Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

Harga Batu Bara Meroket Di Tengah Perang Yang Semakin Memanas
Berita

Harga Batu Bara Melonjak 17% Saat Perang Iran Memanaskan Pasar Energi

By Agung Leonardo
March 8, 2026 6 Min Read

Harga Batu Bara global melonjak ketika perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran menekan jalur energi utama dunia di Selat Hormuz dan memukul pasokan LNG dari Qatar. Kenaikan ini penting sekarang karena pasar listrik, industri, dan pengapalan bereaksi bersamaan, bukan lagi hanya pasar minyak.

Sampai 5 Maret 2026, Trading Economics mencatat harga batu bara global naik 17% dalam sebulan ke level US$135,25 per ton. Data historis Newcastle Coal Futures juga menunjukkan kontrak naik dari US$115,80 per ton pada 27 Februari 2026 menjadi US$133,40 per ton pada 6 Maret 2026.

Ini jadi sorotan karena Selat Hormuz menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan LNG dunia. Reuters mencatat jumlah tanker harian yang melintas turun menjadi nol pada Rabu, 4 Maret 2026, dari 37 kapal pada Jumat, 27 Februari 2026, sehari sebelum serangan awal ke Iran.

Dampak paling dekat untuk publik adalah biaya energi yang berisiko naik dan tekanan inflasi yang bisa menyebar ke harga barang. IEA juga mencatat pola peralihan gas ke batu bara masih terjadi ketika harga gas melonjak.

Ada detail penting yang terlihat dari rilis resmi dan dokumen pelayaran. Otoritas maritim menyebut risiko sudah masuk level kritis, tetapi sampai dokumen yang ditelusuri per 8 Maret 2026, belum ada konfirmasi resmi soal penutupan legal Selat Hormuz.

Indeks Berita

Toggle
  • Selat Hormuz macet, Harga Batu Bara melonjak
  • QatarEnergy berhenti, LNG Asia langsung terguncang
    • Wajib Tahu:
  • MARAD dan IMO keluarkan alarm pelayaran
  • Eropa hitung biaya, pasar batu bara membengkak

Selat Hormuz macet, Harga Batu Bara melonjak

Pemicunya jelas. Reuters pada 2 Maret 2026 melaporkan serangan AS dan Israel ke Iran, disusul balasan Teheran, memaksa penutupan fasilitas minyak dan gas di kawasan serta mengganggu pelayaran di Selat Hormuz. Pada 7 Maret 2026, Reuters menulis perang itu sudah memasuki hari kedelapan dan memukul rantai pasok energi global.

Gangguan pasokan gas membuat pasar langsung mencari bahan bakar pengganti. Di titik ini, Harga Batu Bara ikut terdorong karena pembangkit listrik dan pembeli industri cenderung kembali melihat batu bara saat gas menjadi mahal atau pasokannya tersendat. Pola peralihan itu juga tercermin dalam analisis IEA untuk 2026.

Angka lonjakan Harga Batu Bara memang berbeda tergantung acuan dan rentang waktunya. Trading Economics memakai ukuran satu bulan dan mencatat kenaikan 17% hingga 5 Maret 2026, sedangkan data kontrak Newcastle di Investing menunjukkan kenaikan sekitar 15% dari 27 Februari ke 6 Maret 2026. Versi yang paling jelas untuk angka “hingga 17%” adalah rujukan Trading Economics karena menyebut periode dan level harga secara eksplisit.

Pasar energi lain menguat lebih dulu. Reuters melaporkan harga LNG Asia melonjak hampir 40% pada awal pekan setelah gangguan pasokan Qatar, sementara AP menulis harga gas di Eropa naik lebih dari 40% ketika QatarEnergy menghentikan produksi LNG. Dalam situasi itu, batu bara kembali diperlakukan sebagai bantalan pasokan.

QatarEnergy berhenti, LNG Asia langsung terguncang

Reuters melaporkan lebih dari 80% ekspor LNG Qatar mengalir ke Asia. Saat Qatar terganggu, negara-negara pembeli di Asia langsung bergerak, dari India, Jepang, Taiwan, Bangladesh, sampai Thailand, untuk mencari kargo pengganti di pasar spot.

India mulai merasionalisasi gas. Bangladesh membeli kargo spot Maret dengan harga US$28,28 per mmBtu dan US$23,08 per mmBtu, jauh di atas sekitar US$10 per mmBtu pada Januari 2026, menurut Reuters. Kenaikan harga gas seperti ini memperkuat alasan pasar beralih ke batu bara.

Ini yang berubah. Di saat Harga Batu Bara global berlari naik, harga batu bara acuan Indonesia untuk periode pertama Maret 2026 justru ditetapkan turun tipis menjadi US$102,37 per ton, dari US$102,87 per ton pada periode kedua Februari 2026. Data Ditjen Minerba menunjukkan pasar acuan domestik belum bergerak secepat kontrak global.

Perbedaan itu penting. HBA Indonesia dihitung dari rata-rata beberapa indeks, termasuk Newcastle dan globalCOAL Newcastle, sehingga tidak selalu bergerak secepat kontrak harian di pasar berjangka. Artinya, pelaku pasar harus memisahkan antara lonjakan Harga Batu Bara di bursa global dan harga acuan resmi yang dipakai pemerintah Indonesia.

Wajib Tahu:

  • Harga Batu Bara global versi Trading Economics naik 17% dalam sebulan hingga 5 Maret 2026 dan berada di US$135,25 per ton.

  • Newcastle Coal Futures naik dari US$115,80 per ton pada 27 Februari 2026 menjadi US$133,40 per ton pada 6 Maret 2026.

