B dan banyak mengarah ke Cileungsi.

Keterangan itu menjadi penanda awal bahwa Arus Balik di koridor timur Jabodetabek tidak hanya terbaca di ruas tol. Jalur arteri yang terhubung ke Cileungsi dan Cibubur juga mulai menampung kendaraan yang bergerak pulang ke Jakarta.

Pada pagi hari, volume kendaraan di lokasi yang sama disebut masih relatif seimbang. Lonjakan baru terlihat setelah siang, ketika arah menuju Cileungsi mulai lebih dominan dan petugas pos pengamanan diturunkan untuk memprioritaskan arus dari arah Cianjur.

Sampai Senin malam, belum ada angka resmi berupa hitungan kendaraan per jam yang diumumkan ke publik untuk ruas arteri ini. Dalam keterangan yang tersedia, polisi baru menyampaikan tren kenaikan, titik hambatan, dan langkah pengaturan lapangan.

Pukul 15.00 WIB, Simpang Jonggol mulai padat

Polisi mengerahkan 25 personel di wilayah Jonggol untuk mengurai kepadatan yang muncul pada sore hari. Langkah itu dilakukan setelah arus menuju Cileungsi dinilai mulai melonjak dan berpotensi menahan laju kendaraan dari beberapa arah sekaligus.

Ada dua simpang yang disebut paling rawan menahan kecepatan kendaraan. Titik pertama adalah Simpang Tegar Beriman, yang menjadi pertemuan arus dari Cianjur, Sukamakmur, dan Cileungsi. Titik kedua adalah Simpang Cibucil, yang mempertemukan arus dari Cibarusah dan Cikarang dengan arus dari Cianjur dan Cileungsi.

Ini yang berubah: pada pagi hari arus masih terbaca seimbang, tetapi selepas pukul 15.00 WIB arah balik ke Cileungsi menjadi lebih berat. Perubahan ritme itu penting karena menunjukkan pergeseran mobilitas pasca-Lebaran mulai masuk ke fase kepulangan, bukan lagi penyebaran pemudik keluar Jakarta.

Konteksnya makin kuat jika dilihat dari data arus kendaraan yang lebih luas. Kementerian Perhubungan memperkirakan lalu lintas masuk Jakarta selama periode Lebaran mencapai 3,54 juta kendaraan, dengan puncak Arus Balik pada 24 Maret 2026 sekitar 285 ribu kendaraan. PT Jasa Marga sendiri sejak awal memproyeksikan 3,53 juta kendaraan keluar Jabotabek lewat empat gerbang utama, termasuk GT Ciawi yang melayani arah selatan.

Wajib Tahu:

  1. Polisi menurunkan 25 personel di wilayah Jonggol untuk mengurai lonjakan arus pada Senin sore.
  2. Dua titik yang disebut rawan hambatan adalah Simpang Tegar Beriman dan Simpang Cibucil.
  3. Ditjen Hubdat memasukkan Tol Jagorawi KM 21 sampai KM 8 ke skema contraflow arus balik pada 24 dan 29 Maret 2026 pukul 14.00 sampai 19.00 WIB.
  4. Menhub memproyeksikan puncak Arus Balik pertama jatuh pada 24 Maret 2026, dengan estimasi lebih dari 285 ribu kendaraan masuk Jakarta.
  5. Jasa Marga menyebut empat gerbang utama pemantauan Lebaran 2026 meliputi Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.

Korlantas dan Hubdat atur balik ke Jakarta

Rujukan resmi pengaturan lalu lintas Arus Balik ada di dokumen Ditjen Perhubungan Darat. Dokumen itu menetapkan one way arus balik dari KM 421 Tol Semarang-Solo sampai KM 70 Tol Jakarta-Cikampek mulai 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB sampai 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, disertai pembersihan jalur dan rest area pada 23 Maret 2026 pukul 10.00 sampai 12.00 WIB.

Dokumen yang sama juga menetapkan contraflow di Tol Jakarta-Cikampek KM 47 sampai KM 70 mulai 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB sampai 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Untuk Tol Jagorawi, contraflow dijadwalkan pada 24 Maret 2026 dan 29 Maret 2026 pukul 14.00 sampai 19.00 WIB di KM 21 sampai KM 8.

