
Harga Bitcoin Bergejolak Setelah Rilis Data Pekerjaan AS, Inflasi Jadi Perhatian
Harga Bitcoin bergejolak pada Kamis, 12 Februari 2026, setelah pasar mencerna rilis data pekerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan.
Bitcoin sempat bergerak di kisaran intraday US$65.839 sampai US$68.428, sebelum terakhir terpantau di sekitar US$66.984 per koin.
Pergerakan ini penting karena data tenaga kerja yang kuat ikut mengubah ekspektasi arah suku bunga, sementara inflasi menjadi agenda besar berikutnya yang bisa mengubah sentimen risiko.
Konsekuensi terdekat untuk publik investor: volatilitas bisa meningkat menjelang rilis inflasi AS, sehingga manajemen risiko dan jadwal rilis data jadi kunci.
Fakta kunci hari ini: laporan Bureau of Labor Statistics menyebut payroll nonfarm naik 130.000 pekerjaan pada Januari 2026, dengan tingkat pengangguran 4,3%.
Ada detail penting yang terlihat dari rilis resmi data tenaga kerja, jadwal resmi rilis CPI, dan agenda inflasi PCE berikutnya.
Harga Bitcoin Goyang di US$65.839 sampai US$68.428
Harga Bitcoin bergerak naik turun di tengah sesi Kamis, 12 Februari 2026.
Data harga intraday menunjukkan rentang US$65.839 sampai US$68.428, dengan perubahan harian yang tipis dari penutupan sebelumnya.
Laporan pasar kripto menyebut Bitcoin cenderung “muted” atau bergerak terbatas di sekitar level US$67.000 pada jam Asia, dengan aktivitas yang dinilai lebih sepi dan likuiditas menipis.
Konteksnya, pelaku pasar menahan posisi agresif setelah data pekerjaan AS membuat peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat terlihat mengecil.
Efeknya tidak hanya pada kripto. Reuters melaporkan penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil setelah data pekerjaan, yang secara umum menekan aset tanpa imbal hasil dan mengubah selera risiko.
Sentimen yang terbentuk hari ini cenderung waspada. Harga Bitcoin sensitif pada perubahan ekspektasi suku bunga, terutama ketika agenda inflasi tinggal hitungan jam.
Data Tenaga Kerja BLS Tekan Ekspektasi Pemangkasan The Fed
Pemicu utamanya datang dari rilis data pekerjaan AS untuk Januari 2026 yang dipublikasikan Rabu, 11 Februari 2026 waktu setempat.
Dalam dokumen “The Employment Situation”, Bureau of Labor Statistics menyatakan total payroll nonfarm bertambah 130.000 pada Januari 2026, sedangkan tingkat pengangguran “berubah sedikit” di 4,3%.
Reuters menguatkan angka yang sama dan menulis data ini mengalahkan perkiraan konsensus 70.000 pekerjaan menurut polling Reuters.
Kronologi pergerakan Harga Bitcoin mengikuti pola “menunggu lalu bereaksi”.
CoinDesk melaporkan pada Selasa, 10 Februari 2026, Bitcoin bergerak dalam rentang sempit di bawah US$70.000 menjelang rilis data pekerjaan AS.
Pada Rabu, 11 Februari 2026, setelah angka payroll 130.000 dan pengangguran 4,3% keluar, CoinDesk mencatat Bitcoin memangkas sebagian pelemahan dan sempat naik ke sekitar US$67.500.
Pada Kamis, 12 Februari 2026, Harga Bitcoin kembali berfluktuasi, seiring pasar menilai data tenaga kerja itu akan menahan Federal Reserve dari pemangkasan suku bunga terlalu cepat, sambil menunggu data inflasi.
Dari sisi komentar pasar, Reuters memuat pernyataan analis dari LMAX Group, Joel Kruger: “The dollar is rallying on the back of a much stronger-than-expected jobs report.”
Reuters juga mengutip catatan ekonom Nationwide Oren Klachkin: “an extended pause still seems likely.”
Ini yang berubah: setelah laporan pekerjaan keluar, pasar memangkas ulang peluang pemangkasan suku bunga lebih cepat. Reuters menulis ekspektasi pemangkasan pada pertemuan Maret merosot dan hanya tersisa sekitar 5% menurut CME FedWatch pada saat laporan itu ditulis.
Bagi kripto, perubahan ekspektasi suku bunga ini sering diterjemahkan sebagai perubahan likuiditas dan minat risiko. Itu sebabnya Harga Bitcoin bereaksi cepat meski tidak ada kebijakan baru yang diumumkan hari ini.
