
IHSG Terbang di Awal Pekan! Deretan Saham Ini Ikut Melejit, dari BACA sampai ADMR
Pusat Focus – Pagi ini, layar-layar perdagangan kembali hidup setelah jeda libur Natal. Dan seperti adegan pembuka film yang langsung “nendang”, pasar saham Indonesia tidak menunggu lama untuk memberi kejutan. IHSG Terbang sejak pembukaan, menguat tipis lalu berakselerasi, dengan sejumlah emiten mencuri panggung lewat lonjakan harga yang agresif.
Pada pembukaan perdagangan Senin, 29 Desember 2025, IHSG dibuka menguat sekitar 0,09% ke area 8.545. Laju itu kemudian mengencang. Hingga penutupan sesi I, indeks menguat 0,87% atau naik 74,563 poin ke level 8.612,474.
Istilah IHSG Terbang hari ini bukan sekadar bumbu judul. Data transaksi ikut menguatkan: nilai transaksi mencapai sekitar Rp13,367 triliun, volume 23,694 miliar saham, dengan frekuensi 1.727.777 kali. Di papan perdagangan, saham yang hijau juga jauh lebih dominan: 444 saham menguat, 229 melemah, dan 134 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp15.751,859 triliun.
Pertanyaannya tinggal satu: apa yang membuat pasar seolah menekan tombol gas, dan emiten mana saja yang benar-benar “terbang” hari ini?
Pasar Menguat: Apa Pendorongnya di Sesi Pagi hingga Siang
Ada beberapa kombinasi sentimen yang membuat pergerakan hari ini terasa lebih ringan. Pertama, faktor musiman. Memasuki pekan terakhir tahun, pelaku pasar kerap menilai ada peluang window dressing, yaitu dorongan aksi beli selektif agar portofolio terlihat lebih baik menjelang penutupan tahun. Momentum seperti ini sering membuat saham-saham tertentu, terutama yang likuid, mendapatkan dorongan tambahan.
Kedua, sentimen global yang cenderung stabil, meski volume tipis karena masih suasana liburan di banyak negara. Laporan Associated Press menggambarkan perdagangan Asia yang bercampur, khas “holiday trading”, ketika partisipasi investor institusi belum sepenuhnya kembali. Dalam situasi seperti ini, pasar domestik biasanya lebih dipengaruhi aliran dana lokal, rotasi sektor, dan strategi akhir tahun.
Ketiga, faktor “rebound psikologis” setelah penutupan terakhir sebelum libur Natal. Sebagai konteks, IHSG sebelumnya menutup perdagangan pada level 8.537,91. Dari titik itu, penguatan sesi I ke 8.612 membuat narasi IHSG Terbang terasa masuk akal: indeks bukan hanya hijau, tetapi juga kembali mendekati area yang sempat menjadi perbincangan beberapa pekan terakhir.
Namun, penting dicatat: reli seperti ini tidak selalu berarti pasar akan melaju mulus sampai penutupan. Di akhir tahun, volatilitas bisa muncul kapan saja, karena satu hal yang sama-sama disadari investor adalah likuiditas bisa menipis dan pergerakan jadi lebih sensitif.
Emiten Ikut “Melesat”: Top Gainers yang Jadi Magnet Cuan
Jika IHSG hari ini “naik”, maka sejumlah saham benar-benar “melompat”. Di daftar top gainers sesi I, beberapa nama mencolok karena kenaikannya dua digit.
Berdasarkan data sesi I yang dirangkum kumparan, daftar saham yang melesat antara lain:
Bank Capital Indonesia (BACA) naik 27,27% ke 238
Pelayaran Jaya Hidup Baru (PJHB) naik 24,55% ke 274
ITSEC Asia (CYBR) naik 22,86% ke 1.720
Darma Henwa (DEWA) naik 20,54% ke 675
Perintis Triniti Properti (TRIN) naik 19,64% ke 1.005
Red Planet Indonesia (PSKT) naik 17,78% ke 318
Deretan ini menjadi bukti paling mudah untuk menjelaskan kenapa judul IHSG Terbang tidak berlebihan: bukan hanya indeks yang naik, tetapi ada saham-saham yang bergerak jauh di atas rata-rata.
