Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

Gambar Lokasi Banjir 5 Meter Perumahan Di Periuk Tangerang
Berita

Periuk Tangerang Banjir 5,5 Meter, 6.842 Warga Mengungsi

By Agung Leonardo
March 9, 2026 6 Min Read

Banjir besar kembali menekan Periuk Tangerang. Hingga Senin, 9 Maret 2026, BPBD Kota Tangerang mencatat air di titik terparah, Perumahan Periuk Damai RW 008, mencapai 5,5 meter dan total 6.842 warga sudah dievakuasi ke berbagai lokasi pengungsian. Data terbaru BPBD juga menunjukkan 13.718 jiwa dari 4.481 kepala keluarga terdampak di Kecamatan Periuk.

Perkembangan ini penting sekarang karena banjir tidak hanya merendam rumah, tetapi juga memukul mobilitas, kesehatan pengungsi, dan layanan dasar di Periuk Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang sudah membuka posko kesehatan, dapur umum, serta mengaktifkan pompa dan evakuasi gabungan sejak hujan deras mengguyur mulai Sabtu malam, 7 Maret 2026.

Untuk warga, konsekuensi paling dekat adalah perpindahan ke posko, kebutuhan makanan dan air bersih, risiko penyakit pascabanjir, serta ancaman banjir susulan jika hujan kembali tinggi. Ada detail penting yang terlihat dari rilis resmi Pemkot Tangerang, data BPBD yang dikutip media kredibel, dan peringatan cuaca BMKG untuk awal hingga pertengahan Maret 2026.

Indeks Berita

Toggle
  • Periuk Tangerang, air naik sampai 5,5 meter
  • Data BPBD: 22 titik, 13.718 terdampak
    • Wajib Tahu:
  • Sachrudin, Dinsos, dan Dinkes buka posko
  • Kali Ledug, tanggul, dan risiko hujan lanjutan

Periuk Tangerang, air naik sampai 5,5 meter

Pusat tekanan banjir ada di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Menurut BPBD Kota Tangerang yang dikutip detikcom dan Investor.id, banjir paling parah terjadi di Perumahan Periuk Damai RW 008, Kelurahan Periuk, dengan tinggi muka air mencapai 5,5 meter. Angka itu menempatkan Periuk Tangerang sebagai titik terparah dalam gelombang banjir kali ini.

Di lokasi lain di Periuk Tangerang, air juga tinggi. BPBD mencatat Villa Mutiara Pluit RW 011 mencapai 3 meter, Perumahan Total Persada Raya mencapai 3 meter, dan Garden City RW 015 sekitar 2 meter. Di Kelurahan Gebang Raya, sejumlah kawasan lain seperti Villa Tangerang Indah dan Garden City Residence tergenang 20 sentimeter sampai 150 sentimeter.

Secara kota, banjir pada Minggu pagi tidak hanya menghantam Periuk Tangerang. Situs resmi Pemkot Tangerang menyebut genangan dan banjir juga muncul di Cipondoh, Karang Tengah, Jatiuwung, Ciledug, Cibodas, Pinang, Larangan, Karawaci, dan Benda. Namun, eskalasi terberat tetap terkonsentrasi di Periuk, terutama kawasan yang dekat aliran sungai dan saluran pembuangan.

Wali Kota Tangerang Sachrudin turun ke lapangan pada Minggu, 8 Maret 2026. Dalam rilis resmi Pemkot, ia berkata, “Sejumlah wilayah yang terdampak sudah dilakukan evakuasi bagi warga yang membutuhkan. Posko darurat dan posko kesehatan juga sudah disiagakan, sementara pompa-pompa air terus dimaksimalkan agar genangan di permukiman warga bisa segera surut.” Pernyataan ini menegaskan bahwa Periuk Tangerang menjadi salah satu prioritas utama penanganan.

Data BPBD: 22 titik, 13.718 terdampak

Data paling mutakhir datang dari BPBD Kota Tangerang per Senin, 9 Maret 2026 pukul 12.00 WIB. Mahdiar menyebut ada 22 titik banjir dan genangan di wilayah Periuk, tersebar di tiga kelurahan, yakni Periuk, Gembor, dan Gebang Raya. Total warga terdampak mencapai 13.718 jiwa dari 4.481 kepala keluarga.

