Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

Harga Perak Kembali Meroket
Pasar Modal & Crypto

Harga Perak Reli Lagi ke Atas US$84, Pasar Tunggu CPI dan Fed

By Agung Leonardo
March 8, 2026 6 Min Read

Harga Perak mulai bangkit lagi pada penutupan pekan ini setelah sempat tertekan tajam di awal Maret 2026. Reuters mencatat spot silver turun ke US$81,91 per troy ounce pada 5 Maret 2026, lalu naik menjadi US$84,30 per troy ounce pada 6 Maret 2026. Di CME Group, kontrak silver dengan kode SIK6 terakhir tercatat US$84,695 pada 7 Maret 2026.

Pergerakan ini penting sekarang karena Harga Perak belum kembali ke puncak tertingginya, tetapi sudah menunjukkan reli pemulihan menjelang dua agenda besar AS. BLS menjadwalkan rilis CPI Februari 2026 pada 11 Maret 2026, sedangkan The Fed menggelar rapat FOMC pada 17 sampai 18 Maret 2026.

Untuk publik, dampak terdekatnya konkret. Pembeli perhiasan, pelaku usaha yang memakai bahan baku perak, dan investor logam mulia menghadapi harga yang tetap liar dalam beberapa hari ke depan. Ada detail penting yang terlihat dari rilis resmi, daftar agenda, atau dokumen terkait.

Satu hal perlu ditegaskan sejak awal. Belum ada konfirmasi resmi bahwa Harga Perak akan “meroket kembali” menembus rekor Januari. Yang terverifikasi hingga Minggu, 8 Maret 2026, adalah reli pemulihan setelah koreksi, dengan arah berikutnya sangat bergantung pada data inflasi, arah suku bunga, dolar AS, dan ketegangan geopolitik.

Indeks Berita

Toggle
  • Harga Perak bangkit di atas US$84 setelah payrolls
  • Dari rekor US$121,64 ke koreksi lalu reli
    • Wajib Tahu:
  • Fed, CME, dan SEBI ubah peta perak
  • CPI 11 Maret dan FOMC uji reli perak

Harga Perak bangkit di atas US$84 setelah payrolls

Pemicu terdekat datang dari data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan. BLS melaporkan total nonfarm payroll employment turun 92.000 pekerjaan pada Februari 2026, setelah Januari naik 126.000. Reuters kemudian mencatat data itu ikut menghidupkan lagi harapan pemangkasan suku bunga AS, yang biasanya mendukung logam mulia non-yielding seperti perak.

Reuters pada 6 Maret 2026 menulis spot silver naik 2,6% menjadi US$84,30 per troy ounce. Sehari sebelumnya, Reuters mencatat spot silver berada di US$81,91 per troy ounce. Jika dibandingkan dengan kontrak CME yang terakhir di US$84,695 pada 7 Maret 2026, Harga Perak sudah pulih sekitar 3,4% dari titik 5 Maret.

Reli ini bukan berdiri sendiri. Reuters menulis ketegangan Timur Tengah kembali mengangkat permintaan safe haven, tetapi pada saat yang sama dolar AS yang sempat menguat dan yield obligasi yang naik masih membatasi laju logam mulia. Itu sebabnya pemulihan Harga Perak terlihat nyata, tetapi belum bersih dari tarik-menarik faktor makro.

Ada perbedaan angka harga antara sumber-sumber pasar yang perlu dibaca dengan hati-hati. Reuters memakai harga spot, sedangkan CME menampilkan harga futures aktif. Keduanya tidak bertentangan karena instrumen dan waktu pencatatannya berbeda. Untuk pembaruan paling mutakhir per akhir pekan, angka CME 7 Maret 2026 lebih baru. Untuk konteks pasar tunai global, angka Reuters 6 Maret 2026 tetap relevan.

