Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

PusatFocus - Saham Boncos 2025
Pasar Modal & Crypto

Ngeri! 10 Saham Boncos Paling Dalam Sepanjang 2025: Ada yang Rontok 91% Lebih

By Agung Leonardo
December 27, 2025 4 Min Read

PusatFocus – Saham Boncos, Warna merah di layar investor kadang bukan sekadar “koreksi”. Di 2025, ada sederet emiten yang benar-benar rungkad, jatuh berlapis, dan membuat banyak portofolio terasa seperti ditarik rem tangan mendadak. Istilah “Saham Boncos” pun kembali ramai, bukan karena satu dua saham yang turun, melainkan karena skalanya: ada yang tergerus sampai puluhan persen, bahkan lebih dari 90 persen sepanjang tahun berjalan.

Berdasarkan data year-to-date (YTD) yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diolah oleh TIM Riset IDX Channel, daftar top losers 2025 dihuni saham-saham yang melemah di kisaran 59 persen sampai 91 persen lebih. Data tersebut dicatat per perdagangan intraday 22 Desember 2025.

Yang membuat cerita ini menarik, “Saham Boncos” 2025 datang dari beragam sektor. Ada restoran fast food, emiten perdagangan, logistik, pelayaran, perbankan, konstruksi, hingga properti. Jadi, ini bukan cerita tunggal soal satu sektor yang sedang apes. Ini juga tentang likuiditas, sentimen, dan cara pasar “menghukum” saham yang minim katalis.

Indeks Berita

Toggle
  • Kenapa banyak saham rontok di 2025?
  • 10 saham dengan kinerja terburuk sepanjang 2025
    • Wajib Tahu:
  • Apa yang bisa dipelajari investor dari saham-saham rungkad
  • Risiko dan langkah praktis sebelum berburu rebound

Kenapa banyak saham rontok di 2025?

Ada dua kata kunci yang sering muncul saat pasar sedang keras: likuiditas dan kepercayaan. Ketika likuiditas tipis, pergerakan harga jadi mudah “ditarik” oleh arus jual beli yang tidak besar. Satu tekanan jual bisa membuat harga tergelincir dalam. Di sisi lain, kepercayaan investor biasanya melemah saat perusahaan tidak punya katalis yang jelas, kinerja tidak membaik, atau informasi publik tidak cukup meyakinkan.

Di 2025, investor juga makin familiar dengan mekanisme Papan Pemantauan Khusus dan skema call auction yang diterapkan bursa. BEI menjelaskan Papan Pemantauan Khusus sebagai papan untuk perusahaan tercatat yang memenuhi kriteria tertentu, dengan tujuan meningkatkan pelindungan investor dan segmentasi perdagangan.

Dalam konteks saham berlikuiditas rendah atau berkondisi khusus, mekanisme perdagangan juga dapat berbeda, termasuk penerapan call auction pada papan pemantauan khusus yang diatur dalam ketentuan dan jam mekanisme perdagangan BEI.

Artinya, saat investor melihat saham turun beruntun, mereka tidak hanya berhadapan dengan sentimen pasar, tetapi juga ekosistem perdagangannya. Bagi sebagian investor ritel, ini bisa terasa seperti “jebakan” jika tidak paham mekanisme dan risikonya. Di sinilah istilah Saham Boncos sering lahir: saat ekspektasi cuan bertemu realitas volatilitas.

10 saham dengan kinerja terburuk sepanjang 2025

Berikut daftar 10 top losers sepanjang 2025 (YTD) berdasarkan data yang diolah dari BEI, per intraday 22 Desember 2025.

  1. CSMI (PT Cipta Selera Murni Tbk): -91,52%, harga terakhir Rp256

  2. DEFI (PT Danasupra Erapacific Tbk): -85,84%, harga terakhir Rp206

  3. KARW (PT Meratus Jasa Prima Tbk): -82,24%, harga terakhir Rp396

  4. SAPX (PT Satria Antaran Prima Tbk): -79,60%, harga terakhir Rp304

  5. MEJA (PT Harta Djaya Karya Tbk): -70,92%, harga terakhir Rp89

  6. HITS (PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk): -70,71%, harga terakhir Rp116

  7. BSWD (PT Bank of India Indonesia Tbk): -69,52%, harga terakhir Rp820

  8. HILL (PT Hillcon Tbk): -69,50%, harga terakhir Rp147

  9. JSPT (PT Jakarta Setiabudi Tbk): -66,89%, harga terakhir Rp3.290

  10. FORU (PT Fortune Indonesia Tbk): -59,22%, harga terakhir Rp1.520

Dari daftar tersebut, CSMI memimpin “papan merah” dengan koreksi terdalam, disusul DEFI dan KARW. IDX Channel menyoroti bahwa pelemahan ekstrem ini mencerminkan tekanan serius yang bisa bersumber dari fundamental, likuiditas perdagangan, maupun sentimen.

