Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

Pemkot Padang Teken Adendum Pengupayaan Kota Gastronomi Dunia
Ekonomi

Kota Gastronomi Dunia: Wali Kota Padang Teken Adendum PMK3I, Bidik UCCN

By Agung Leonardo
February 9, 2026 4 Min Read

Kota Padang memulai langkah formal menuju target “Kota Gastronomi Dunia” lewat perubahan peta jalan ekonomi kreatif.

Langkah itu ditandai penandatanganan adendum Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) pada 9 Februari 2026.

Adendum tersebut mengalihkan subsektor unggulan ekonomi kreatif Padang dari seni pertunjukan menjadi kuliner.

Yang jadi perhatian, perubahan subsektor ini bukan sekadar label. Dokumen PMK3I menjadi salah satu pijakan awal untuk masuk jalur seleksi menuju jejaring UNESCO Creative Cities Network.

Konsekuensi paling dekatnya terasa ke pelaku usaha kuliner, UMKM, dan agenda promosi kota. Arah program, prioritas pendampingan, hingga narasi branding kota kini dipusatkan ke kuliner sebagai “lokomotif” ekraf.

Ada detail penting yang terlihat dari rilis resmi: Padang menargetkan tahapan seleksi nasional pada 2026, lalu pengusulan ke UNESCO pada 2027 menurut skema yang dipaparkan pemerintah kota dan pemangku kepentingan.

Indeks Berita

Toggle
  • Inti kejadian dan konteks ringkas
  • Kronologi dan data pendukung
    • Wajib Tahu:
  • Respons pihak terkait, aturan, atau langkah yang diambil
  • Konsekuensi, lanjutan perkara, dan apa berikutnya

Inti kejadian dan konteks ringkas

Penandatanganan adendum dilakukan oleh Fadly Amran.

Lokasinya di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, pada 9 Februari 2026.

Fadly menandatangani bersama Fahmy Akmal, yang disebut sebagai Direktur Fasilitasi Infrastruktur di Kementerian yang membidangi ekonomi kreatif.

Dalam keterangan yang dimuat media, Fadly menegaskan alasan perubahan subsektor. “Kita sudah melakukan kajian mendalam, dan disimpulkan kita beralih kepada subsektor kuliner.”

Fadly juga menyebut proyeksi waktu menuju jejaring UCCN sekitar 2 tahun.

Konteksnya, UNESCO Creative Cities Network adalah jaringan global yang dibuat UNESCO pada 2004 dan saat ini berisi 408 kota di dunia.

UNESCO juga membuka Call for Applications secara berkala, dengan pola dua tahunan.

Kronologi dan data pendukung

Kronologi Padang menuju target Kota Gastronomi Dunia berjalan bertahap.

Pada 7 Juli 2025, Pemerintah Kota Padang sudah mempublikasikan upaya mendorong kota masuk kategori Gastronomy UCCN, termasuk mengaitkan pengembangan kawasan sebagai bagian dari strategi.

Memasuki awal 2026, pembahasan soal adendum muncul kuat.

Pada 31 Januari 2026, situs resmi pemerintah kota memuat pernyataan bahwa addendum menjadi kunci agar tidak tertinggal dari jalur pengusulan yang ditargetkan.

Salah satu pernyataan yang dikutip di situs resmi itu datang dari Haris Satria. “Jika di triwulan pertama ini Padang tidak melakukan addendum, bisa dipastikan kita tidak maju ke UNESCO 2027.”

Forum yang sama juga membahas tahapan yang disepakati: penyelesaian adendum, lalu seleksi nasional dan visitasi kementerian pada 2026, kemudian pengusulan ke UNESCO pada 2027.

Sehari sebelum penandatanganan di Jakarta, media lokal melaporkan adanya rangkaian kegiatan yang menguatkan dukungan multipihak.

Laporan menyebut penandatanganan adendum PMK3I berlangsung 8 Februari 2026 di Menza Barber & Coffee, dengan keterlibatan unsur hexahelix.

Namun, detail lokasi 8 Februari 2026 itu berbeda dengan agenda 9 Februari 2026 yang jelas disebut berlangsung di Gedung Film Pesona Indonesia.

Rujukan yang paling konsisten untuk momen penandatanganan resmi bersama kementerian adalah 9 Februari 2026 di Jakarta, sebagaimana dimuat Detik, ANTARA, dan Tempo.

Data pendukung lain datang dari penjelasan tentang PMK3I.

Dalam penjelasan pemerintah daerah lain, PMK3I diposisikan sebagai program pemetaan ekosistem ekonomi kreatif, berbasis pengajuan daerah dan diverifikasi.

Ini yang berubah: Padang tidak lagi menempatkan seni pertunjukan sebagai subsektor unggulan utama dalam dokumen PMK3I. Kuliner kini menjadi subsektor yang dipasang sebagai lokomotif.

Perubahan ini penting karena jalur pengusulan ke UNESCO Creative Cities Network mensyaratkan konsistensi strategi, data ekosistem, dan rencana aksi lintas pemangku kepentingan.