Komposisi dampaknya juga rinci. Menurut data BPBD yang dikutip detikcom, dari total populasi terdampak terdapat 625 jiwa lanjut usia, 5.796 jiwa dewasa, 1.785 remaja dan anak-anak, serta 365 balita. Ini menunjukkan tekanan banjir di Periuk Tangerang tidak hanya besar dari sisi luas wilayah, tetapi juga berat dari sisi kelompok rentan.

Jumlah warga yang mengungsi per data terbaru BPBD mencapai 6.842 jiwa. Mereka ditempatkan di balai warga, masjid, posyandu, aula kantor kecamatan, gedung sekolah, hingga sarana olahraga. Tiga titik utama yang disebut BPBD adalah GOR dan SDN Total Persada Raya dengan 1.440 pengungsi, Masjid Al-Mujahidin dengan 1.103 pengungsi, dan Masjid Al-Jihad dengan 860 pengungsi.

Di Kelurahan Periuk saja, Perumahan Periuk Damai RW 008 mencatat 860 jiwa dari 286 keluarga mengungsi di Masjid Al-Jihad. Data ini konsisten di Investor.id dan BeritaSatu. Untuk Perum Total Persada Raya RW 007 di Gembor, BPBD mencatat 1.440 jiwa terdampak dengan ketinggian air mencapai 2 meter.

Ada perbedaan angka dengan laporan yang terbit lebih awal pada Minggu, 8 Maret 2026. RRI dan CNN Indonesia pada fase awal melaporkan sekitar 9.752 jiwa terdampak dan sekitar 8.500 warga mengungsi berdasarkan keterangan Camat Periuk. Namun pembaruan BPBD Kota Tangerang pada Senin, 9 Maret 2026 menunjukkan 13.718 jiwa terdampak dan 6.842 mengungsi. Karena sumber BPBD lebih baru dan merupakan otoritas penanganan bencana di lapangan, angka BPBD terbaru saya pakai sebagai rujukan utama.

Penyebab awalnya juga sudah tergambar. Pemkot Tangerang menyebut hujan deras mengguyur sejak Sabtu malam, 7 Maret 2026 sekitar pukul 21.00 WIB hingga Minggu pagi. Di level prakiraan nasional, BMKG pada 5 Maret 2026 sudah mengingatkan potensi cuaca ekstrem meningkat akibat tiga bibit siklon tropis aktif di selatan Indonesia, serta kombinasi monsun, MJO, dan gelombang atmosfer.

Wajib Tahu:

Periuk Tangerang bukan titik baru dalam peta rawan banjir Kota Tangerang. Pada 20 Februari 2026, Pemkot Tangerang sudah mencatat Kali Ledug Periuk berstatus awas di 2,97 meter dan Kali Ledug Alamanda berstatus awas di 3,8 meter.

Status siaga bencana hidrometeorologi di Kota Tangerang juga sudah ditetapkan sampai Maret 2026. Wali Kota Sachrudin dan BPBD menyampaikan kebijakan itu pada Desember 2025 untuk menghadapi puncak musim hujan.

Evakuasi di Periuk Tangerang melibatkan petugas gabungan, relawan, PMI, dan unsur Polri. Situs resmi Pemkot mencatat fokus evakuasi antara lain di Periuk Damai, sementara kanal resmi Dispora Kota Tangerang memuat laporan relawan Pramuka ikut membantu evakuasi ke Masjid Jami Al-Jihad.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada laporan resmi korban jiwa dari BPBD Kota Tangerang dalam sumber terbuka yang saya telusuri. Sumber resmi yang ada fokus pada evakuasi, pengungsian, kesehatan, logistik, dan penyedotan genangan.

Sachrudin, Dinsos, dan Dinkes buka posko

Respons pemerintah daerah bergerak di beberapa jalur sekaligus. BPBD menurunkan petugas dan perahu untuk menjangkau titik yang tidak bisa dilalui kendaraan. Mahdiar mengatakan, “Tim di lapangan masih terus melakukan penanganan serta membantu mobilisasi warga yang berada di area banjir cukup tinggi. Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, atau warga sakit.”

Dinas Sosial Kota Tangerang mengoperasikan dapur umum di kantornya untuk kebutuhan sahur dan buka puasa pengungsi. Penyaluran makanan dan air minum juga disebut berjalan ke beberapa titik terdampak. Ini penting karena banjir Periuk Tangerang terjadi saat Ramadan, sehingga ritme distribusi bantuan harus menyesuaikan waktu sahur dan berbuka.