Namun ada perbedaan jadwal antara dokumen resmi dan pernyataan operasional Korlantas. Dalam rilis 22 Maret 2026, Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho menyebut skema one way nasional untuk arus balik direncanakan dimulai 24 Maret 2026, sementara Ditjen Hubdat menempatkan awal pelaksanaannya pada 23 Maret 2026. Karena dokumen Hubdat memuat pengaturan formal lengkap per ruas dan waktu, artikel ini memakai rilis Hubdat sebagai rujukan normatif, sambil mencatat implementasi lapangan dapat berubah mengikuti diskresi kepolisian.

Kementerian Perhubungan juga lebih dulu mengingatkan publik agar tidak menumpuk perjalanan pada hari puncak. “Yang harus diingat adalah kami mengimbau masyarakat untuk hindari waktu puncak arus balik yang diprediksi pada tanggal 24 Maret 2026,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan dalam siaran pers 20 Maret 2026.

Sehari kemudian, Kakorlantas menegaskan pola Arus Balik akan terbagi dalam dua tahap. “Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi bersama stakeholder, arus balik diperkirakan terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada tanggal 23-24 Maret 2026 dan tahap kedua pada tanggal 28-29 Maret 2026,” ujar Irjen Agus.

Pada 23 Maret 2026, Korlantas dan Jasa Raharja juga mematangkan kesiapan pengamanan di Command Center KM 29, Bekasi. Dalam forum itu, Kaposko Operasi Ketupat 2026 dan pihak Jasa Raharja menekankan koordinasi lintas instansi untuk menghadapi fase kepulangan pemudik.

Cibubur, Jagorawi, dan puncak 24 Maret

Apa artinya atau dampaknya buat audiens: pengguna jalan yang pulang ke Jakarta lewat koridor Cianjur, Sukamakmur, Jonggol, Cileungsi, dan Cibubur perlu menghitung ulang jam berangkat. Kenaikan arus di jalan alternatif Cibubur berarti perlambatan bisa muncul lebih dulu di simpang arteri sebelum beban lalu lintas sepenuhnya terbaca di ruas tol atau gerbang masuk Jabodetabek.

Ini yang perlu dicermati: lonjakan di Jonggol-Cileungsi muncul sehari sebelum slot contraflow resmi Jagorawi pada 24 Maret 2026. Itu memberi sinyal awal, berdasarkan pantauan lapangan dan jadwal resmi, bahwa tekanan Arus Balik di kawasan timur Jabodetabek berpotensi menyebar dari tol ke jalan arteri pengumpan.

Menhub pada 23 Maret 2026 meminta pemudik menghindari tiga hari yang diperkirakan paling padat, yaitu 24, 28, dan 29 Maret 2026. Dalam laporan yang dimuat Tribrata Polri, Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat kembali ke Jabotabek pada 23 Maret 2026 atau menggeser perjalanan ke 25-27 Maret 2026 dengan memanfaatkan masa Work From Anywhere.

Imbauan serupa datang dari Korlantas. Polisi meminta masyarakat tidak kembali bersamaan pada tanggal puncak dan memanfaatkan WFA pada 26-28 Maret 2026 agar distribusi kendaraan lebih merata.

Jasa Marga juga menyiapkan layanan lebih besar untuk musim Lebaran tahun ini, mulai dari armada patroli, derek, ambulans, hingga pemantauan di Jasamarga Tollroad Command Center. Kesiapan itu menunjukkan bahwa pemerintah dan operator membaca Arus Balik 2026 sebagai fase dengan tekanan lalu lintas tinggi, termasuk di pintu-pintu masuk selatan seperti Ciawi dan jaringan yang terhubung ke Cibubur.

Untuk jalur alternatif Cibubur sendiri, garis besarnya sudah terlihat. Arus Balik mulai naik pada Senin sore di ruas Jonggol-Cileungsi, polisi mulai mengurai titik simpang, dan publik diminta menghindari hari puncak jika masih punya ruang mengatur perjalanan. Angka resmi kendaraan di ruas arteri ini belum diumumkan, tetapi pola lapangan menunjukkan fase kepulangan sudah bergerak.

Tags:

Arus BalikCibuburHubdat KemenhubJagorawiJonggol-CileungsiKorlantas Polrione wayOperasi Ketupat 2026
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
Arus Balik Lebaran Banyak Kendaraan Mulai Memadati Tol Cipali
Previous

Arus Balik Lebaran Mulai Padat, Tol Cipali ke Jakarta Naik 161,5 Persen

Dunia Cemas Akan Batas Waktu 48 Jam Ultimatum Trump
Next

Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.