Dari rekor US$121,64 ke koreksi lalu reli

Skalanya baru terlihat jika ditarik ke belakang. Reuters pada 25 Februari 2026 mencatat spot silver sempat naik ke US$90,73 per troy ounce, level tertinggi dalam tiga pekan. Reuters juga menyebut rekor tertinggi intraday terakhir berada di US$121,64 per troy ounce pada 29 Januari 2026.

Namun reli itu sempat patah keras. Reuters pada 2 Februari 2026 melaporkan harga perak dan emas melanjutkan kejatuhan setelah CME menaikkan margin dan pasar bereaksi atas perubahan besar di ekspektasi suku bunga. Dalam laporan yang sama, Reuters menulis silver spot sempat naik lagi ke US$75,15 pada 6 Februari 2026 setelah sebelumnya jatuh ke US$63,99. Artinya, Harga Perak tahun ini bergerak sangat lebar, dari area US$60-an, tembus rekor di atas US$121, lalu turun lagi ke area US$80-an.

Reuters pada 10 Februari 2026 memberi konteks tambahan. Laporan itu menyebut perak berada di sekitar US$81 per troy ounce, naik 14% sejak awal tahun, setelah sempat didorong euforia beli ritel ke rekor US$121,60 pada 29 Januari 2026. Ada selisih tipis US$0,04 dibanding angka Reuters 25 Februari. Perbedaan ini paling mungkin berasal dari pembulatan. Untuk artikel ini, level US$121,64 dipakai karena lebih presisi.

Secara fundamental, pasar perak memang tidak hanya ditarik sentimen aman. Reuters menulis perak dipakai untuk perhiasan, elektronik, kendaraan listrik, panel surya, serta instrumen investasi. Itu membuat Harga Perak lebih sensitif dibanding emas terhadap gabungan isu industri, pasokan fisik, dan suku bunga.

Wajib Tahu:

  1. Harga Perak spot berada di US$81,91 per troy ounce pada 5 Maret 2026, lalu naik ke US$84,30 pada 6 Maret 2026.

  2. Kontrak silver CME dengan kode SIK6 terakhir tercatat US$84,695 pada 7 Maret 2026.

  3. Reuters mencatat rekor tertinggi terbaru perak ada di US$121,64 per troy ounce pada 29 Januari 2026.

  4. London Vault Data milik LBMA menunjukkan stok perak di London turun 2,4% menjadi 27.065 ton pada akhir Februari 2026.

  5. Silver Institute memperkirakan pasar perak 2026 masih defisit 67 juta troy ounce.

Fed, CME, dan SEBI ubah peta perak

Arah suku bunga masih jadi penentu besar bagi Harga Perak. Reuters pada 6 Maret 2026 mengutip Presiden Federal Reserve Bank of Boston Susan Collins yang mengatakan, “I do not see an urgency for additional policy adjustments,” ketika menjelaskan mengapa suku bunga belum perlu digeser cepat.

Di hari yang sama, Reuters juga mengutip Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack yang menilai kebijakan moneter sebaiknya “on hold for quite some time” sampai ada bukti inflasi turun dan pasar tenaga kerja lebih stabil. Dua pernyataan ini penting karena jika suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama, ruang kenaikan Harga Perak bisa tertahan, terutama bila dolar kembali menguat.

Respons teknis juga datang dari bursa. Reuters melaporkan CME Group kembali menaikkan margin gold dan silver futures pada 6 Februari 2026. Untuk COMEX 5000 Silver Futures, initial dan maintenance margins dinaikkan menjadi 18% dari 15%, efektif setelah penutupan 6 Februari 2026. Langkah ini diambil saat volatilitas logam mulia melonjak.

Ada pula perubahan aturan dari regulator India. Reuters pada 26 Februari 2026 melaporkan SEBI memerintahkan reksa dana memakai harga spot domestik di bursa yang diakui untuk menilai kepemilikan emas dan perak fisik mulai 1 April 2026, menggantikan acuan harga LBMA yang selama ini dipakai ETF. Bagi pasar, langkah ini tidak otomatis mengubah Harga Perak global, tetapi mengubah mekanisme valuasi di salah satu pasar investasi logam mulia terbesar di Asia.

