Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

Pusat Focus Logo Pusat Focus Logo Pusat Focus

Pusat Informasi Untuk Semua

  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pasar Modal & Crypto
    • Bisnis
    • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Sports
  • Travel
  • Kesehatan
  • Teknologi
Close

Search

PusatFocus-Investasi Danantara
BeritaBisnis

Geger Investasi Danantara: Borong Hotel Makkah, Apa yang Sedang Disiapkan?

By Agung Leonardo
December 15, 2025 5 Min Read

PusatFocus – Jakarta mendadak punya topik baru “Investasi Danantara” yang bikin orang berhenti scrolling. Di saat publik masih menilai sepak terjang Danantara sebagai “superholding” investasi negara yang baru beroperasi, kabar akuisisi aset di Makkah muncul dan langsung menyalakan dua emosi sekaligus: penasaran dan skeptis. Pada 15 Desember 2025, sejumlah media bisnis Indonesia melaporkan bahwa Danantara melalui Danantara Investment Management (DIM) menandatangani perjanjian akuisisi aset hotel dan real estat di kawasan Thakher City, Makkah, Arab Saudi, sehari setelah penandatanganan (14 Desember 2025).

Yang bikin berita ini tidak terasa “biasa” adalah isi paketnya. Ini bukan pembelian properti kecil untuk pajangan portofolio. Aset yang disorot mencakup Novotel Makkah Thakher City yang sudah beroperasi dengan 1.461 kamar, ditambah 14 bidang tanah dengan total sekitar 4,4 hektare untuk pengembangan tahap berikutnya. Lokasinya pun disebut sekitar 2,5 km dari Masjidil Haram, jarak yang bagi banyak jemaah Indonesia masuk kategori strategis karena masih realistis secara mobilitas.

Di sinilah “investasi danantara” menjadi magnet klik untuk pembaca Indonesia. Bukan sekadar “perusahaan A membeli aset B”, tetapi pertaruhan reputasi: apakah investasi negara mampu masuk ke pasar hospitality paling sensitif di dunia, lalu mengelolanya dengan standar layanan yang tahan diuji jutaan pasang mata? Dan yang paling penting untuk publik: apakah langkah ini benar-benar akan terasa manfaatnya buat jemaah, atau hanya terlihat megah di headline?

Indeks Berita

Toggle
  • Kenapa Makkah Jadi Magnet Properti Kelas Dunia
  • Investasi danantara yang Mengubah Peta Akuisisi di Makkah
    • Wajib Tahu:
  • Dampaknya buat Jemaah Indonesia dan Industri Travel
  • Risiko, Tata Kelola, dan Pertanyaan Besar yang Perlu Dijawab

Kenapa Makkah Jadi Magnet Properti Kelas Dunia

Makkah adalah pasar yang keras namun jujur: permintaan akomodasi ditopang arus ibadah yang konsisten, bukan tren wisata musiman. Dalam pernyataan yang dikutip media, Danantara menyinggung skala jemaah Indonesia yang sangat besar, yakni lebih dari 2 juta orang Indonesia menunaikan umrah tiap tahun dan jumlah jemaah haji Indonesia konsisten melampaui 200 ribu. Angka sebesar itu membuat “kamar hotel” di Makkah bukan sekadar produk, melainkan infrastruktur layanan yang menentukan pengalaman ibadah.

Lalu ada faktor yang sering terasa sepele sampai Anda merasakan sendiri: di Makkah, jarak beberapa kilometer saja bisa mengubah harga kamar, waktu tempuh, bahkan stamina jemaah. Karena itu, ketika aset yang diakuisisi disebut berjarak sekitar 2,5 km dari Masjidil Haram, publik langsung menangkap logikanya. Ini bukan permainan prestise, melainkan permainan akses. Dan akses adalah “mata uang” paling mahal ketika puncak musim haji dan umrah tiba.

Yang juga penting: Thakher City bukan sekadar “area hotel”. Beberapa publikasi industri kawasan Teluk menggambarkan pengembangan Thakher sebagai proyek terpadu berskala besar dengan rencana campuran hotel, residensial, komersial, dan fasilitas penunjang, dan proyek ini kerap disebut bernilai miliaran dolar dalam pemberitaan industri. Artinya, langkah Danantara terasa seperti membeli tiket masuk ke ekosistem pengembangan kota, bukan hanya membeli satu bangunan.