CPI 13 Februari Jadi Fokus, Pelaku Pasar Tunggu
Agenda inflasi menjadi perhatian berikutnya karena berpotensi memperkuat atau membalik narasi dari data pekerjaan.
Bureau of Labor Statistics menjadwalkan rilis Consumer Price Index (CPI) untuk Januari 2026 pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul 08.30 ET.
Dalam WIB (UTC+7), jadwal itu setara pukul 20.30 WIB pada 13 Februari 2026.
Sejumlah media ekonomi menulis pelaku pasar menunggu CPI untuk melihat apakah laju inflasi memberi ruang bagi Federal Reserve untuk kembali memangkas suku bunga atau justru harus menahan lebih lama.
Selain CPI, agenda inflasi lain yang juga dipantau bank sentral adalah PCE. Bureau of Economic Analysis mencantumkan rilis PCE Price Index berikutnya pada 20 Februari 2026.
Sementara itu, data mingguan klaim pengangguran juga rutin menjadi petunjuk kondisi pasar kerja. U.S. Department of Labor merilis “Unemployment Insurance Weekly Claims” setiap pekan. Dokumen terakhir yang tersedia di laman resmi DOL untuk periode yang dirilis 5 Februari 2026 menyebut initial claims 231.000 untuk pekan yang berakhir 31 Januari 2026.
Belum ada konfirmasi resmi dalam sumber yang dikutip di artikel ini mengenai angka klaim pengangguran untuk rilis Kamis, 12 Februari 2026. Sejumlah kalender ekonomi menyebut jadwal rilisnya pada 12 Februari, namun angka resminya perlu merujuk rilis DOL.
Wajib Tahu:
BLS: payroll nonfarm naik 130.000 pada Januari 2026, pengangguran 4,3%.
Rentang intraday Bitcoin 12 Februari 2026 bergerak di US$65.839 sampai US$68.428.
Jadwal resmi BLS: CPI Januari 2026 rilis 13 Februari 2026 pukul 08.30 ET (20.30 WIB).
Jadwal BEA: rilis PCE berikutnya tercantum 20 Februari 2026.
Apa Dampaknya ke Trader: Risiko, Level, Agenda Berikut
Harga Bitcoin yang bergejolak setelah data pekerjaan AS menunjukkan pasar sedang mengunci fokus ke dua hal: suku bunga dan inflasi.
Dampak paling konkret untuk audiens ritel adalah risiko lonjakan spread dan pergerakan cepat saat rilis CPI. Ini biasanya terjadi dalam menit-menit awal setelah data keluar, ketika likuiditas berpindah cepat di bursa kripto dan pasar derivatif.
Perhatian juga tertuju pada potensi likuidasi posisi leveraged ketika Harga Bitcoin menembus level psikologis tertentu. Reuters sebelumnya melaporkan episode volatilitas kripto yang memicu likuidasi besar di pasar bitcoin pada awal Februari, sebuah pengingat bahwa pergerakan cepat bisa menimbulkan efek domino.
Level yang dipantau pelaku pasar hari ini berkisar pada area US$70.000 sebagai resistensi psikologis dan area sekitar US$65.000 sebagai zona yang sempat disentuh dalam volatilitas pekan ini. Laporan pasar kripto menulis Bitcoin masih “capped” di bawah US$70.000 pada sesi Asia.
Apa artinya atau dampaknya: apabila CPI 13 Februari 2026 lebih tinggi dari ekspektasi, pasar bisa menafsirkan Federal Reserve akan lebih lama menahan suku bunga, yang kerap menekan aset berisiko termasuk Harga Bitcoin. Jika CPI lebih rendah, ruang reli jangka pendek bisa terbuka, tetapi tetap bergantung pada respons imbal hasil dan dolar.
Agenda berikut yang paling dekat jelas: CPI 13 Februari 2026, lalu PCE 20 Februari 2026. Di sela itu, klaim pengangguran mingguan dan komentar pejabat bank sentral bisa mengubah persepsi pasar tentang kapan suku bunga bergerak.
Satu catatan disiplin: artikel ini tidak menyimpulkan arah Harga Bitcoin ke depan karena belum ada data CPI yang dirilis per Kamis, 12 Februari 2026. Fokusnya adalah apa yang sudah terjadi, data apa yang memicu, dan data apa yang akan menjadi pemicu berikutnya.