  • Lebih dari 80% ekspor LNG Qatar menuju Asia, sehingga gangguan di Qatar langsung menekan pasar energi Asia.

  • HBA Indonesia periode pertama Maret 2026 berada di US$102,37 per ton, turun tipis dari akhir Februari.

  • Selat Hormuz mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak mentah dan LNG dunia.

MARAD dan IMO keluarkan alarm pelayaran

Sumber resmi paling keras datang dari otoritas maritim. MARAD, lembaga maritim di bawah Departemen Perhubungan AS, pada alert efektif 28 Februari sampai 7 Maret 2026 menulis, “It is recommended that vessels keep clear of this area if possible.” Peringatan itu keluar setelah aktivitas militer signifikan dimulai di Selat Hormuz, Teluk Persia, Teluk Oman, dan Laut Arab.

JMIC dalam advisory 1 Maret 2026 juga menyebut lalu lintas kapal kargo bisa turun hingga sekitar 80% dan risiko kawasan naik ke level CRITICAL. Dokumen itu menambahkan belum ada otoritas yang menyatakan penutupan resmi Selat Hormuz, tetapi gangguan GPS, ancaman drone, dan premi asuransi perang yang melonjak sudah cukup untuk menahan kapal masuk.

Di titik ini, ada perbedaan detail yang perlu dicatat. Reuters menyebut pengapalan di Hormuz nyaris berhenti dan jumlah tanker harian turun ke nol pada Rabu, 4 Maret 2026. JMIC memakai hitungan AIS dan menyebut penurunan sekitar 80%, bukan nol, serta menegaskan belum ada penutupan legal. Perbedaan itu kemungkinan berasal dari metode hitung dan jendela waktu yang berbeda. Untuk status hukum jalur pelayaran, rujukan paling otoritatif tetap dokumen resmi JMIC dan MARAD.

IMO menambah tekanan dengan laporan korban. Dalam pernyataan 6 Maret 2026, Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez menyebut sedikitnya empat pelaut tewas dan tiga luka berat dalam serangan terhadap kapal di Selat Hormuz pada hari itu. Di laman topik khusus IMO, jumlah itu juga dicantumkan bersama daftar insiden yang telah dikonfirmasi negara bendera kapal.

Dominguez menegaskan, “This is unacceptable and unsustainable.” IMO juga menyebut sekitar 20.000 pelaut terdampak di kawasan. Angka ini memperlihatkan bahwa krisis yang mendorong Harga Batu Bara bukan cuma soal pasar, tetapi juga keselamatan pelayaran.

Produsen energi Teluk mulai merespons satu per satu. Reuters melaporkan Kuwait Petroleum Corporation memangkas produksi dan mendeklarasikan force majeure, sementara ADNOC mengatakan sedang mengelola output lepas pantai untuk menyesuaikan kapasitas penyimpanan. ADNOC menyatakan, “This approach preserves operational flexibility,” ketika menjelaskan langkah daruratnya. KPC belum memberi rincian resmi soal besaran pemangkasan produksi.

Eropa hitung biaya, pasar batu bara membengkak

Respons pemerintah mulai bergeser ke penanganan biaya energi. Reuters melaporkan Komisi Eropa sedang memeriksa opsi jangka pendek, termasuk pajak energi, biaya jaringan, dan ongkos karbon, untuk meredakan tekanan pada industri. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dijadwalkan mempresentasikan opsi itu pada KTT 19 Maret 2026.

Ini yang perlu dicermati. Reuters juga melaporkan, mengutip wawancara Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi kepada Financial Times, seluruh produsen energi Teluk bisa menghentikan ekspor dalam hitungan pekan bila perang berlanjut. Jika skenario itu terjadi, tekanan ke minyak, gas, dan Harga Batu Bara berpotensi bertahan lebih lama, bukan sekadar lonjakan beberapa hari.

Apa artinya atau dampaknya. Untuk publik di negara pengimpor energi, risiko terdekat adalah tagihan energi yang lebih mahal, biaya produksi industri yang naik, dan tekanan baru ke inflasi bila krisis berlarut. Untuk pasar listrik, kenaikan harga gas membuka ruang pembakaran batu bara lebih besar dari yang sebelumnya diperkirakan. Untuk pelaku perdagangan, kontrak spot dan logistik menjadi titik paling rentan.

Bagi pasar Asia, termasuk pembeli yang memakai acuan Newcastle atau indeks sejenis, Harga Batu Bara akan sangat ditentukan oleh dua hal berikut. Pertama, apakah lalu lintas di Selat Hormuz pulih dan risiko asuransi turun. Kedua, seberapa cepat LNG Qatar dan ekspor Teluk bisa kembali normal. Sampai 8 Maret 2026, belum ada konfirmasi resmi yang menyatakan jalur itu telah normal kembali.

Selama dua faktor itu belum pulih, pasar masih melihat batu bara sebagai pengganti cepat ketika gas dan pelayaran terguncang. Itu sebabnya lonjakan Harga Batu Bara kali ini dibaca sebagai efek langsung dari perang yang makin melebar ke infrastruktur energi dan jalur pelayaran, bukan sekadar sentimen jangka pendek.

Tags:

batu baraenergi globalHarga Batu BaraIrankomoditasLNGQatarEnergySelat Hormuz
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
Kilang Minyak Arab Saudi Di Serang Rudal Balistik Iran
Previous

Rudal Balistik Iran Picu Alarm Energi Teluk, Saudi Diserang, Irak Belum Terkonfirmasi

Update Banjir Jakarta
Next

Banjir Jakarta Pagi Ini Meluas, 75 RT dan 19 Jalan Terendam

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.