Ini yang berubah. Pada awal tahun, pasar membaca perak dengan narasi tunggal, yakni euforia rekor harga. Sekarang peta risikonya lebih rumit. Ada data tenaga kerja yang melemah, inflasi energi akibat perang, sinyal Fed yang belum mau cepat melonggar, margin bursa yang lebih tinggi, dan penyesuaian aturan valuasi di India. Semua itu membuat reli Harga Perak saat ini terlihat hidup, tetapi juga rapuh.

CPI 11 Maret dan FOMC uji reli perak

Ujian terdekat ada di kalender resmi AS. BLS menjadwalkan data CPI Februari 2026 dirilis pada 11 Maret 2026 pukul 08.30 waktu AS. The Fed lalu menggelar rapat FOMC dua hari pada 17 sampai 18 Maret 2026. Dua tanggal ini akan menjadi penentu utama apakah Harga Perak mampu melanjutkan reli atau justru tertahan lagi.

Di luar agenda data, pasar fisik juga masih ketat. LBMA mencatat stok perak di London turun menjadi 27.065 ton pada akhir Februari 2026, turun 2,4% dari bulan sebelumnya, dengan nilai US$78,3 miliar. Di sisi lain, Reuters mengutip estimasi Silver Institute bahwa 2026 diperkirakan menjadi tahun keenam defisit struktural pasar perak, sebesar 67 juta troy ounce, sementara investasi fisik diperkirakan melonjak 20% menjadi 227 juta troy ounce.

Dokumen interim Silver Institute untuk 2025 juga menunjukkan pasar masih dibayangi pengurasan stok. Presentasi itu menyebut defisit 2025 sebesar 95 juta troy ounce dan menegaskan penarikan bullion stock masih menjadi ciri pasar perak. Artinya, reli Harga Perak saat ini memang punya bantalan fundamental, bukan hanya dorongan headline harian.

Ini yang perlu dicermati. Jika CPI 11 Maret 2026 keluar lebih panas, pasar bisa mengurangi taruhan pemangkasan suku bunga dan dolar berpeluang menguat lagi. Skenario itu biasanya menekan logam mulia. Sebaliknya, jika inflasi melandai dan The Fed memberi nada lebih lunak pada 18 Maret 2026, Harga Perak bisa mendapat dorongan baru, apalagi ketika ketegangan geopolitik belum reda.

Apa artinya atau dampaknya. Untuk investor ritel, reli terbaru berarti peluang tetap ada, tetapi titik masuk makin sensitif terhadap data makro. Untuk pelaku industri, harga bahan baku perak berisiko tetap tinggi karena pasar fisik belum longgar. Untuk pembeli perhiasan, kenaikan kecil dalam pasar global bisa cepat terasa di harga lokal bila dolar dan ongkos impor ikut naik.

Jadi, pertanyaan apakah Harga Perak siap meroket kembali belum bisa dijawab dengan kata pasti. Fakta yang ada saat ini lebih sempit dan lebih jelas. Harga Perak sedang reli pemulihan di atas US$84 per troy ounce, masih jauh di bawah rekor Januari, dan sedang menuju pekan yang dipenuhi data serta keputusan yang bisa mengubah arah pasar dengan cepat.

Tags:

CME Groupcpi asharga perakLBMALogam MuliasilverSilver InstituteThe Fed
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
Update Banjir Jakarta
Previous

Banjir Jakarta Pagi Ini Meluas, 75 RT dan 19 Jalan Terendam

IHSG Runtuh Ke Level 7.337
Next

IHSG Runtuh 3,27 Persen ke 7.337, Tekanan Jual dan Risiko Global Membesar

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.