Investasi danantara yang Mengubah Peta Akuisisi di Makkah

Berita intinya sederhana, tetapi implikasinya panjang. Danantara melalui DIM meneken kesepakatan dengan Thakher Development Company untuk mengambil alih aset hospitality dan real estat di Thakher City. Detail yang paling konsisten di berbagai laporan adalah komposisi aset: Novotel Makkah Thakher City (1.461 kamar) sebagai aset yang sudah berjalan, serta 14 bidang tanah total sekitar 4,4 hektare untuk pengembangan ke depan dalam sebuah master plan terpadu yang bisa mencakup hotel tambahan, ritel, dan layanan pendukung.

Kalau Anda bertanya, “kok Danantara berani ke luar negeri?” konteksnya sudah disiapkan sejak awal. Reuters melaporkan saat peluncuran Danantara pada 24 Februari 2025 bahwa lembaga ini ditargetkan mengelola aset besar dan menyalurkan investasi ke proyek-proyek strategis. Reuters juga menyebut Rosan Roeslani ditunjuk sebagai CEO Danantara (serta menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi) dan Pandu Sjahrir memimpin lengan investasi sebagai Chief Investment Officer. Jadi ketika investasi danantara bergerak agresif, itu bukan kejutan total, melainkan konsekuensi dari mandat besar yang memang sejak awal diumumkan.

Lebih menarik lagi, jejak “Makkah” bukan ide dadakan. Reuters pada Agustus 2025 mencatat Danantara mempertimbangkan investasi akomodasi haji di Arab Saudi, dan Reuters pada Oktober 2025 mengutip CIO Pandu Sjahrir bahwa proyek “haj village” di Saudi termasuk dalam proyek awal yang dibidik. Dengan kata lain, akuisisi hotel dan lahan ini bisa dibaca sebagai penguatan pijakan awal, bukan aksi impulsif yang sekadar mengejar sensasi.

Wajib Tahu:

Lahan 4,4 hektare itu sekitar 44.000 meter persegi, kurang lebih setara enam lapangan sepak bola standar FIFA yang ditaruh bersebelahan.

Dampaknya buat Jemaah Indonesia dan Industri Travel

Bagian paling “klikable” sekaligus paling sensitif adalah dampak ke jemaah. Secara konsep, kepemilikan atau kendali terhadap aset hotel memberi ruang untuk menciptakan pasokan kamar yang lebih stabil dan layanan yang lebih konsisten. Kalau selama ini paket umrah-haji sering terombang-ambing oleh ketersediaan hotel dan fluktuasi harga, investasi danantara berpotensi membuka skema kontrak jangka panjang yang lebih terukur, termasuk standar layanan yang bisa diaudit lebih ketat karena asetnya berada dalam satu payung pengelolaan.

Untuk industri travel, dampaknya bisa terasa dari sisi perencanaan. Hotel dengan kapasitas besar biasanya “hidup” dari kontrak grup dan korporat, yang relevan dengan karakter rombongan jemaah Indonesia. Bila DIM mampu merancang mekanisme distribusi kamar yang jelas, agen travel bisa menyusun paket peak season lebih dini, mengurangi praktik last minute yang kerap memicu kenaikan harga mendadak dan konflik ekspektasi. Tetapi jika pengelolaan tidak transparan, risikonya juga nyata: isu akses, kecemburuan antarpenyelenggara, dan persepsi “siapa dapat jatah” bisa menjadi bahan bakar kontroversi. Inilah mengapa investasi danantara di Makkah akan dinilai bukan hanya dari nilai aset, tetapi dari kebijakan operasionalnya.

Ada satu faktor yang sering dilupakan: reputasi. Makkah adalah kota yang tidak memberi ruang besar untuk kesalahan layanan. Satu gangguan kecil dapat menjadi perbincangan luas karena menyangkut ibadah. Maka, ketika investasi danantara masuk ke Makkah, kualitas manajemen hotel, kesiapan layanan, dan kemampuan respons krisis akan menjadi “produk utama” yang sesungguhnya. Publik Indonesia bisa saja memaafkan strategi yang ambisius, tetapi jarang memaafkan layanan yang membuat ibadah terasa berat.