Ini yang perlu dicermati: UNESCO menyatakan Call for Applications UCCN dibuka setiap dua tahun, sehingga target 2027 yang berulang disebut pemangku kepentingan lokal perlu dipastikan selaras dengan jadwal resmi UNESCO dan proses seleksi nasional di Indonesia.

Wajib Tahu:

  • UNESCO menyebut UCCN kini berisi 408 kota di dunia, dan programnya berjalan sejak 2004.

  • UNESCO mempublikasikan dokumen “Call for Applications” dan menyatakan panggilan aplikasi dibuka setiap dua tahun.

  • Situs resmi Pemkot Padang menilai addendum pada triwulan awal menjadi faktor penentu untuk menjaga jalur target 2027.

  • Perubahan subsektor Padang dari seni pertunjukan ke kuliner ditegaskan dalam pemberitaan yang merujuk pada adendum PMK3I 9 Februari 2026.

Respons pihak terkait, aturan, atau langkah yang diambil

Fadly menyatakan peralihan subsektor dilakukan lewat kajian bersama pemangku kepentingan.

Ia juga menyebut Padang sudah menghitung timeline sekitar 2 tahun untuk masuk jejaring UCCN.

Dari sisi pendamping program, Yuliana Rini dari Tim Pengembangan KaTa Kreatif menyebut kuliner memang inti yang menonjol untuk Padang.

Pernyataan yang dimuat media menekankan bahwa Padang dinilai lebih tepat memakai kuliner sebagai lokomotif, seiring perkembangan cara penilaian.

Di level global, UNESCO menempatkan Creative Cities Network sebagai ruang kolaborasi kebijakan kota, dengan kreativitas sebagai faktor pembangunan berkelanjutan.

UNESCO juga menekankan mekanisme monitoring dan pelaporan bagi kota anggota, yang berarti target Kota Gastronomi Dunia bukan berakhir di pengakuan, tetapi berlanjut ke kewajiban program dan pelaporan periodik.

Belum ada pernyataan terpisah yang memuat jadwal seleksi nasional Indonesia secara rinci pada 9 Februari 2026 di sumber resmi kementerian dalam temuan penelusuran ini.

Jika ada dokumen keputusan, surat penetapan, atau jadwal seleksi nasional, belum ada konfirmasi resmi yang ditampilkan dalam rilis kementerian yang mudah diakses pada hari yang sama.

Konsekuensi, lanjutan perkara, dan apa berikutnya

Target Kota Gastronomi Dunia membawa dampak yang konkret karena menyangkut arah kebijakan ekonomi kreatif daerah.

Bagi pelaku kuliner, fokus subsektor bisa berujung pada prioritas program pembinaan, promosi, standardisasi, hingga kalender event.

Bagi warga dan wisatawan, efek paling dekat biasanya terlihat pada aktivasi ruang kuliner, festival, dan penataan kawasan yang dibingkai sebagai bagian dari identitas gastronomi.

Apa artinya atau dampaknya untuk audiens yang relevan: bila Padang serius mengincar UCCN, kota perlu menyiapkan bukti ekosistem, tata kelola, kolaborasi komunitas, dan rencana aksi yang dapat diukur. Ini akan menentukan apakah kuliner benar menjadi penggerak ekonomi kreatif, bukan hanya kampanye.

Yang juga perlu dicermati, proses menuju UNESCO Creative Cities Network tidak hanya soal kesiapan kota. Ada tahapan nasional, verifikasi, dan kesesuaian dengan siklus Call for Applications UNESCO yang bersifat periodik.

Berikutnya, Padang diproyeksikan masuk fase seleksi nasional dan visitasi kementerian pada 2026, lalu menyiapkan pengusulan pada 2027 sesuai narasi tahapan yang disampaikan dalam sejumlah rilis dan pemberitaan.

Penutupnya jelas: adendum PMK3I yang diteken 9 Februari 2026 menjadi titik administrasi penting untuk mengunci kuliner sebagai subsektor unggulan.

Jika target Kota Gastronomi Dunia dikejar, pekerjaan berikutnya adalah pembuktian di tahap seleksi nasional, konsolidasi data ekosistem, dan penyelarasan dokumen dengan syarat serta jadwal resmi UNESCO.

Hobi Games ? 

Top Up Game Murah Disini

Tags:

ekonomi kreatifKemenekrafKota Gastronomi DuniakulinerPadangPMK3IUCCNUNESCO
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
Militer Israel Klaim Tumpas 4 Militan Yang Keluar Dari Terowongan Gaza
Previous

Terowongan Gaza: Israel Klaim Tewaskan 4 Militan Usai Tembaki Pasukan di Rafah

Bank Cirebon Bangkrut, LPS Akan Bayar Uang Nasabah Sesuai Aturan
Next

Bank Cirebon Bangkrut, LPS Siapkan Bayar Simpanan Nasabah Sesuai Aturan

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.