Sementara itu, jika fokus Anda adalah saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid yang sering jadi barometer “uang besar”, pantauan di kelompok LQ45 juga menarik. Di jeda makan siang, Warta Ekonomi mencatat top gainers LQ45 dipimpin oleh:
ADMR naik 6,86% ke Rp1.480
AMMN naik 6,05% ke Rp6.575
MDKA naik 5% ke Rp2.310
Kenaikan saham-saham ini memberi efek psikologis kuat di pasar karena mereka sering dianggap sebagai “papan atas” yang gampang dibaca investor ritel. Ketika ADMR, AMMN, dan MDKA kompak hijau tebal, sentimen IHSG Terbang terasa makin menular.
Di sisi berlawanan, selalu ada yang tertinggal. Untuk LQ45, Warta Ekonomi mencatat beberapa top losers di sesi siang, seperti DSSA turun 3,63%, SMGR turun 1,87%, dan HEAL turun 0,73%. Ini mengingatkan bahwa reli hari ini bukan “hijau rata”, melainkan selektif: ada saham yang ditinggal, ada yang diserbu.
Wajib Tahu:
Data “IHSG Terbang” yang paling aman dipakai adalah patokan sesi. Hari ini, angka yang terverifikasi kuat adalah penutupan sesi I: IHSG di 8.612,474 (+0,87%). Jika Anda membaca update berbeda, cek dulu jam rilisnya.
Breadth pasar hari ini benar-benar mendukung reli. Pada sesi I, jumlah saham yang menguat (444) jauh mengungguli yang melemah (229). Ini biasanya membuat sentimen ritel lebih percaya diri.
Top gainers tidak selalu berarti “aman dikejar”. Saham yang melonjak 15% sampai 27% dalam hitungan jam bisa sangat fluktuatif. Karena itu, bedakan strategi “trading cepat” dengan “investasi berbasis fundamental”.
Ke Mana Arah Pergerakan Selanjutnya: Peluang dan Titik Rawan Jelang Tutup Tahun
Dengan situasi seperti ini, ada dua skenario yang paling realistis setelah sesi I.
Skenario pertama, reli berlanjut. Ini bisa terjadi jika dorongan beli akhir tahun masih kuat dan investor memilih mengunci posisi sebelum penutupan bursa akhir tahun. Perdagangan global yang cenderung sepi juga kadang membuat aliran dana lokal lebih dominan, sehingga pasar domestik bisa “punya jalannya sendiri”.
Skenario kedua, pasar melandai atau berbalik volatil. Alasannya klasik: menjelang akhir tahun, sebagian investor juga menutup buku, mengurangi risiko, atau melakukan profit taking cepat. Dalam fase likuiditas tipis, indeks bisa bergerak cepat hanya karena beberapa saham besar berubah arah.
Di titik ini, kunci membaca IHSG Terbang hari ini bukan hanya melihat angka indeks, tetapi memantau:
apakah nilai transaksi tetap tebal di sesi II,
apakah saham-saham besar masih jadi penopang,
dan apakah kenaikan meluas atau makin terkonsentrasi di segelintir emiten.
Satu hal yang sulit dibantah: hari ini pasar memberi “panggung cuan” yang ramai, dan itu terasa dari banyaknya saham yang menguat, plus lonjakan tajam pada sejumlah emiten.
Jadi, kalau Anda bertanya “benar tidak IHSG terbang hari ini?”, jawabannya: ya, setidaknya hingga sesi I. Dan ketika indeks menguat, di belakangnya ada cerita yang lebih seru: rotasi sektor, saham-saham yang mendadak jadi magnet, serta psikologi akhir tahun yang selalu bikin pasar terasa hidup.
Hobi Games ?