Risiko, Tata Kelola, dan Pertanyaan Besar yang Perlu Dijawab

Semakin besar mandat, semakin tebal tuntutan akuntabilitas. Danantara sejak awal berdiri sudah disorot soal governance. Reuters melaporkan saat peluncuran bahwa Danantara menekankan transparansi dan audit, tetapi juga menghadapi kritik terkait tata kelola. Financial Times juga menulis bahwa Danantara berjanji beroperasi “seperti perusahaan publik” dalam hal transparansi, namun kekhawatiran pasar tetap muncul mengenai independensi, potensi intervensi politik, dan efek pengalihan dividen BUMN. Dalam konteks ini, investasi danantara ke luar negeri justru menjadi ujian yang lebih keras: apakah standar tata kelola yang dijanjikan benar-benar terlihat pada transaksi lintas negara yang kompleks?

Dari sisi eksekusi, risikonya berlapis. Ada risiko regulasi dan perizinan Arab Saudi, risiko operasional hotel berskala besar, serta risiko pengembangan 14 bidang tanah yang membutuhkan master plan, pembiayaan, dan mitra konstruksi yang tepat. Tetapi potensi upside juga besar: jika berhasil, Danantara bisa membangun portofolio hospitality yang relatif stabil di lokasi premium, sekaligus menunjukkan bahwa investasi danantara mampu menjembatani mandat bisnis dan layanan publik.

Sebelum Anda menilai langkah ini sebagai “brilian” atau “nekat”, ada tiga pertanyaan yang layak dijadikan kompas pembaca. Pertama, indikator manfaat jemaah akan diukur lewat apa: stabilitas harga, kualitas layanan, atau kemudahan akses? Kedua, bagaimana DIM memastikan akuntabilitas dari akuisisi sampai pengembangan, termasuk laporan berkala yang bisa ditinjau publik? Ketiga, apakah investasi danantara di Makkah akan memicu efek domino bagi ekosistem, misalnya membuka peluang rantai pasok layanan (catering, transport, teknologi layanan jemaah) yang lebih profesional dan terintegrasi?

Satu hal yang sulit dibantah: akuisisi hotel dan lahan di Makkah ini bukan berita yang cepat tenggelam. Ini berita yang menyentuh biaya, kenyamanan, dan martabat layanan ibadah jutaan orang. Bila dieksekusi disiplin, investasi danantara bisa menjadi contoh langka investasi luar negeri yang tidak hanya mengejar imbal hasil, tetapi juga memperbaiki pengalaman warga Indonesia di Tanah Suci.

Hobi Games ? Top Up Di Link Rekomendasi 👉 VINANSTORE

Tags:

akuisisiArab SaudiDanantarahajihotelinvestasiMakkahNovotel Makkahreal estatesovereign wealth fundThakher Cityumrah
Author

Agung Leonardo

Follow Me
Other Articles
PusatFocus-Berita Bitcoin Hari Ini
Previous

Bikin Deg-degan! Berita Bitcoin Hari Ini: BTC “Tertahan” di $90K, Siap Balik Ngebut atau Jeblok Lagi?

PusatFocus-Cabut 22 Izin Kehutanan
Next

Guncang! Sinyal Istana: Raja Juli Cabut 22 Izin Kehutanan, Siapa Kena?

Recent Posts

  • Mohamed Salah Berpotensi Balik ke Italia, Sinyal Dari Dalam Mulai Tertahan
  • AI Sora Tutup, OpenAI Hentikan Aplikasi Video Setelah 6 Bulan
  • Tabungan Emas Volatil usai Perang Iran, Investor Ritel Terjepit
  • Bursa Efek Besok Buka, IHSG Dikepung Data AS dan Panas Perang
  • Ultimatum Trump 48 Jam Berakhir Kapan? Ini Hitungan Resminya

Recent Comments

No comments to show.
Pusat Focus adalah portal berita yang memberikan informasi untuk anda semua.

Kami memberikan informasi seputar trending news, berita viral, berita bola, berita entertainment, berita politik dan banyak topik hot lainnya.

Email: [email protected]
Call Us: 061 588 7564
Address: Jl Gatot Subroto Blok C NO 3, Panimbangan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Info Pusat Focus

  • Partnership / Press Room
  • Advertise / Media Kit
  • DMCA / Copyright Notice
  • Kebijakan Koreksi Dan Hak Jawab
  • Disclaimer PusatFocus

Sitemap

  • Home
  • Terms & Conditions
  • Contact PusatFocus
  • Privacy Policy
  • About PusatFocus
© Copyright 2026 — Pusat Focus. All rights reserved.