Dinas Kesehatan juga membuka posko di beberapa lokasi strategis. Titiknya antara lain Posyandu RW 21, Gedung Serbaguna RW 25, Kantor Kecamatan Periuk, dan Masjid Al-Jihad. Kepala Dinkes dr. Dini menegaskan, “Hal ini penting, guna mencegah munculnya penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, diare maupun penyakit kulit.”

Ini yang perlu dicermati: penanganan di Periuk Tangerang bukan lagi sebatas evakuasi awal. Fase berikutnya adalah menjaga pengungsi tetap sehat, memastikan pasokan makanan berjalan, dan mempercepat penyurutan air agar warga tidak terlalu lama tinggal di posko. Sumber resmi kota juga menegaskan call center 112 dan hotline BPBD siaga 24 jam untuk laporan darurat.

Kali Ledug, tanggul, dan risiko hujan lanjutan

Faktor hidrologi menjadi bagian penting dari kejadian ini. Pemkot Tangerang pada 20 Februari 2026 telah merilis peringatan dini banjir dengan sejumlah titik sungai dan saluran berstatus awas, termasuk Kali Ledug Periuk, Kali Ledug Alamanda, dan Kali Angke di beberapa titik lain. Artinya, sebelum banjir besar di Periuk Tangerang ini terjadi, indikator ancamannya sebenarnya sudah terlihat di sistem pemantauan resmi kota.

Laporan resmi dan keterangan warga juga menunjukkan persoalan limpasan dan tanggul ikut berperan. Kanal resmi Dispora Kota Tangerang yang memuat laporan lapangan relawan menyebut air sungai melimpas melebihi tanggul di RW 08 Periuk Damai. Pada fase awal banjir Minggu pagi, Pemkot juga menyebut ada titik terdampak di kawasan Danau Situ Bulakan dan Jalan Utama Villa Mutiara Pluit di Kecamatan Periuk.

BMKG pada 5 Maret 2026 menyatakan potensi cuaca ekstrem meningkat di Indonesia bagian selatan akibat tiga bibit siklon tropis aktif. Dalam peringatan yang lebih luas, BMKG juga menegaskan potensi peningkatan intensitas hujan masih terjadi pada minggu ke-4 Februari hingga minggu ke-2 Maret 2026. Itu berarti risiko hujan lanjutan untuk Periuk Tangerang belum sepenuhnya hilang.

Apa artinya atau dampaknya bagi audiens. Dalam jangka dekat, warga Periuk Tangerang yang rumahnya masih tergenang menghadapi dua tekanan sekaligus, yaitu kehilangan akses normal ke rumah dan meningkatnya risiko gangguan kesehatan di pengungsian. Untuk warga di area sekitar aliran sungai dan saluran pembuangan, dampaknya juga menyentuh transportasi lokal, pekerjaan harian, sekolah anak, hingga biaya tambahan untuk pembersihan rumah setelah air surut.

Ini yang berubah: laporan awal pada Minggu pagi masih menggambarkan banjir kota dengan genangan 40 sentimeter sampai lebih dari 1 meter di banyak kecamatan. Sehari kemudian, fokus bergeser ke Periuk Tangerang dengan data lebih rinci, tinggi air sampai 5,5 meter, puluhan titik terdampak, dan ribuan warga mengungsi. Pergeseran ini menunjukkan bahwa skala krisis di Periuk membesar seiring pembaruan data lapangan.

Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi kapan seluruh genangan di Periuk Tangerang akan benar-benar surut. Belum ada pula pernyataan resmi terbaru yang merinci kerusakan rumah secara total dalam pembaruan yang saya telusuri. Yang sudah jelas, aparat masih memusatkan tenaga pada evakuasi, layanan kesehatan, dapur umum, dan penyedotan air. Jika hujan turun lagi dengan intensitas tinggi, wilayah ini tetap rawan menerima tekanan susulan.

Tags:

Banjir TangerangBMKGBPBD Kota TangerangKota TangerangPengungsianPeriuk DamaiPeriuk TangerangSachrudin
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
Eropa Impor Senjata Besar Besaran
Previous

Impor Senjata Eropa Melonjak 210 Persen, Rusia Jadi Faktor Utama

Prediksi Galatasaray Vs Liverpool
Next

Prediksi Galatasaray Vs Liverpool: Alisson Absen, Istanbul Jadi Ujian Besar Liverpool

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.