Kalau Anda bertanya, “Kok bisa sampai segitu?”, jawabannya jarang sesederhana satu peristiwa. Saham bisa boncos karena kombinasi: minim katalis, volume transaksi kecil, aksi ambil untung besar-besaran, hingga perubahan persepsi pasar terhadap prospek bisnis.

Wajib Tahu:

Ada satu catatan penting yang sering terlewat saat membahas Saham Boncos: peringatan bursa tidak selalu berarti ada pelanggaran, tetapi selalu berarti investor harus ekstra waspada. BEI rutin mempublikasikan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) sebagai bentuk peringatan atas aktivitas yang dianggap tidak biasa. UMA “tidak serta merta” menunjukkan pelanggaran, namun menjadi sinyal agar investor mencermati keterbukaan informasi dan risiko.

Dengan kata lain, saat sebuah saham terlihat “murah banget” setelah jatuh, bukan otomatis itu kesempatan emas. Bisa jadi pasar sedang memberi sinyal risiko yang belum selesai.

Apa yang bisa dipelajari investor dari saham-saham rungkad

Ada pelajaran yang nyaris selalu muncul di akhir tahun: tidak semua harga yang turun itu diskon. Sebagian adalah refleksi risiko.

Pertama, cek likuiditas. Saham yang volume hariannya tipis sering memberi kejutan, baik saat naik maupun saat turun. Banyak kasus Saham Boncos berawal dari euforia singkat, lalu sepi, lalu terkoreksi dalam karena tidak ada penopang transaksi.

Kedua, bedakan sentimen dan kinerja. Sentimen bisa mengangkat harga dalam waktu singkat, tetapi kinerja bisnis yang stabil biasanya lebih “tahan banting” saat pasar goyah. Ini terdengar klasik, tapi justru sering diabaikan saat investor mengejar pergerakan cepat.

Ketiga, waspadai narasi yang terlalu indah. Rumor, isu backdoor listing, atau cerita “akan ada investor besar masuk” kerap memantik lonjakan sesaat. Begitu ada klarifikasi atau pasar kehilangan minat, koreksi bisa brutal. IDX Channel bahkan menyinggung bagaimana saham tertentu pernah jadi “hot stock” sebelumnya, lalu berbalik arah.

Di titik ini, Saham Boncos bukan cuma angka minus. Ia jadi pengingat bahwa pasar punya memori pendek, tetapi punya cara tegas untuk “menghukum” ekspektasi yang tidak ditopang realita.

Risiko dan langkah praktis sebelum berburu rebound

Banyak investor tergoda berburu rebound dari Saham Boncos, karena logikanya sederhana: “Sudah turun sejauh ini, masa turun lagi?” Faktanya, bisa saja. Bahkan bisa lama bergerak datar.

Beberapa langkah praktis yang biasanya dipakai investor disiplin:

  • Baca pengumuman bursa dan emiten: cek apakah ada UMA, suspensi, atau penjelasan manajemen. BEI menyediakan kanal pengumuman resmi untuk UMA.

  • Pahami papan pemantauan khusus dan mekanisme perdagangannya: karena ini memengaruhi cara harga terbentuk dan potensi volatilitas.

  • Tetapkan skenario risiko: bukan cuma target cuan, tapi juga batas rugi. Saham yang “rungkad” bisa memberi pantulan, tapi juga bisa menipu lewat pantulan kecil sebelum turun lagi.

  • Jangan hanya terpaku pada harga: lihat juga alasan di balik harga, termasuk likuiditas dan prospek bisnis.

Pada akhirnya, 2025 memberi daftar panjang Saham Boncos yang bisa jadi bahan evaluasi. Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mengingatkan: di pasar modal, kesempatan selalu ada, tetapi biaya belajar juga nyata.

Hobi Games ?

Top Up Game Murah Disini

Tags:

BEIfull call auctionIHSGpapan pemantauan khusussaham boncossaham rungkadtop losers 2025UMA
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
PusatFocus - Harta Karun VOC
Previous

Heboh Harta Karun VOC di Halaman Sekolah! Kisah Guru SD Ini Viral Lagi, Benarkah Nilainya Miliaran?

PusatFocus - Pabrik Ban Chaos Jelang Tahun Baru
Next

Mencekam Jelang Tahun Baru! Pabrik Ban Chaos di Jepang, 8 Orang Ditikam Pria Bertopeng

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.